Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons & InvolveAsia X HB & BB. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher berrybenka dan voucher hijabenka disponsori oleh Berrybenka & Hijabenka.
♥♥♥
Sejak aktif sebagai sukarelawan di The Street Store Indonesia, sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk memanusiakan warga miskin dengan cara memberikan bantuan sandang terutama saat lebaran, ada dua hal yang saya sadari. Pertama, sejak tiga tahun terakhir, saya memakai pakaian yang sama setiap kali lebaran: gamis motif bunga-bunga pemberian Ibu dan kerudung merah pemberian mertua (sekarang sudah mantan mertua). Gamis dan kerudung merah itu telah pula saya sumbangkan karena saya pikir itu pakaian Lebaran terbaik yang saya miliki, baru dipakai tiga kali dan dengan senang hati akan saya berikan kepada orang lain agar pemiliknya yang baru bisa berbahagia di hari raya.

Pada suatu masa yang entah kapan, saya pernah mengajukan proposal kepada Ibu, isinya adalah bahwa saya akan memakai baju kebangsaan saat Lebaran: jeans bolong dan kaos Metallica. Proposal itu tentu saja ditolak mentah-mentah, Ibu bahkan “mengancam” akan mengunci saya di kamar jika saya berani-beraninya melakukan itu. Mungkin itu yang melatarbelakangi mengapa Ibu membelikan gamis bunga-bunga untuk saya tiga tahun lalu.
Beberapa hari lalu, saya kembali mengajukan proposal yang sama, bahwa saya akan memakai jeans dan kaos abu-abu yang sudah sering saya pakai ke mana-mana. Kali ini ancaman Ibu lebih mengerikan, konon beliau akan mengembargo ketupat dan opor dari jangkauan saya. Maka saya menyerah, dan dengan senang hati membuat semacam outfit wishlist Lebaran penuh gaya versi saya sendiri.
Dalam suasana Lebaran seperti ini, saya tahu kalau berbagai pusat perbelanjaan sudah penuh dengan berbagai macam orang, tentu saya tidak akan memiliki waktu dan tenaga untuk melihat-lihat dari satu toko ke toko yang lain. Maka saya mengambil smartphone, masuk ke aplikasi Hijabenka dan Berrybenka lalu mulai memilih-milih pakaian yang saya inginkan.
Kenapa Hijabenka dan Berrybenka? Ada beberapa alasan mengapa saya memilih dua e-commerce ini:
  1. Hijabenka adalah e-commerce pakaian muslim dengan style yang fashionable.
  2. Di Berrybenka, saya bisa memilih gaya busana yang saya inginkan, disesuaikan dengan kepribadian.
  3. Saya suka dengan model, warna, dan kualitas produk-produk Hijabenka dan Berrybenka. 
  4. Produk-produk berlabel Berrbenka adalah favorit saya.
  5. Ada banyak diskon, apalagi ketika menjelang hari raya. 
  6. Dengan berbelanja di sana, saya tidak perlu berdesak-desakan di pusat perbelanjaan, cukup bermodalkan smartphone atau laptop, memilih, selesai. 
♥♥♥

DARK ELEGANT OUTFIT

Tidak, kali ini saya tidak memilih gamis berbunga-bunga karena itu tidak lagi sesuai dengan kepribadian saya. Agar Lebaran lebih bergaya, saya justru memilih nuansa hitam dan abu-abu. Warna-warna gelap, segelap kisah percintaan saya. #eh

1. TOP – THYRA TOP BLACK (Havva – Hijabenka)

Ada beberapa wacana mengapa saya memilih Thyra Top Black sebagai atasan, selain untuk menyamarkan bentuk tubuh yang sudah mulai gendutan, tentunya.
  • Ketika pertama kali melihatnya, saya langsung jatuh cinta dengan blus ini. Ini alasan yang cukup kuat meski impulsif. 
  • Berbahan poliester yang artinya jatuh tanpa membentuk lekuk tubuh. Syar’i kalau kata Mamah Dedeh mah. 
  • Blus ini berbentuk asimetris dan berlayer sehingga memberikan kesan dinamis dan tidak membosankan seperti model kemeja biasa. 
  • Karena warnanya hitam dan akan memberikan kesan langsing. (Tadi katanya nggak akan dibahas. Hih!)

    2. BOTTOM – ASAKO STRIPE CULLOTE CREAM (Luvhijab – Hijabenka)

    Saya hanya patuh terhadap panduan di majalah-majalah fesyen ketika memilih kulot ini, bahwa untuk memberikan kesan langsing dan tinggi, pilihlah pakaian bermotif vertikal. Alasan lainnya adalah:
    • Kenapa kulot? Kenapa bukan celana pipa yang sedang trend? Tubuh saya berbentuk kotak dan pinggul saya kecil, memakai celana pipa yang notabene ngepas di pinggul hanya akan membuat bentuk tubuh saya semakin kotak. Lagi pula, saya tidak terlalu suka memakai pakaian yang terlalu ngepas di badan.
    • Pinggangnya karet, tidak akan menyiksa perut yang sudah tidak ramah ini. Saya juga punya anak batita yang artinya harus siaga berpakaian dalam waktu 3 menit. Dengan begini, tidak akan berurusan dengan kancing dan resleting dan sebagainya. 

    3. PHASMINA – AIKA GREY (Kayra – Hijabenka)

    Aha, akhirnya saya menemukan phasmina yang sesuai dengan hati nurani, eh, sesuai dengan selera saya.
    • Warna abu-abu sengaja saya pilih agar keseluruhan penampilan saya bergradasi, tidak hanya hitam. Well, seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, warna kulit saya sawo terlalu matang. Mengingat kulit saya tidak memiliki kemampuan glowing in the dark, jadi saya menghindari memilih pakaian warna hitam top to toe. 
    • Warna abunya tidak ngabelegbeg, tapi bercorak-corak putih. Anda tahu kan maksud saya? 
    • Karena bahannya katun, jadi lebih mudah dipakai dan tidak gogolosoran. (Aduh ini kenapa jadi basa Sunda?)
    • Ada terselip harapan bahwa dengan memakai model phasmina yang sama, saya bisa secantik mbak-mbak modelnya. 

    4. SEPATU – ALTHEA HEELS BLACK (Berrybenka Label – Berrybenka)

    Anda ingin alasan jujur atau setengah jujur? Oke, sejujurnya, hanya ini sepatu yang size-nya available dan saya sukai modelnya. Kaki saya 26 cm, biasa memakai size 41. Ini ada high heels dengan panjang 26 cm, kurang gembira apa coba?
    • Seperti yang dikatakan Marlyn Monroe, “Give a girl the right shoes, and she can conquer the world.”  Sepatu hak tinggi akan memberikan rasa percaya diri kepada perempuan mana saja, termasuk saya. 
    • I can handle 8.5 cm heels. Yaaa … tijalikeuh sekali dua kali mah wajar lah. 

      5. CLUTCH – FLOW (Primrose – Hijabenka)

      Hanya di momen spesial seperti Lebaran saya akan rela meninggalkan bagpack dan beralih ke clutch. But, to be honest, I fall in love with this one. 
      • Saya memilih clutch yang desainnya lebih sederhana namun mengandung pesan tersirat yang kuat. Ini clutch berbentuk seperti amplop, bukan? Ya, siapa tahu dengan begini akan semakin banyak yang memberikan salam tempel ketika silaturahmi. #Ehgimana?
      • Oke, kali ini saya serius. Sebetulnya ini warna burly wood, tapi karena bahannya beledu atau suede yang mengkilat, jadi lebih tampak keemasan. Berdasarkan psikologi warna, warna-warna gold adalah lambang kejayaan, kesuksesan, dan status. Overall, Flow burly wood akan melengkapi penampilan saya.

      6. KALUNG – NAKEITA NECKLACE BLACK (Berrybenka Label – Berrybenka)

      Agar gaya Lebaran saya semakin paripurna, saya sengaja memilih dua jenis aksesories: kalung dan gelang. Untuk kalung, saya memilih Nakeita Necklace Black dari Berrybenka Label.
      • Bentuk wajah saya persegi, meski ketika memakai phasmina Lebaran nanti, tetap saja akan tampak persegi. Nah, liontin berbentuk bulat adalah yang paling cocok untuk bentuk wajah saya. Pun, ukurannya tidak terlalu besar. 
      • Tali kalung yang bertumpuk memberikan kesan “bold”, kesan seperti ini cocok untuk momen-momen resmi. Silaturahmi, misalnya. 
      • Memiliki aksen gold sehingga senada dengan clutch. Bukan itu saja, aksen ini juga menyulap outfit saya yang tadinya hanya monokrom menjadi lebih berwarna. 

        7. GELANG – NIDAW BRACELET (Berrybenka Label)

        Anda yang telah lama mengenal saya sepertinya akan berpikir bahwa dengan berdandan a la hijaber maka identitas asli saya yang tomboy akan hilang. Well, tunggu sampai Anda lihat Nidaw Bracelet. 
        • Saya bukan penggemar garis keras rock alternatif sih, tapi aksen studs yang mirip dengan spike ini seakan-akan mengatakan bahwa meskipun memakai high heels, saya tetap rocker seperti biasa. *euheum
        • Desain gelang ini berada di tengah-tengah, antara feminim dan maskulin. Saya suka bahannya yang terbuat dari kulit, suka dengan aksennya. Juga suka dengan kesan yang ditimbulkannya. 

        ♥♥♥
        Dua minggu belakangan saya sibuk mengumpulkan donasi berupa baju, tas, dan sepatu layak pakai agar bisa dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Dari kegiatan sukarelawan ini, hal kedua yang saya sadari adalah bahwa tidak pernah sekalipun saya membelikan Bapak dan Ibu pakaian, baik saat Lebaran maupun di hari lain. Jika saya selalu bersedia berada di barisan paling depan ketika menolong orang lain, mengapa saya justru lupa kepada keluarga sendiri? Padahal, bukankah sedekah paling mulia adalah yang diberikan kepada orang-orang terdekat?
        Maka ketika beberapa hari lalu Ibu membongkar lemari pakaiannya dengan maksud mencari pakaian yang bisa dipakai lebaran dan hanya menemukan sepotong gamis usang, hati saya berdenyut nyeri. Iya, saya memang sudah berjanji akan tampil “layak” dan beliau sudah berjanji tidak akan mengembargo saya dari ketupat dan opor. Namun, ketika saya menatap gamis usang itu, tetap saja ada rasa nyeri yang tersisa.
        Ibu, di usianya yang sudah baru setengah abad, adalah perempuan yang kecantikan dan kesehatannya digerus penyakit bernama stroke ringan. Sepuluh tahun silam penampilannya masih sering membuat saya iri karena setiap kali bepergian, ialah yang selalu menjadi pusat perhatian, bukan saya putrinya yang notabene lebih muda. Sekarang, ia lebih mirip perempuan berusia dua puluh tahun lebih tua, dengan kaki kiri terseret-seret setiap kali berjalan dan tangan kiri yang tidak berfungsi dengan baik. Bukan hanya penampilan, bahkan kepercayaan dirinya hilang, ia yang dulu perempuan periang kini menjadi lebih murung.
        Kata dokter yang memeriksanya, satu-satunya obat paling mujarab untuk stroke adalah pikiran. Jadi, dengan mengembalikan kepercayaan dirinya, saya berharap akan menyembuhkan pula penyakitnya.
        Selain membuat outfit berisi wishlist untuk saya, saya pun membuatkan untuk Ibu dan Bapak. Lebaran tahun ini saya bukan hanya ingin membuatnya lebih bahagia, tapi juga lebih gaya.

        CREAMY PEACE UNTUK IBU

        Terinspirasi dari outfit modelnya Piping Tops, saya memilih pakaian bernuansa warna-warna netral yang saya kira pasti cocok untuk Ibu. Kenapa saya memilih perpaduan warna krem, cokelat, dan gold? Karena di usianya, warna-warna ini akan membuat Ibu tampak lebih matang, lebih bijaksana, dan tentu saja, tak kalah gaya dengan anak muda. Ini outfit yang saya buat:

        1. TOP – PIPING TOPS dari WAHMS (Hijabenka)

        Saya memilih ini karena:
        • Warnanya netral, warna kulit Ibu yang sudah tidak sekuning langsat dulu akan cocok memakai warna ini. Lagi pula, warna netral akan selalu cocok dipakai dalam setiap kesempatan.
        • Tidak terlalu banyak detail. Ibu bertubuh gemuk, tunik simpel seperti ini akan membuatnya tampak lebih langsing. (P.S. Semoga beliau tidak membaca ini. Mengatainya gemuk sama artinya menabuh genderang perang ^-^)
        • Ada dua saku di samping kiri dan kanan. Ini syarat utama setiap kali ia membeli pakaian: saku.

        2. BOTTOM –  ORGANIC BASIC PANTS BEIGE dari Cocolyn Apparel (Berrybenka)

        Saya selalu suka jika Ibu memakai celana panjang berbahan katun, ia nampak lebih elegan. Jadi celana inilah yang saya pilihkan. Karena:
        • Warna beige atau yang lebih tua dari tunik akan menciptakan gradasi yang chic.
        • Berbahan katun, mudah dirawat namun tetap elegan ketika dipakai.
        • Pinggannya karet, bukan kancing atau resleting sehingga mudah dipakai oleh Ibu.

        3. PHASMINA – GLOOMY SHAWL BEIGE dari Syaranite (Hijabenka)

        Pilihan phasmina yang sewarna dengan celana ini memang akan membuat outfit tampak seperti seragam pengajian #eh, jadi sengaja saya pilihkan phasmina yang bertekstur dan memiliki aksen glitter agar penampilan Ibu tampak lebih dinamis.
        • Sewarna dengan celana tapi memiliki aksen dan tekstur.
        • Berbahan katun yang mudah dibentuk. Ibu agak sulit memakai jilbab yang bukan jilbab instan karena tangan kirinya tidak berfungsi dengan baik. Phasmina berbahan katun ini, saya harap akan lebih mudah dipakai.

        4. SEPATU – WOMEN DR.KEVIN LEATHER 43125 CASUAL SHOES dari Dr. Kevin (Berrybenka)

        Memilih sepatu untuk Ibu itu susah-susah gampang, lebih sulit daripada memilih sepatu untuk saya. Dulu, ketika awal-awal Ibu kena stroke, sandal yang beliau pakai sering terlepas ketika dipakai berjalan. Jika itu terjadi, biasanya ia akan terdiam lama, memandangi kakinya, ada mendung di wajahnya. Bertahun kemudian peristiwa seperti itu memang berubah menjadi guyonan di antara kami, tapi hati saya tetap saja sakit ketika melihatnya. Jadi, sepatu untuk Ibu harus yang nyaman, bertali, dan mudah dipakai. Pilihan saya jatuh pada sepatu sandal warna cokelat ini.
        • Warna cokelatnya sesuai dengan tema “Creamy Peace” yang saya buat.
        • Modelnya juga sesuai dengan outfit secara keseluruhan.
        • Sol karet aman dan nyaman untuk dipakai, terutama oleh Ibu.
        • Dilengkapi dengan tali yang adjustable sehingga tidak menyulitkan Ibu untuk memakai sekaligus tidak akan terlepas jika sedang dipakai.

        5. CLUTCH – CHLOE BRONZE (Primrose – Hijabenka)

        Saya selalu membayangkan Ibu yang dulu, yang periang dan dinamis. Yang giat memulai apa saja demi membantu Bapak dan perekonomian keluarga. Ibu yang selalu membuat saya bangga karena setiap kali datang ke sekolah teman-teman saya selalu berkata, “Ibu kamu cantik ya.”
        Itu sebabnya mengapa saya juga memilihkan sebuah clutch untuk melengkapi gaya lebarannya. Agar ia lebih elegan, lebih percaya diri, dan memiliki semangat lebih untuk sembuh. Chloe Bronze ini menarik hati saya karena ukurannya tidak terlalu besar, berwarna emas namun tidak terlalu ngejreng, dan tidak memiliki terlalu banyak detail.

        ♥♥♥

        WHITE & CLEAN UNTUK BAPAK

        Ah, membuat wishlist baju Lebaran untuk Ibu rasanya tidak lengkap jika tidak membuat pula untuk Bapak. Kali ini saya terinspirasi dari penampilan Men Adam AW Koko White yang ada di kategori baju koko. Bapak berkulit sawo matang cenderung legam, sama seperti warna kulit saya. Di hari Lebaran, saya ingin ia terlihat bersih, gaya, sekaligus terlihat lebih bijaksana, sesuai dengan usianya. Ini outfit wishlist yang saya buat untuk Bapak:

        1. TOP – MEN ADAM AW KOKO WHITE (Carvil – Hijabenka)

        Saya memilih baju koko dengan warna dan motif ini karena terlihat sederhana tapi tetap bergaya.
        • Bapak adalah lelaki tinggi besar berkumis tebal, rasanya tidak lucu jika beliau memakai baju koko dengan motif yang terlalu ramai. Lagi pula, baju koko memberikan kesan bertakwa, sesuatu yang selama ini saya dan Ibu harapkan dari Bapak.
        • Warna motif senada dengan outfit Ibu, memberikan kesan kompak tapi tidak statis.
        • Saya sengaja memilih baju koko berlengan panjang agar bisa dipakai dalam berbagai kepentingan. Ya salat Idul Fitri, ya silaturahmi.

        2. BOTTOM – ADDISON 11601801 01 (Emba Casual – Berrybenka)

        Celana panjang warna hitam berbahan poliester saya kira adalah pilihan yang tepat.
        • Bahan poliester lebih mudah dibersihkan, juga tidak terlalu “santai” seperti jeans atau twill yang terkesan “berat”.
        • Hitam karena kontras dengan baju kokonya.

        3. SANDAL – MEN BEN 3S SANDALS CAMEL (Jim Joker – Berrybenka)

        Senada dengan sepatu sandal warna cokelat untuk Ibu, saya memilihkan sandal berwarna camel, masih gradasi cokelat tapi lebih muda.
        • Agar senada dengan motif baju koko.
        • Dengan memilih warna ini, bukan hitam, penampilan Bapak jadi lebih dinamis.
        ♥♥♥

        Saya sadar bahwa di atas segalanya, kebahagiaan paling berharga ketika Lebaran adalah dengan berkumpul bersama keluarga. Namun, tidak ada salahnya jika Lebaran tahun ini dilalui juga dengan outfit penuh gaya. Semoga wishlist yang saya buat bisa terealisasi segera agar jatah opor tidak dikurangi, eh, maksud saya agar bisa memberikan hadiah untuk Ibu dan Bapak.
        Jika dua minggu belakangan saya sudah menunaikan usaha membahagiakan orang lain dengan ikut serta dalam aksi kemanusiaan, maka sekarang waktunya untuk menunaikan menghantar kebahagiaan untuk orang-orang terdekat, orang tua saya.
        Salam,
        ~eL

        14 Comments

        1. June 28, 2016 at 2:49 am

          Waa… teteh pasti cakep dengan gaya itu. Keren teh pilihannya.

        2. June 28, 2016 at 3:49 am

          Heuheuheu. Lebaran jadi makin gaya kayaknya ya?

        3. June 28, 2016 at 6:24 am

          Uchannnnn, ih ratjoen banget sih.., gw jadi beneran buka berrybenka saking naksirnya sama outfit2 yang lo pajang, terutama blus sama kulotnya, kece banget buat Lebaran ;p

        4. June 28, 2016 at 9:09 am

          Naksir banget deh sama Pashmina, sandal yang warna coklat itu, teh hhheee

        5. June 29, 2016 at 3:04 am

          kalo saya, pilihannya banyak yg warna abu2 hehe… tapi yg creamy peace-nya keren2 juga 🙂

        6. June 29, 2016 at 6:09 am

          Selamat y mba menang 🙂

        7. June 29, 2016 at 4:57 pm

          Wuih, kayanya saya bisa nyontek tuh setelan buat Bapak, tinggal sesuaiin aja dengan ukuran saya, hehehe. Btw, selamat ya Teh… Saya baru tahu kalo jadi pemenang setelah baca komentar di atas saya 😀

        8. June 30, 2016 at 8:03 am

          wah, istriku gak boleh liat postingan ini. bisa kalap ngajak shoping

        9. July 4, 2016 at 12:25 am

          Cocok di elu deh, Kak. Gue juga bikin postingan ini lama karena … nyari bajunya membingungnkan, banyak yang bagus. Hahaha.

        10. July 4, 2016 at 12:26 am

          Meluncur langsung ke link-nya aja, Sist. 😀

        Leave a Reply