Konsultasikan Alergi dan Ketahui Cara Mudah Mendeteksi Alergi dalam Tubuh

Saya alergi terhadap cuaca ekstrem, beberapa jenis obat-obatan, protein hewani (beberapa jenis ikan laut), kandungan kimia dalam deterjen, dan lain-lain. Jadi ketika melahirkan kedua anak saya, Salwa (13 tahun) dan Aksa (2,5 tahun), saya tahu bahwa mereka berdua juga memiliki risiko alergi yang sama. Meski pada perkembangannya, Salwa dan Aksa memiliki alergi terhadap alergen (pemicu alergi) yang berbeda. Salwa misalnya, alergi terhadap susu sapi, sedangkan Aksa sebaliknya, dia justru alergi terhadap susu kedelai. Saya dan Salwa alergi terhadap obat-obatan yang mengandung paracetamol sedangkan Aksa justru alergi terhadap ibuprofen. Begitulah, alergi memang unik. Itu sebabnya saya sebagai ibu harus tahu betul “keunikan” kedua anak saya agar kelak mereka tidak mengalami masalah kesehatan yang lebih serius. Anda yang memiliki riwayat alergi tapi belum menemukan jenis alergennya, saran saya sih sebaiknya konsultasikan alergi ke dokter yang tepat. 

Tapi, apa sih alergi? Alergi merupakan respons abnormal yang ditunjukkan oleh tubuh ketika kekebalan atau daya tahan tubuh justru balik menyerang karena dipicu oleh bahan-bahan penyebab alergi atau alergen. Karena alergi bersifat unik, saya kira setiap orang, terutama yang memiliki riwayat alergi, mesti memiliki pengetahuan tentang alergi yang cukup. Ada dua langkah utama untuk menangani alergi: preventif dan kuratif. Setelah melakukan konsultasi ke dokter dan menjalani serangkaian tes, kita bisa mengetahui jenis alergi dan alergennya. Mengetahui jenis alergi ini penting agar kita bisa melakukan langkah-langkah pencegahan dan menghindari alergen. Misalnya, lebih selektif dalam memilih menu makanan dan minuman, memperhitungkan kondisi cuaca, dan menjaga kebersihan lingkungan.

[heading centered=”yes” margin_bottom=”no” large=”yes” background=”no”]TES ALERGI[/heading]

Dalam dunia medis sendiri, ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki alergi terhadap alergen tertentu atau tidak, antara lain dengan:

[iconed_featured_text title=”Tes Tusuk” icon=”arrow-right” icon_solid=”no” icon_color=”accent_color” href=””][/iconed_featured_text]

Tes yang satu ini dikenal juga dengan nama skin prick test, yaitu menusuk pada bagian tubuh tertentu, khususnya pada bagian lengan, kemudian diberikan beberapa bahan yang dapat memicu reaksi alergi. Ini adalah langkah paling simpel yang dilakukan di laboratorium, ditujukan untuk menemukan alergen atau bahan mana yang bisa menyebabkan alergi. Hasil skin prick test dapat diketahui setelah kurang lebih 15 menit. Biasanya, jika positif alergi kulit akan menunjukkan reaksi seperti bentol-bentol kemerahan dan terasa gatal.

[iconed_featured_text title=”Patch Testing” icon=”arrow-right” icon_solid=”no” icon_color=”accent_color” href=””][/iconed_featured_text]
Patch testing adalah tes secara langsung untuk melihat reaksi kulit terhadap bahan-bahan kimia tertentu. Tes ini umum digunakan untuk mengenali keberadaan alergi kulit seperti dermatitis atau eksem. Kulit punggung anak akan ditempeli dengan bahan penyebab alergi dalam jumlah tertentu. Hasilnya dapat diketahui setelah 48 jam.

[iconed_featured_text title=”Tes RAST” icon=”arrow-right” icon_solid=”no” icon_color=”accent_color” href=””][/iconed_featured_text]
Tes RAST (Radio Allergo Sorbent Test) adalah tes yang digunakan untuk mengukur kadar immunoglobulin (antibodi) yang ada dalam tubuh, ditujukan untuk mengetahui alergi terhadap alergen hirup dan alergen makanan. Tes ini sudah menggunakan alat modern yang lebih canggih, sehingga Anda atau anak Anda tak perlu lagi melakukan kontak dengan alergen, cukup dengan sedikit sampel darah. Hasil dapat diketahui setelah 4 jam.

[iconed_featured_text title=”Challenge Test” icon=”arrow-right” icon_solid=”no” icon_color=”accent_color” href=””][/iconed_featured_text]
Challenge test adalah tes yang cukup ekstrem, dilakukan dengan cara memberikan alergen dalam jumlah banyak (makanan atau obat-obatan). Tes ini tidak lagi banyak digunakan karena berbahaya, juga karena alat tes alergi semakin canggih sehingga kita dapat mengetahui jenis alergi dengan tes lain.

[iconed_featured_text title=”Tes Paru-Paru” icon=”arrow-right” icon_solid=”no” icon_color=”accent_color” href=””][/iconed_featured_text]

Tes paru-paru lebih diperkenankan bagi mereka yang memiliki masalah dengan alergi sistem pernapasan. Alergennya pun macam-macam, bisa debu, serbuk sari, asap rokok, polusi udara, tungau, atau bulu binatang.

[icon icon=”heart” color=”” size=”small” icon_solid=”no”][/icon]

Jujur, tak mudah mengetahui jenis alergi dan alergennya. Saya sendiri rasanya sudah pernah mengalami berbagai jenis alergi dari mulai biduran setiap kali terkena air sampai moon face setelah meminum paracetamol. Meskipun alergi bisa diturunkan secara genetik (dalam kasus saya dan anak-anak, sekitar 40%), tapi seperti yang saya ceritakan di awal, mereka berdua bereaksi terhadap alergen yang berbeda. Belum, saya belum melakukan tes alergi secara medis kepada Aksa karena tes itu baru bisa dilakukan pada anak usia minimal tiga tahun. Sebagai langkah awal, saya hanya mencatat jenis alergen, reaksi, dan sebisa mungkin menghindari pemicunya.

Well, jika Anda dan anak Anda dicurigai menderita alergi, sebaiknya konsultasikan jenis alergi kepada ahli medis terlebih dahulu sebelum melakukan tes karena tes yang saya sebutkan di atas tidak bisa dilakukan sendiri. Alergi memang bukan penyakit yang mudah diobati, tapi jangan berkecil hati, pemicu alergi bisa dihindari.

Salam,
~eL

2 thoughts on “Konsultasikan Alergi dan Ketahui Cara Mudah Mendeteksi Alergi dalam Tubuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *