MALAM REBAH DI BIBIRKU

Dan di malam ini engkau selalu rebah di bibirku
menadah tempias kata-kata
selalu saja mengenang 
tebing jendela dada
yang deras
yang renggas
Aksara yang engkau sadap dari pepucuk rima
ternyata leleh luka yang dibawa gerimis
ke atas daun mataku
yang layu
yang makin kayu
Bibir ini, sekian waktu
dipagut jejalan penanda
riuh menghujan pada peta

Leave a Reply