Mengatasi Low Disk Space di WordPress

Bagi Anda pengguna WordPress dan menggunakan domain serta self hosting, “surat cinta” berisi peringatan low disk space dari provider hosting pasti kerap kali Anda terima. Memang apa, sih, artinya? Ya, itu artinya kapasitas penyimpanan data yang Anda sewa sudah tidak cukup lagi untuk menampung kenangan data. Akibatnya akan menghambat loading blog Anda dan well, pada kasus-kasus yang berat, akan membuat blog sama sekali tidak bisa diakses.

Meskipun disk space blog saya cukup memadai untuk ukuran blog (2 GB), tapi sayangnya surat cinta itu pun nyaris setiap bulan datang. Jadi kudu dikumahakeun atuh? Upgrade paket? Itu solusi terakhir, sih, kalau menurut saya mah. Ada beberapa solusi lain yang bisa kita lakukan.

[big_title small_margin=”yes”]

Cara Mengatasi Low Disk Space di WordPress

[/big_title]

[heading centered=”yes” margin_bottom=”no” large=”no” background=”no”]1. PERIKSA CPANEL[/heading]

Yang harus pertama kali Anda lakukan adalah masuk ke cPanel dan lihat dirkotori mana yang memakan kapasitas paling besar. Biasanya public_html dan softaculous_backups adalah dua “penjahat” utamanya. Public_html berisi data-data yang ditampilkan di front end seperti image, konten, theme, plugin, dan lain-lain, sedangkan softaculous_backups berisi backup. Untuk melihat detailnya, Anda bisa melihat di File Manager.

Untuk sementara, biarkan saja begitu, jangan dulu diotak-atik. Yang penting Anda sudah tahu berapa total disk usage dan total di dua direktori paling besar.

Disk Usage di cPanel

 

[heading centered=”yes” margin_bottom=”no” large=”no” background=”no”]2. OPTIMASI PLUGIN[/heading]

Update semua plugin yang Anda gunakan ke versi terbaru, termasuk update versi WordPress ke versi terbaru juga. Kenapa ini penting? Karena setiap kali update, selain  fitur baru, plugin tersebut juga diperbaiki oleh developer-nya. Misalnya, kalau ada bug atau conflict dengan plugin lain.

Nonaktifkan dan hapus SEMUA plugin yang tidak digunakan. Pakai plugin yang sekiranya dapat mengakomodasi nyaris semua kebutuhan Anda. IMHO, Jetpack bagus karena bisa dipakai segala macam, sayangnya sering conflict dengan plugin lain.

Kembali ke cPanel dan lihat apakah disk usage sudah berkurang atau tidak. Jika tidak, hapus file plugin yang tidak digunakan dari File Manager.

cPanel ► File Manger ► public_html ► wp-content ► plugin ► pilih plugin yang akan dihapus ► delete

Cara menghapus plugin di cPanel
Cara menghapus plugin di cPanel

 

Beberapa orang menyarankan untuk menggunakan plugin P3 Profiler yang konon bisa mendeteksi plugin mana yang memakan memori paling besar. Tapi sialnya, P3 Profiler teh sudah tidak update sejak 2 tahun lalu, eung. Kalau ada yang tahu plugin bagus atau web yang bisa mengukur performa plugin, mohon tuliskan di komentar. Thank you.

 

[heading centered=”yes” margin_bottom=”no” large=”no” background=”no”]3. OPTIMASI THEME[/heading]

Ini agak sulit dan dilemma. Ibarat memilih antara Hamish Daud dan Keenan Pearce. Di satu sisi, kita ingin theme yang ketjeh dan memiliki banyak fitur yang wow. Tapi di sisi lain, theme yang ketjeh itu biasanya berat. Entah itu CSS-nya lah, jQuery-nya lah, Javasscript-nya lah, apanyalah.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengoptimasi theme:

[checklist type=”arrowed” margin_bottom=”no”]

  • Pilih theme yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, kalau kebutuhan Anda hanya blog, ya tidak susah memakai theme yang memiliki banyak fitur.
  • Apabila Anda membutuhkan banyak fitur, beli theme premium yang satu bundel agar Anda tidak usah mempergunakan banyak plugin tambahan.
  • Jika misalnya theme yang Anda miliki dilengkapi dengan Woocommerce tapi Anda tidak berniat jualan online di blog, nonaktifkan atau hapus plugin-nya.

[/checklist]

[heading centered=”yes” margin_bottom=”no” large=”no” background=”no”]4. OPTIMASI IMAGE[/heading]

Secara tertulis, maksimal ukuran image yang bisa diunggah ke WordPress adalah 2 MB. Tapi pada praktiknya, 500 KB saja sudah membuat blog kita ngadegdeg. Saya masih melihat teman-teman yang lalawora mengunggah gambar dengan ukuran 1 MB bahkan lebih. Berat pisan eta teh, Iroh. Aslina.

Tapi, hanya karena ingin menghemat disk space, bukan berarti kita bisa mengunggah image dengan kualitas yang euleuh-euleuh karena walau bagaimanapun, keindahan dan estetika adalah bagian dari user experience. Ada dua cara optimasi yang bisa kita lakukan: on-site dan off-site.

A. Optimasi Image On-Site

Artinya, kita mengoptimasi image dari dalam blog kita sendiri. Berapa sih ukuran image yang sekiranya cukup? In my opinion, maksimal 250 KB untuk featured image biasa dan ilustrasi di dalam blog post, maksimal 450 KB untuk header dan featured image untuk blog post yang full width (tanpa sidebar).

[checklist type=”arrowed” margin_bottom=”no”]

  • Gunakan jenis file JPEG untuk foto dan PNG untuk ilustrasi yang memerlukan detail. FYI, PNG memang memiliki kualitas yang lebih baik, tapi file-nya juga lebih besar.
  • Perkecil ukuran gambar sebelum diunggah ke blog. Tapi, memperkecil ukuran gambar biasanya juga akan menurunkan kualitasnya. Untuk mengatasi ini, saya menggunakan image resizer yang berfungsi memperkecil ukuran gambar tanpa membuatnya nge-blur. Ada dua image resizer yang saya rekomendasikan, Web Resizer dan TinyPNG.
  • Keduanya memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Web Resizer memiliki beberapa pilihan ukuran sehingga apabila gambar masih terlalu besar, kita masih bisa memperkecilnya. Kekurangannya: untuk file PNG biasanya gambar malah jadi lebih besar, Web Resizer juga tidak bisa dipasang sebagai plugin. TinyPNG tidak memiliki pilihan ukuran, gambar akan diperkecil secara otomatis, tapi kita bisa memasangnya langsung di blog dan mengoptimasi semua gambar.
    Web Resizer
    Web Resizer

  • Hapus semua image yang tidak diperlukan di media library. Pernah kan kita mengunggah image untuk ilustrasi atau featured image atau header, tapi ternyata gambar itu tidak cocok atau tampilannya kurang bagus. Nah, langsung hapus saja gambar-gambar yang tidak dipakai itu.
  • Hapus gambar yang file-nya terlalu besar di cPanel lalu ganti dengan gambar baru jika diperlukan.
    Masuk ke cPanel ►File Manager ► public_html ► wp-content ►uploads ► pilih folder tahun ► pilih folder bulan ► lihat gambar mana yang ukurannya besar ► delete.
    Karena di cPanel tidak ada thumbnail, untuk melihat gambar apa yang akan dihapus ► klik kanan ► view.

[/checklist]

B. Optimasi Image Off-Site

Cara lainnya adalah dengan meng-embed gambar atau Insert from URL. Pada prinsipnya, kita menyimpan file gambar di tempat lain untuk menghemat kapasitas disk space hosting dan melampirkannya di blog post atau widget atau di mana pun di blog kita. Sayangnya, cara ini bukan tidak memiliki kekurangan. Karena file-nya disimpan di tempat lain, browser memerlukan tenaga lebih untuk menampilkan gambar tersebut di blog sehingga akan sedikit berpengaruh pada loading. But so far, saya jarang sekali menemui masalah, sih.

Di simpan di mana? Google Photos, Photobucket, ImgBB, atau bahkan dari media sosial. Pixabay atau web free photo stock lainnya? Nope, foto dari sana tidak bisa di-embed. Dari Facebook atau Twitter bisa, sih, tapi akan menyebabkan broken link. Hahaha. Dropbox? Untuk file yang bisa diunduh oleh pembaca, saya biasa menggunakan Dropbox, tapi untuk image tidak karena, ya, memang tidak bisa.

Yang paling saya rekomendasikan adalah Google Photos karena beberapa alasan:

[checklist type=”checked” margin_bottom=”no”]

  • Siapa, sih, di sini yang tidak memiliki akun Google? Google Photos lebih mudah digunakan karena terintegrasi dengan PC, smartphone, dan device lainnya. Jadi, kita tidak perlu membuat akun di pihak ketiga lainnya. Lain kunanaon, sok poho password.
  • Kapasitas penyimpanannya yang besar, 15 GB, gratis pula.
  • Cara embed file-nya yang lebih mudah jika dibandingkan dengan Photobucket.

[/checklist]

Minus:

[checklist type=”eg. checked, dotted, arrowed” margin_bottom=”no”]

  • URL-nya puanjang pisan, siga kieu tah tah ► https://lh3.googleusercontent.com/SZrEnVWJQJfQcGOPtHaihbxkEtIVQ1WDnlkYJ
    DltLwGzCDYPg81gCpNJNgASq4S8a4p6e5AkTik5biQRzaKn6iAdThVixVIsgD0bqWP
    wcMvP_zX5bH_WRI9CBQqrXxpSPtS4OCYlf1XENSJjwHgIKSBixqwHhw6FmDf6z_
    c0_09qPRAgeqxzJ9pi7rBEzcp2rx99NRcg_irmyptYXkIIz4RaNHS7BFRn6lKGELTzb
    xo_h00Tb04fauSnNDw7uBV8UvvB0MMCgNFA8nPi0jd_IO3_XACTVxXddIXHX6
    PnZB7p5DWJDnnWxv0p2vD4rRvvlZ5CLqNxlHeU2omubxOWJcZxIG1RA8xxmeOh
    RkDPaZYwBURaj7CUB8I4QD6WSvKCDBYg8iffrH0LiKI_q2SU1PvGrJiR1eIKLu_Lt
    Nhd4gRUA9QTL3e3_ym9uyCdtMcHGnv6LmfWJb4CALlALfwHPzbL-pPEomC0H
    G0g9do2eg8mvQ66H31dvLp3DQKkhM4TfNhavVj2NsY4f91TXPNrVY9dFE89ca4
    C9ITvsfXOxmCAarZvc9qvx6ebn7qAmXhLABZ3toyit0e0fXE8B3zIfnWIaVB1Mypc
    2MYVZOqBZskDtwP_wT1r7vPbdkaqxMQbPg3WnBGxhjt_vNTKR5Os6LmwZW4a
    rsSUmyQ_g=w1200-h600-no
  • Iya, makanya saya mah suka memakai URL shortener dulu sebelum di-embed da haroream ninggalina oge.
  • Tidak ada pilihan untuk mengatur ukuran thumbnail.

[/checklist]

 

[heading centered=”yes” margin_bottom=”no” large=”no” background=”no”]5. OPTIMASI DRAFT & REVISION[/heading]

Anda pernah menulis draft blog post langsung di WordPress? Mending kalau iya dipublikasikan, kalau hanya untuk menyimpan ide-ide biar tidak hilang lalu draft itu dibiarkan menumpuk begitu saja? Tah, nu kitu teh goreng gadag, ieuh. Hahahaha. Meskipun ukuran draft itu tidak besar, tapi kalau ada 200 draft mah ya tetap saja memakan memori. Coba, deh, biasakan membuat draft di notepad atau di Word atau di tempat lain selain draft blog post.

Selain itu, riwayat revisi juga bisa memakan memori yang tidak sedikit. Anda pernah, kan, nulis satu paragraf save, tambah berapa paragraf save lagi? Nah, riwayat revisi itu akan disimpan di mana lagi kalau bukan di server hosting? Belum lagi WordPress sendiri memiliki fasilitas auto-saved.

Sekadar tip, hapus riwayat revisi jika blog post sudah dipublikasikan. Saya sendiri menggunakan plugin WP-Optimize.

[heading centered=”yes” margin_bottom=”no” large=”no” background=”no”]6. OPTIMASI KONTEN, DAN KOMENTAR[/heading]

Tahu tidak kenapa saya menggunakan tampilan edan-edanan hanya untuk blog post lomba dan sponsored post? Ya, karena blog post seperti lomba Uri-cran atau Prelo ini membuat blog saya tertatih-tatih. Blog post-nya mungkin jadi bagus, ada entrance animation, hover, dan lain sebagainya. Tapi di balik itu semua, CPU Usage selalu berada di kisaran 90% yang artinya akan menghambat loading speed.

Atau tahu tidak kenapa saya lebih suka menggunakan teks untuk subheading daripada image seperti yang dilakukan Dikoo? Karena untuk menghemat disk space itu tadi. Anyway, kapasitas disk space Blogger tidak terbatas karena seluruh data disimpan di hosting atau server mereka (Google Drive kalau saya tak salah).

Hal lainnya adalah dengan mengoptimasi komentar. Itu komen-komen SPAM atau berisi broken link hapus aja lah daripada menuh-menuhin disk space.

[heading centered=”yes” margin_bottom=”no” large=”no” background=”no”]7. OPTIMASI EMAIL[/heading]

Pada suatu hari, saya merasa bahwa memiliki alamat email dengan ekstensi nama blog sendiri itu keren. Tapi seiring berlalunya waktu dan mahalnya upgrade paket hosting, pikiran saya berubah. Akhirnya daripada keberadaan email ini justru merampok memori, saya kembali menggunakan Gmail. Lagipula, email seperti el@langitamaravati.com itu isinya SPAM semua, belum lagi susah dibuka, belum lagi lambat pisan nyampena.[spacing margin=”no” border=”no”][/spacing]

[icon icon=”laptop” color=”” size=”small” icon_solid=”no”][/icon][spacing margin=”no” border=”no”][/spacing]

Cara untuk mengatasi low disk space memang bukan hanya 7 poin ini, ada banyak cara lainnya. Dari beberapa artikel yang saya baca, kebanyakan menyarankan untuk menggunakan plugin A, B, C, dan entah apa lagi. Padahal IMHO, sebagai webmaster kita harus tahu root cause-nya. Apa yang saya sampaikan sebetulnya hal-hal yang paling esensial untuk menghemat kapasitas hosting, tapi jika Anda memiliki ide lain, please feel free untuk berbagi.

Salam,
~eL

12 thoughts on “Mengatasi Low Disk Space di WordPress

  1. Ika Maya Susanti Reply

    Ya ampun… makasih banget Mbak buat ilmunya. Kesalahan saya selama ini tuh pas upload foto. Saya pikir 600an kb udah kecil ternyata masih kurang ya? Hiya…

  2. Shinta Reply

    aduuuh aku gatek tapi butuh banget info ini… thanks yaa masuk bookmark dulu nanti minta tolong teman yg nggak gatek… huhuhu, file udah mulai penuh sama foto2…

  3. Miranti Reply

    bahasanyaa, duuh kudu baca berulang-ulang ini mahhh.. tapii ini pas banget buat aku wp user yg sering dapet kiriman surat cintah kayak gitu.. turnuhun sharingnya tetehh..

    • LangitAmaravati Post authorReply

      Aku ga bisa nyari istilah teknis yang lebih pas lagi, sih. Hahaha. Maaf ya kalau tulisannya masih rumit.
      Tapi, hal yang paling mudah dilakukan optimasi image dulu.

  4. Monda Reply

    aduuuh… baru tau sering2 revisi itu bikin masalah juga ya..
    kapok deh buat draft langsung dari dashboard
    makasih teh

  5. hani Reply

    Wah makasih ilmunya. Iya saya udh kepenuhan imagenya. Skrng di link ke photobucket. Blm nyoba ke Google Photos. Baru tahu uy kalo berulangkali revisi makan memory. Trus ada optimasi email juga. Wah…hrs belajar banyak. Makasih yaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *