Kamu sering membeli sampo dalam sachet setiap kali mau keramas? Karena alasan ekonomis atau karena alasan-alasan logis lainnya? Ya, dengan begitu kamu telah memiliki andil besar untuk merusak bumi. Kandungan dalam sampo? Bukan, bukan hanya itu. Yang jadi permasalahan adalah kemasannya. PLASTIK! Seperti kita semua ketahui bahwa plastik memakan waktu ribuan tahun untuk dapat diurai oleh tanah. Sekarang coba bayangkan, jika setiap hari kamu keramas, maka dalam satu tahun akan ada sampah plastik sebanyak 365 buah. Kalikan dengan lima tahun, kalikan sepuluh tahun. Itu baru sampah punyamu. Bagaimana jika di bumi ini ada jutaan orang yang memiliki hobi memakai sampo dalam kemasan sachet sepertimu. Can you imagine? Berapa banyak sampah yang dihasilkan per harinya?


Ini barangkali hanya tindakan renik di tengah gembar-gembor isu-isu pencegahan global warming dan safe the earth. Namun, hal-hal kecil seperti inilah justru yang kita perlukan. Hal-hal kecil jika dilakukan dengan kontinyu dan bersama-sama maka akan menjadi hal yang besar dan memiliki dampak besar pula.

Padahal jika dilihat dari segi ekonomispun, memakai sampo botolan akan lebih ekonomis karena bisa lebih hemat dan tidak terlalu banyak sampah yang dihasilkan. Coba cek harganya. Sampo sachet dengan isi 5ml berharga 500 rupiah sedangkan sampo botolan berisi 180ml hanya 13,500 rupiah. You safe 4,500 rupiah.

Aku tidak tahu apakah sejenis sampo bisa dikemas dalam wadah yang lebih eco-friendly seperti daun atau tidak, tapi botol plastik lebih bisa didaur ulang menjadi barang-barang berguna lainnya daripada plastik sachet. We have no too much choices, I know. But at least, we try.

Bumi ini, kalau tidak kita yang menjaganya, lalu siapa lagi?

Leave a Reply