Foto: IM3 Ooredoo


Ketika Teh Ani Berta mengumumkan bahwa saya dan Teh Ima terpilih sebagai dua blogger asal Bandung yang akan ikut acara Hangout Bareng IM3 Ooredoo, dalam hati saya bergumam, “Is it true? Mimpi? Tampar saya, Kak, tampar!” Oke, gumaman saya itu cuma fiksi, yang betul adalah, “Yes, kerja sambil jalan-jalan, yes!” 

Ini bukan kali pertama IM3 Ooredoo mengadakan acara Hangout Bareng, tapi baru kali inilah mengajak serta para blogger. Sejak bulan Juli 2014, IM3 sudah memiliki program Hangout Bareng, pesertanya adalah para Follower of The Month (FOTM) di Twitter dan instagramer. Sebelum ini mereka jalan-jalan seru ke Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Semoga kalau IM3 mengadakan hangout bareng ke Eropa, saya diajak juga. *bikin paspor

Hangout Bareng di Bandung ini sekaligus “reuni” para FOTM, instagramer, dan blogger dari acara-acara sebelumnya ditambah beberapa orang baru, saya salah satunya. Total ada 16 orang, terdiri dari 8 FOTM, 4 instagramer, dan 4 blogger. Oh iya, sebelum saya sampai ke bagian pamer hadiah dan cinta lokasi jalan-jalan serunya, kamu sudah tahu kan FOTM itu apa? Seleb Twitter? Bukan, dong. FOTM itu para pengguna dan follower setia IM3 Ooredoo. Ya memang sih, orang setia itu rezekinya ada aja. *eh kok jadi baper?

DAY #1 

(SABTU, 19 DESEMBER 2015)

Alas Daun – Makan Siang

Hari pertama kami berkumpul di Rumah Makan Alas Daun di Jalan Citarum untuk makan siang sekaligus perkenalan. Ketika bertemu dengan tim IM3 Ooredoo dan teman-teman yang lain, terus terang saya kaget. Kaget karena tadinya saya pikir tim dari brand itu adalah orang-orang tua dewasa yang kaku dan sukar diajak seru-seruan. Eh, ternyata mereka adalah orang-orang muda yang asyik dan humble. Pun dengan para pesertanya, mereka (termasuk saya tentunya) adalah orang-orang muda yang seru.

Salah satu menu di Alas Daun
Foto: eL

Setelah makan siang, kami menuju ke Taman Hutan Raya, Dago Pakar. Bandung macet hari itu, tapi perjalanan tidak membosankan karena ada MC kondang Kak Bernard yang membuat kami tak berhenti tertawa dengan joke-joke lucunya. 

Sebagai penggiat media sosial, saya dan teman-teman tak lepas dari gadget, dong. Ada yang ngetwit, ada yang posting foto di Instagram, ada pula yang posting-posting asyik di Facebook. Tadinya saya sempat khawatir tentang jaringan, maklum, saya lebih sukar dipisahkan dengan wifi daripada dari kenangan mantan. Untungnya saya sudah upgrade kartu IM3 ke jaringan 4G, jadi selamat tinggal posting.nanti.saja.kalau.nemu.jaringan.bagus. Kamu yang belum upgrade kartu, boleh datang ke galeri Indosat terdekat, gratis kok. Syaratnya cuma satu: smartphone kamu sudah support jaringan 4G. Oh iya, jangan lupa backup nomor kontak, karena begitu di-upgrade semua data di kartu akan hilang. 

Bekal pulsa
Foto: eL

Sebentar, saya sudah cerita belum kalau kami dibekali pulsa 100 ribu? Jangan ngiri ya, jadi ketika di bus kami diberi voucher pulsa sebesar 100 ribu agar bisa tetap eksis. 

Ngomong-ngomong soal 4G, ini adalah revolusi dari sinyal 3G. Sekarang kita tidak perlu lagi khawatir tentang buffering, loading lama, atau pesan menyebalkan seperti “no connection”. Kamu bebas berselancar di dunia maya, bebas juga kepo-kepo akun mantan, dengan catatan akun mereka tidak di-private. #eh 

IM3 Ooredoo yang baru saja berganti nama, juga membawa kabar gembira. Mmmhhh … tapi kata Mbak Nissa ini masih rahasia. Tunggu saja di awal tahun depan. Yang jelas, tetap setia dengan IM3 Ooredoo supaya bisa menikmati jaringan super kecenya. (Paragraf ini mengandung pesan sponsor)

Tahura – Photo Story Challenge

Beda ya kalau fotografer profesional mah, sampai nalaktak ke meja seperti ini. 😀
Foto: eL

Jalan Citarum – Dago Pakar kami tempuh selama kurang lebih satu jam. Sebelumnya, kami dibagi ke dalam 4 tim dengan masing-masing tim terdiri dari 4 orang. Setiap tim terdiri dari 2 FOTM, 1 instagramer, dan 1 blogger. Menurut saya, konsep menggabungkan 4 orang dengan keahlian berbeda adalah konsep yang tepat. Karena terlalu banyak persamaan akan membuat sebuah tim malah menjadi timpang. 

Saya masuk ke tim 4:

  1. Isti Indah Aryanti (FOTM) — akun twitter @aryantiisti
  2. Lukman Nur (FOTM) — akun twitter @Lukmannur     
  3. Ahmad Subki (instagramer) — akun IG @eyescapist
  4. Langit Amaravati (blogger) — www.langitmaravati.com
Tiga orang tim saya berasal dari Bandung, hanya Isti yang dari Jakarta. Kadang kasihan juga sih kalau kami berbicara bahasa Sunda sementara Isti hanya bisa ternganga sambil berurai air mata. Oke, ini lebay. Maaf ya Isti, sering main-main ke Bandung atuh biar bisa bahasa Sunda. 😀

Di Tahura, tugas kami adalah membuat photo story dengan tema “freedom”. Kenapa freedom? Kenapa bukan tema yang lain? Karena IM3 Ooredoo ingin memberikan kebebasan dalam hal jaringan kepada para penggunanya. Kami pun dibebaskan untuk menginterpretasi arti kebebasan itu sendiri. 

Begitu sampai di Tahura, keempat tim langsung menyebar.Tim saya, yang diberi nama Sambalado segera berbagi tugas. Saya sebagai ketua dalam arti harfiah paling tua, mendapat tugas ongkang-ongkang kaki membuat cerita yang akan kami presentasikan. Brainstorming ide dalam waktu singkat bukan hal mudah, apalagi kami berempat baru saja kenal. Tapi karena kami tim yang hebat, ide mengalir dengan lancar. Mmmhhh … sebetulnya ide berasal dari Lukman dan Isti sih, saya dan Subki sebagai dua orang yang paling tua punya tugas lain. 

Tugas Subki adalah mengambil foto. Kamu pasti sudah melihat hasil jepretan papah muda yang satu ini di Freedom is a Choice. Saya, sebagai mamah muda blogger bertugas untuk membuat cerita dan melakukan presentasi. Lukman dan Isti dikorbankan bertugas untuk menjadi talent. 

Ada 3 tantangan besar dalam challenge ini:

  1. Kami hanya diberi waktu selama 1 jam.
  2. Selain photo story, kami juga diminta untuk membuat yel-yel, keahlian yang tidak dimiliki oleh kami berempat.   
  3. Kami harus menahan diri untuk selfie-selfie asyik di tengah keteduhan Tahura. 

 

Armor Kopi – Ngupi-Ngupi Asyik

 

Armor Kopi
Foto: eL


Setelah sesi foto selesai, tugas kami selanjutnya adalah ngopi di Armor Kopi. Ini bukan tugas, ya? Ini semacam kesenangan yang diharuskan. Hahaha. Ngopi-ngopi ini kami manfaatkan untuk saling mengenal lebih dekat, saling follow Twitter, IG, juga saling menandai yang mana yang mana yang single dan mana yang taken. *ehgimana?

Sayangnya, keasyikan kami terpangkas oleh datangnya hujan, jadi kami harus segera bubar. Perjalanan selanjutnya pun dimulai.

 

Clove Garden Hotel & Residence – Persiapan Presentasi

Selamat datang di Clove Garden
Foto: eL

Kami tiba di Clove Garden Hotel & Residence, Dago, sekitar pukul 5 sore. Setelah dibagi kamar, kami diminta untuk bersih-bersih dan mempersiapkan presentasi photo story. Tapi, sebagai para penggiat media sosial, kenyataannya tidak begitu. Rundown menjadi: tiba di hotel –> foto-foto –> check in –> bersih-bersih –> foto-foto lagi –> persiapan presentasi –> foto-foto. Ya maklum lah ya, Clove Garden yang terletak di Bukit Dago ini memiliki pemandangan yang instagramable. Kalau kamu penasaran, coba searching di Twitter atau IG dengan hestek #LoveIM3Ooredoo. 

Saya sekamar dengan Teh Ima, blogger asal Bandung. Namanya juga sesama blogger, jadilah malam kami sedikit kerja banyak curhatnya. Hahahaha. Oh iya, di acara Hangout Bareng ini ada 4 blogger, saya, Teh Ima, Adiitoo, dan Mas Unggul. Di antara mereka berempat, hanya saya yang pertama kali ikut dalam acara yang diadakan oleh Indosat. What a great opportunity. Terima kasih dulu ah sama Teh Ani dan Mbak Sisy. 🙂

Setelah check in dan bersih-bersih, seluruh tim berpencar untuk mempersiapkan presentasi. Tim Sambalado berkumpul di kamar saya, kali ini tugas sayalah untuk membuat story dari foto yang sudah diambil oleh Subki. Membuat tulisan yang menginterpretasikan kata “freedom” dalam waktu singkat juga bukan hal mudah, setidaknya bagi saya. Untungnya, saya sudah terbiasa menulis dalam tekanan. Untuk menghasilkan kata-kata, saya hanya perlu memutar kran yang tepat. *ehem

Lukman dan Isti ngapain? Tugas tambahan mereka adalah menyelesaikan yel-yel. 😀

Atmosphere Cafe – Makan Malam & Presentasi

Gini ya, kalau suatu saat kamu terpilih untuk ikut Hangout Bareng IM3 Ooredoo, yang harus kamu persiapkan selain ide adalah perut. Jangan lupa membawa ransel ukuran minimal 90 liter atau travel bag sekalian karena tentengannya segambreng. 

Acara makan malam tidak kalah serunya. Kami boleh memesan menu apa saja. Dalam kesempatan istimewa ini saya memilih sop buntut bakar dan hazelnut latte. Sayangnya, tidak ada menu balikan ke mantan. Saya bukan foodblogger dan lebih suka makan daripada foto-foto, tapi kalau kamu bertanya, sebelum makan sebaiknya kamu mempersiapkan perut. Satu porsi sob buntut bakar cukup untuk dua orang. Untungnya saat itu saya cukup lapar sehingga porsi besar itu berhasil saya habiskan. Kalau tidak habis, mungkin saya akan minta dibungkus. Biarin dibilang norak juga, bagi saya mah pamali membuang-buang makanan.  

Setelah makan malam selesai, waktunya presentasi yel-yel dan photo story. Ini saat-saat paling epik, ketika keempat tim unjuk kebolehan untuk memperebutkan hadiah. 

Suasana kafe yang remang-remang tidak menyurutkan semangat kami. Satu per satu tim mulai mempresentasikan arti “freedom” di depan peserta dan para juri dari panitia. Tim 1 diwakili Adiitoo, blogger asal Jakarta. Tim 2 diwakili Teh Ima, tim 3 oleh Mas Unggul, tim 4 oleh saya. 

Masing-masing tim jelas bersaing untuk memperebutkan posisi terbaik, tapi saya memerhatikan bahwa iklim kompetisi di sini sangat sehat. Masing-masing dari kami saling memberikan dukungan, saling menularkan semangat, terus-terusan tertawa dan bertepuk tangan. Hal yang saya apresiasi dalam hati. 

Arti Kebebasan Bagi Sambalado

Saya mau bercerita sedikit tentang arti kebebasan bagi tim saya. Bagi kami, bebas artinya memilih. Kami mengaitkan teknologi komunikasi dengan kepedulian terhadap lingkungan. Kita manusia-manusia modern memang sering kali terlena dengan kemudahan sehingga lebih sering lupa bahwa segala sesuatu dalam hidup haruslah seimbang. 

Kita bisa memilih untuk menjadi budak teknologi atau menggunakannya untuk saling berbagi inspirasi. Sinyal 4G yang difasilitasi IM3 Ooredoo tentu akan lebih berarti jika digunakan untuk hal-hal yang lebih berguna daripada untuk … mmmhhh … misalnya stalking akun mantan. *oke cut

Para Jawara

Sebetulnya, tidak ada yang menang dan kalah malam itu. Masing-masing dari kami adalah jawara, yang membedakan hanyalah yang satu membawa pulang smartphone sedang yang lain tidak. Itu saja. Hahahah.

Setelah melalui penghitungan nilai yang cukup pelik, urutan jawara pun diumumkan. 

Foto: IM3 Ooredoo
Juara 4, diraih ole tim 2. 
Masing-masing mendapatkan voucher MAP sebesar 250 ribu rupiah.
 
 
Foto: IM3 Ooredoo
Juara 3, diraih oleh tim 1. 
Masing-masing mendapatkan voucher MAP sebesar 500 ribu rupiah.
 


Foto: IM3 Ooredoo
Juara 2, diraih oleh tim 4 (tim saya). 
Masing-masing mendapatkan voucher MAP sebesar 750 ribu rupiah.
 


Foto: IM3 Ooredoo


Juara 1, diberikan kepada tim 3. 
Masing-masing mendapatkan smartphone 4G.

Ada juga juara untuk yel-yel terbaik yang diraih oleh Tim 2, masing-masing mendapatkan voucher MAP sebesar 250 ribu rupiah. 

Clove Garden 

 Clove Garden malam hari
Foto: eL


Tadinya kami mau bermalam mingguan di Braga Car Free Night, tapi karena waktu tidak mencukupi dan kemacetan Kota Bandung yang mengerikan, kami memutuskan untuk kembali ke hotel.

Di hotel, kami tidak langsung masuk ke kamar, melainkan ngopi-ngopi asyik dulu di halaman hotel. Malam minggu, ditemani kopi, teman-teman baru, dan pemandangan lampu-lampu Kota Bandung di bawah sana, what a perfect night. Meski saya melaluinya dalam keadaan berpikir. Mau tak mau membuka netbook dan berusaha menyelesaikan beberapa tulisan. 

Sekitar pukul 1 pagi, barulah kami semua bubar dan berisirahat untuk kegiatan esok harinya. 

*


Oke, sekian cerita Hangout Bareng IM3 Ooredoo di hari pertama. Kamu pasti masih iri penasaran dengan cerita di hari kedua, kan? Stay tune, cerita hari kedua akan saya posting segera. 

Salam,
~eL 

    

13 Comments

  1. December 22, 2015 at 2:52 pm

    Serunyaaaaa…jadi pengennn

  2. December 22, 2015 at 3:32 pm

    Acara beginian yang aku tunggu. Seru eung, kabitaaaa. Apalagi kalo ke Eropa ya, kita bareng ntar *ngimpibasahpenuhkeringat*

  3. December 24, 2015 at 4:37 pm

    Teh, ajarin aku bikin narasi seperti yang teteh bikin di acara ini. Plisss

  4. December 24, 2015 at 4:44 pm

    Pake Indosat dong. *pesan sponsor

  5. December 24, 2015 at 4:44 pm

    Amin, bikin paspor dulu ah. Hahaha.

  6. December 24, 2015 at 4:46 pm

    Aku pertama kali nulis dari puisi, terus ke cerpen, terus ke blog. Jadi basic-nya ya puisi. Jadi ya ketika menulis narasinya agak-agak puitis campur prosais. Hahaha.

  7. December 24, 2015 at 5:03 pm

    Sedaaaap bacanya… kaya ikut masuk ke acara itu… yum!

  8. December 24, 2015 at 5:04 pm

    Warbiyaza tulisan mamah muda ini ����

  9. December 25, 2015 at 8:30 am

    Ya emang situ ikutan atuh, Teh. Hahahah.

  10. December 25, 2015 at 8:32 am

    (((mamamh muda)))

Leave a Reply