MEMILIH GELAS PAGI INI


Tiga buah mug, sebuah gelas, dan dua buah cangkir berjejer di atas rak dapur
Masing-masing dari mereka memiliki corak dan warna yang menarik
Beberapa berteriak, beberapa hanya tersenyum sambil melambaikan tangan, ada juga yang hanya diam dengan sebuah tatapan menghujam
Aku tak ingat lagi kapan tepatnya mereka berada di sana
yang aku ingat hanya, dulu, berlusin-lusin gelas berjejer di situ
sebelum tanganku gatal dan mulai memecahkannya satu demi satu

Kuangkat sebuah gelas berwarna jingga dengan hiasan bunga bakung di seluruh permukaannya, ia yang sedari tadi diam sambil menghujamkan matanya
sedang kupertimbangkan untuk dipecahkan, ia tak menolak atau meronta,
hanya diam
aku segera bosan dan meletakkannya kembali

Pagi ini hujan, udara dingin menggigil, dan rumah begitu berantakan
sehingga aku tak memiliki banyak waktu untuk memilih gelas-gelas itu
kuambil saja sebuah mug yang sejak tadi berteriak-teriak, lalu mulai menyeduh kopi
pegangannya pecah, beberapa kali menyayat jariku dengan belingnya yang mencuat
ia hampir retak, tapi tak pernah berani kubuang atau kupecahkan seperti yang lain
ada semacam keengganan yang tak pernah aku mengerti
barangkali, aku hanya menunggu saat yang tepat untuk menunggu saat yang tepat untuk mencampakkannya ke tempat sampah seperti yang lainnya
biarlah pagi ini ia yang menemaniku minum kopi
sebelum sampai saatnya nanti, ia pun kuhabisi

*
Jodoh, 15 Oktober 2009

Leave a Reply