Menepilah Maryam

Maryam, sayang
telah khatam kaususuri punggung dinginnya
dari dinding ke dinding
dari hening ke hening
Malam adalah apa yang kalian sebut
sebagai candu
membuatmu tergantung
dan terkatung pada
derak-derak sentuhannya
Maryam, sayang
demi Tuhan yang namanya 
kadang lupa kau rapal
berhentilah
menepilah
(Bandung, 28 Desember 2012)

2 Comments

  1. January 7, 2013 at 6:05 am

    membaca tulisanmu, entah mengapa aku selalu merinding

  2. Skylashtar-Reply
    January 9, 2013 at 10:12 am

    Baca tulisanku ini di rumah kan? Bukan di tempat lain? Misalnya di kuburan. Gyahahah… (lagi ga pengen komen serius :D)

Leave a Reply