Manfaat Berkata “IYA BOLEH” pada Si Kecil

Pagi itu saya dibangunkan oleh suara keran kamar mandi yang mengucur dengan deras. Siapa lagi pelakunya kalau bukan anak saya, Aksa (2 tahun 8 bulan). Gegas saya ke kamar mandi dan mendapati dia sedang “memandikan” semua mobil-mobilan, baju yang dia pakai tentu sudah basah semua. Tadinya saya akan marah, tapi saya tahan.

Saya: Hai, lagi ngapain?
Aksa: Eh, Unda udah banun. Ini agi anti popok, mobiyna eek. (Eh, Bunda udah bangun. Ini lagi ganti popok, mobilnya eek)
Saya: *ngakak

Setelah itu, saya langsung memandikannya dan memberi pengertian bahwa kalau mau ke kamar mandi, harus minta izin dulu kepada saya. Termasuk kalau dia mau “mengganti popok” mobil-mobilannya. Setelah hari itu, dia selalu bertanya, “Unda, mobiy yang ini boyeh dicuci?” atau “Unda, Dedek boyeh anti popok ndili?”

Terlepas dari logika berpikirnya yang masih absurd, saya belajar banyak bahwa batita seusia dia memang sedang belajar mengeksplorasi lingkungannya. Terlalu banyak melarang atau langsung marah tanpa bertanya terlebih dahulu justru akan mengekang perkembangan otaknya.

Tapi jujur, sebagai orang tua, saya sendiri sering bingung kapan harus melarang dan kapan memperbolehkan. Nah, kebetulan sekali topik ini dibahas dalam Dancow Parenting Seminar yang bertajuk “Berkata IYA BOLEH untuk EKSPLORASI Si Kecil”. Seminar yang diadakan pada hari Sabtu, 20 Mei 2017 dan bertempat di ballroom The Trans Luxury Hotel, Bandung ini menggandeng tiga pakar sekaligus. 

  1. Vera itabiliana Psi, Psi. (Pakar psikologi perkembangan anak)
  2. Dr. dr. Rini Sekartini (Dokter spesialis anak)
  3. Rita Ramayulis, DCN, Mkes (Pakar nutrisi dan tumbuh kembang)

Poin-Poin Penting

Jadi, apa sih manfaat berkata “IYA BOLEH” pada si kecil? Well, mungkin itu kalimat biasa, tapi siapa sangka bahwa dua kata “IYA BOLEH” justru bisa menentukan masa depan anak-anak kita. 

  1. Si kecil memiliki kesempatan untuk bereksplorasi dan menemukan pengetahuan baru.
  2. Si kecil jadi lebih percaya diri dan belajar untuk mandiri.
  3. Si kecil belajar untuk mengetahui batasan-batasan yang kita tetapkan.
  4. Si kecil belajar untuk mengambil keputusan sendiri.

Eits, tapi tunggu dulu. Apakah ketika si kecil bertanya “bolehkah?” lantas kita harus terus-terusan mengatakan “IYA BOLEH”? Ya, tidak selalu, Bun. Maksudnya, jika hal itu justru berbaya bagi si kecil, ya, sebaiknya dilarang. Maka dari itu, kitalah sebagai orang tua yang menentukan batasannya. Tentu saja dengan diberi pengertian yang bisa ditangkap oleh anak-anak.

Anda yang masih penasaran dan tertarik dengan seminar ini, bisa kok mengikuti seminar yang sama di kota Anda. FYI, Dancow Parenting Center tidak hanya mengadakan seminar di Kota Bandung, tapi juga di kota-kota lainnya.

Oh iya, Anda juga bisa membaca tulisan yang lebih komprehensif tentang seminar ini di blog kawan saya Amy Zet.

Salam,
~eL

Please feel free to share

4 Comments

  1. August 13, 2017 at 7:29 am

    Kadang saking khawatirnya saya sebagai orang tua, jadi panik dan refleks melarang. Tapi dengan seringnya ikut seminar parenting, jadi paham kalau dengan eksplorasi, anak-anak belajar banyak hal 🙂

  2. June 10, 2017 at 10:43 pm

    Salam kenal y mbak. Saya juga kadang bingung melarang atau membiarkan. Anak saya semakin diberitahu semakin dibuatnya jadi.

  3. June 3, 2017 at 4:35 am

    Kalau jeleknya aku, “Iya, boleh, Nak. Tapi …” -_-

    • June 4, 2017 at 10:54 am

      Kata ahlinya di seminar kemarin, boleh kok bilang “tapi”, maksudnya itu kan demi keselamatan anak kita juga.

Leave A Comment