Mari Membunuh Kalender

Tanggal-tanggal itu sekadar pertanda, agar manusia-manusia bebal seperti kita tidak melulu ditikam luka. Tapi sadarkah kau, bahwa ada sekerat riwayat yang tak pernah engkau relakan untuk tenggelam? Meski sauh telah kau buang jauh-jauh, namun peta tempat di mana dermaga itu berada masih kau simpan, kau masukkan ke dalam kotak, kau jadikan ajimat. Sebadai apa memangnya tanggal-tanggal itu terjangkar di kepalamu? 

Warna hitam, warna merah, warna apa saja yang mencuat dari tanggal-tanggal itu adalah pertanda bagimu. Ketika hujan, dan berbagai perayaan masih saja terhujam, masih saja mendatangkan kenang, masih saja mencungkil-cungkil ingatan yang katanya telah kau buang. 

Maka demi waktu dan segala macam kemungkinan, bunuhlah kalender dan tanggal-tanggal di kepalamu itu. Percayalah, sayang. Hilangnya catatan-catatan itu tak akan membuatmu mati seketika dengan mulut berbusa atau dada menganga. Tulislah lagi tentang apa saja, toh hidup tak pernah berjalan ke belakang, melainkan ke depan. 

Leave a Reply