Sudahkah kuceritakan kepadamu, tentang perempuan yang menyalib tubuhnya sendiri? Berabad-abad ia berlari mengelilingi Golgota yang menjelma Safa dan Marwah. Terengah, mencari-cari jundi yang bahkan tak pernah ia miliki. 

Satu per satu … dikumpulkannya kayu dan duri. Kelak akan ia bakar di bawah tubuhnya sendiri. Sebab mayatnya yang berbau masam, dengan anyir darah di selangkangan, tak akan menarik satu pun burung bangkai. 

Sudah pulakah kuceritakan kepadamu bahwa rahimnya tak pernah menjadi garba tempat janin bertumbuh? 

“Aku akan menemui tuhan, menagih janji akan anak yang tak pernah ia berikan!” teriaknya. Rapal-rapal doa dari bibirnya yang pisau.


Jika suatu hari almanak mempertemukanmu dengannya, itu pun jika ia tak lebih dulu menjadi arwah-arwah, coba lihat dadanya yang kopong, matanya yang kosong. Di sanalah kau akan menemukan bahwa nama-nama dan wajah pernah membekas untuk kemudian tandas. 

Perempuan itu, yang setiap saat dikelantang waktu dan dijerang kata tunggu. Adalah perempuan yang senantiasa sendirian. Perempuan, yang senantiasa kesepian. 

2 Comments

  1. January 12, 2013 at 11:37 am

    golgota itu apa? hihihi… btw, ini jenis puisi bukan mba Sky?

  2. January 17, 2013 at 1:50 pm

    Golgota ( Bukit tengkorak )adalah salah satu bukit di Yerusalem dimana tempat itu adalah tempat untuk penyaliban. Dan disana (Nasrani)tempat Yesus Kristus disalibkan. Sedangkan Maria sendiri adalah ibu dari Yesus Kristus..

Leave a Reply