LAYLA – MAJNUN

:Arief Fitra & Skylashtar Maryam

/1/

Persenggamaan kita, kekasih

selalu dibubuhi kerpak-kerpak letih

aku mengeluh sedih, kamu pincang tertatih

simpang jalan dijejali buih demi buih

/2/

Katamu,

punggung kita masih cukup lebar

untuk menyimpan gunung

Tapi seperti inikah,

tempat tidur yang mesti kita kandung?

pada akhirnya magma

yang letup

yang ledak

mengalirkan dosa dari dalam gua

/3/

Persenggamaan kita, kekasih

makin sering diisi tajam kemauan yang saling menikam

lihat ke dadaku dadamu

sebuah kaca tumbuh di sana

memantulkan nama kita dengan rapi

ah, sayang cuma kita yang tahu

betapa semua orang rusak mata

terbalilk mengeja huruf demi huruf

/4/

Katamu,

panggung ini masih berkenan memberikan peran

meski, kurasa kita akan berkabung

mereka, tak begitu menyukai adegan ranjang

Tapi sejurang inikah kesakitan yang mesti

kita tampung?

Oh, kekasih

persenggamaan kita

makin pucat

mereka tak peduli pada anak-anak kita

yang terlahir cacat

Bandung – Semarang

5-8 Agustus 2010

catatan: bagian satu aku yang menulis, bagian 2-4 diteruskan oleh Arief Fitra

2 Comments

  1. August 19, 2010 at 7:01 pm

    aku yang majenun, aku yang pandir. aku yang kukira bukan aku.

  2. August 25, 2010 at 12:31 pm

    ^_^, kunjungan diplomasi nih? atas kerjasama bilateral kita yang sukses ini?

Leave a Reply