KUKIRIM ABU KITA KE ALAMATMU

Pusaran kelak berakhir dalam muara serupa delta. Ikatan terberai usai, digubah bara jadi jelaga. Asmara menyaru hantu, tergugu, terkikik-kikik dendangkan luka. Perihmu, tangisku, luka kita berdua.

Tapak-tapak kita dihapus bah sepanjang hari. Lantak, terguncang lindu, sisakan sunyi.

“Pergilah, nanti kukirim abu kita ke alamatmu,” katamu.

“Jaga diri baik-baik! Mungkin aku tak akan sempat kembali,” pamitku.

Kemudian kita berjalan beriringan. Berpisah di sebuah tikungan. Tak ada lambaian tangan. Tak jua kecupan. Sudah lama sekali hati tak bersentuhan.

Kisaran itu bertepi di sini rupanya. Aku harus bilang apa? Cinta memang telah bertemu dengan takdirnya.

sebuah catatan perpisahan

2 Comments

  1. May 21, 2009 at 4:25 pm

    ah… manis…

    dan kerasa paitnya…

  2. Skylashtar-Reply
    May 23, 2009 at 12:26 am

    naz, kayak kopi dong, ada manis ada pahitnya juga 😀

Leave a Reply