Menyiasati Masa Depan

Saya single parent dengan dua orang anak. Yang sulung, Salwa, tahun ini naik ke kelas 6 SD. Yang bungsu, Aksa, baru berusia 8 bulan. Sebagai pekerja lepas dan aktivis online shop, saya tidak memiliki pos pemasukan rutin. Sebaliknya, ada pos-pos pengeluaran rutin yang harus dipenuhi setiap bulannya. Bayar kos, bayar pengasuh, susu, diapers, pulsa, uang saku Salwa, dan lain-lain. Dengan situasi finansial seperti ini, memiliki tabungan rasanya nyaris mustahil. Tapi, masa depan anak-anak adalah sesuatu yang harus diperjuangkan, bukan? 


Hemat saja tidak cukup, dibutuhkan langkah-langkah revolusioner agar petuah-petuah financial solution seperti di cermati.com bisa diaplikasikan.

MEMBUAT RENCANA MASA DEPAN

Setiap orang harus punya goal, bukan? Semacam hal-hal yang ingin dicapai dalam rentang waktu tertentu. Dengan begini, saya, juga Anda bisa tahu apa dan berapa target yang ingin dicapai. Berkenaan dengan finansial, goal saya adalah:

1. DP RUMAH
Ingin punya rumah supaya bisa mengajak Salwa tinggal bersama (sekarang Salwa tinggal bersama Ibu). Setelah dikalkulasi, menabung untuk membeli rumah akan menghabiskan seluruh usia saya, jadi saya memutuskan untuk kredit.

Tahun ini, DP rumah tipe 40 di daerah Bandung pasisian itu sekitar 15-20 juta. Tiga tahun lagi mungkin akan naik sampai kisaran 30 juta. Jadi target saya adalah mengumpulkan 40 juta selama 3 tahun. 



Ilustrasi DP Rumah


2. BIAYA PENDIDIKAN SALWA

Salwa ingin masuk fakultas kedokteran. Artinya adalah uang kuliah yang mahal. Hahahah. Biaya masuk SMP memang tidak dipersiapkan secara khusus karena waktunya tidak cukup, yang dipersiapkan hanya tabungan untuk masuk SMU dan PT.

Memang sih, katanya biaya masuk SMU di Jabar itu gratis, tapi mempersiapkan biaya sejak dini tidak ada salahnya. Kan masih harus membeli baju seragam, buku, sepatu, dan lain-lain.

Untuk SMU , saya mengalokasikan dana sebesar 25 juta rupiah. Untuk biaya kuliah, saya memakai tabulasi UKT (Uang Kuliah Tunggal) Fakultas Kedokteran UNPAD. Tahun 2015, biaya UKT kelompok 5 FK UNPAD = 13 juta/semester. Dengan perkiraan naik 10% tiap tahun, 6 tahun dari sekarang biaya UKT jadi 13+6.8=20.8 juta/semester. 


Estimasi Biaya Pendidikan Salwa



3. BIAYA PENDIDIKAN AKSA

Untuk pendidikan Aksa, saya memakai tabulasi tabungan pendidikan salah satu bank. Seperti di bawah ini:

Estimasi Biaya Pendidikan Aksa


Jadi berapa tuh dana yang harus dipersiapkan untuk rencana masa depan? 

Total Tabungan Per Bulan

Sebentar, 5.9 juta per bulan? Apa ga sebaiknya saya cari sumber penghasilan lain dari sekarang ya? Suami, misalnya. *aduh, tolong sandalnya jangan dilempar dulu*

MENYIASATI MASA DEPAN

Berbeda dengan para pekerja tetap, kondisi finansial pekerja lepas itu tidak ditentukan oleh tanggal gajian. Kalau perkejaan selesai ya dibayar, kalau tidak ya tidak ada pemasukan. Seseorang pernah mengatakan, jika ingin merasakan sebenar-benar kehidupan, keluarlah dari zona nyaman. Nah, punya pekerjaan tetap dan setiap bulan gajian bagi saya adalah zona nyaman. Sedikit membosankan, kurang deg-degan. 😀

Sejak menjadi penata letak lepas di salah satu penerbit bulan Agustus tahun 2014 silam, setiap bulannya tidak pernah membosankan. Selalu penuh debar. Hidup saya dimulai dari deadline yang satu dan berakhir di deadline yang lain. Tidak ada waktu untuk bosan, I enjoy it.

Agar setiap bulannya bisa settle dan bisa menabung juga, berikut siasat yang saya gunakan:

1. TARGET PEMASUKAN

Tantangan yang harus saya hadapi adalah bagaimana caranya supaya pos-pos pengeluaran rutin bulanan tetap bisa terpenuhi, juga bisa menabung. Caranya adalah dengan memasang target. Setiap bulan biasanya saya bisa menyelesaikan paling banyak tiga tata letak buku. Fee yang didapat cukuplah untuk meng-cover yang 5.9 juta itu. Lha, terus gimana bayar kos, makan, beli susu, beli diapers? Maka dari itu, Saudara-saudara. Mulai bulan ini target saya naikkan jadi 5 buku per bulan. Nggak ada lagi nongkrong-nongkrong ga jelas, nggak ada lagi waktu yang terbuang percuma.

Ini juga salah satu motivasi utama mengapa saya membuka OS, supaya ada pos pemasukan lain. Targetnya adalah closing minimal 3 item/hari.

2. KATEGORI PEMASUKAN VS PENGELUARAN

Saya punya 2 pos pemasukan dan 3 pos pengeluaran.

1. Tata letak ==> Tabungan & pengeluaran tetap (bayar kos, bayar pengasuh)

2. OS ==> Biaya hidup sehari-hari (makan, uang jajan Salwa, biaya kebutuhan Aksa)


3. MENGENDALIKAN PENGELUARAN

Nah ini nih yang nauzubillah susahnya. Emak-emak kan selalu punya alasan untuk belanja. Saya punya masalah pengendalian diri ketika mengunjungi toko buku, ketika melihat baju bayi, dan barang-barang nggak penting asalkan ada diskon atau hadiahnya.

Saya curiga bahwa ada gen-gen belanja dalam setiap perempuan. Ini harus dilawan, harus! Kibarkan bendera revolusi! *apasih*

4. MEMILIH JENIS TABUNGAN

Agar bisa menjadi penabung yang kaffah, saya menggunakan langkah-langkah berikut ini:

1. CELENGAN
Jangan pernah meremehkan uang receh. Kumpulkan di dalam satu kaleng, bisa digunakan untuk ongkos atau belanja di warung, atau ketika belanja di minimarket yang kasirnya selalu mengeluarkan sabda “Uang kembaliannya mau disumbangkan, Mbak?”


2. TABUNGAN JANGKA PENDEK
Saya punya dua rekening di dua bank berbeda. Bank A untuk pemasukan dan transaksi dari penerbit, dari kustomer, dan ke supplier. Bank B untuk tabungan jangka pendek & jangka panjang.
Pilihlah bank yang banyak digunakan, kemudahan akses, kemudahan penggunaan SMS & internet banking.

3. TABUNGAN JANGKA PANJANG
Untuk rencana masa depan yang wow tadi, saya memilih tabungan berjangka. Semacam simpan dan lupakan. Dengan memilih tabungan berjangka, nangis darah sebanyak apa pun tidak akan bisa diambil sebelum tenggat waktu yang ditentukan.
Untuk tabungan jangka panjang, saya menggunakan Bank B dengan sistem auto debit. Jadi setiap bulan saya menarik dana dari Bank A dan disetorkan ke Bank B. Kenapa tidak satu bank saja? Karena pucing pala Neneng kalau gitu mah.

Bagi saya, hidup adalah pertarungan. Hal-hal di atas hanyalah satu dari sekian “senjata” agar bisa menjadi pemenang. Sebagai ibu sekaligus bapak dari dua orang anak, saya tidak ingin menyisakan satu pun celah untuk kalah.

Semoga bermanfaat.


Salam,
~eL

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu 
bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati”

15 Comments

  1. July 29, 2015 at 1:46 am

    mantap sekali ibu yang satu ini, semoga menjadi inspirasi saya kedepan

  2. July 14, 2015 at 10:37 pm

    Keluar dari zona nyaman. Poin penting yang sangat menginspirasi.

  3. July 11, 2015 at 6:02 am

    Wuiiihhh… bagus banget mbaak tulisannyaaa.. Inspiring banget 🙂

  4. July 10, 2015 at 9:08 am

    selamat yaa Langiiit

  5. July 10, 2015 at 8:38 am

    Wah, pantas saja menang lomba, tulisannya keren abis! Soal membagi 2 tabungan itu bener banget mbak, gue juga lagi usaha punya tabungan walaupun sedikit. Anyway, selamat atas keberhasilannya 🙂

Leave a Reply