LET IT GO, SET YOU FREE

Apa yang kita rasakan apabila pasangan kita selingkuh? Kesal? Sakit hati? Tak jarang menyalahkan diri sendiri? Atau mungkin kita ingin merajam pasangan kita dan selingkuhannya?

Mengapa? Sebab kita merasa memilikinya hingga berhak mengekang dia untuk selamanya? Karena salah satu elemen dari pernikahan adalah kesetiaan, lalu perselingkuhan dianggap menodai noktah suci pernikahan itu sendiri?

Bisa jadi begitu. Tapi untuk apa? Mengapa harus mati-matian mempertahankan seseorang yang toh akhirnya akan pergi juga? Kenapa harus menyiksa diri kita dengan cara merantai satu-satunya cinta yang kita punya? Relakan saja. Toh cinta itu tetap milik kita meski tak berbalas dan dikhianati sedemikian rupa.

Rasanya memang sakit mendapati istri atau suami kita di tempat tidur dengan wanita atau pria lain. Rasanya memang perih memergoki pasangan kita bergandengan tangan mesra di pantai dengan orang lain. Lalu apa? Membalasnya dengan selingkuh juga? Kalau begitu, kapan semuanya akan berakhir? Seperti menjejerkan balok-balok kemudian ujungnya kita gulingkan, lalu balok pertama akan mengenai balok kedua, dan balok kedua ikut terguling mengenai balok ketiga. Begitu seterusnya sampai seluruh balok jatuh bergelimpangan. Apa yang akan kita dapatkan? Jatuh sama-sama, terguling sama-sama, hancur menjadi kepingan juga bersama-sama? Hhh…kasihanilah diri Anda dengan tidak melakukan hal bodoh lagi.

Ketika memutuskan untuk bercinta, sesungguhnya kita telah membuka sebuah kotak pandora. Merelakan diri untuk diinfeksi virus yang sampai saat ini belum ada penawarnya. Jadi, nikmati saja semua resikonya.

Perselingkuhan adalah bentuk pengkhianatan terhadap cinta itu sendiri, bukan terhadap kita. Maka biarlah, biarkan pasangan kita yang selingkuh itu menyelesaikan pertikaiannya sendiri. Ngapain repot-repot ikut campur. Jangan biarkan diri kita terbebani dengan kenyataan pengkhianatan. Lepaskan saja! Relakan saja! Bebaskan diri kita dari belenggu.

Sudah saatnya meyetel diri dan cinta yang kita miliki dengan bijaksana. Tanpa beban. Dengan begitu kita akan mendapati hati kita lapang. Wajah bebas kerutan. Dan tentu saja, awet muda karena pikiran kita tak harus dijejali sampah setiap kalinya.

“If you fall in love with another, and she/he falls in love with you, and then love choose to leave, do not try to reclaim it or to assess blame, let it go. There is a reason and there is a meaning. You will know in time…”

Leave a Reply