MANTAN-MANTAN KEKASIH

Ah,memang

Mengingat kalian ibarat mencelupkan diri ke dalam

Rotenburo di penghujung gigil musim dingin;

Hangat sementara, nyaman sia-sia,

Setelah itu hampa tak terkira

Aku dan bara momiji sentiasa menanti

Semua slide itu luruh di musim semi

Namun reranting terpatah-patah

Bahkan sebelum kita sempat akhiri desah

Aku, karasu, yang kalian sangka kupu-kupu

Bersayap hitam legam, berkoak kelam

Tapi tak ada satu pun dari kalian yang mau tahu

Bahwa saminsen yang selalu kubawa

Sesungguhnya adalah katana yang siap terhunus

Kapan saja

Ah, sudahlah!

Mengingat kalian akan membuatku mengunyah tatami

Dalam sekali gigit tanpa merasa sakit

Bandung, 18 Juni 2010

Leave a Reply