Mia si Pemimpi


“Terima kasih kepada Tuhan karena telah memberikan kesempatan berharga ini kepada saya. Terima kasih kepada Papah karena selalu ada, Maia karena selalu menjadi api yang menyala. Dan kedua matahari saya, David dan Hope. Terima kasih.”

Mia berdiri di atas panggung, memegang piala FFI untuk kategori skenario terbaik. Suara tepuk tangan masih bergemuruh ketika ia undur diri ke belakang panggung. Di sana, di balik tirai, telah menunggu David dan Hope, suami dan putrinya.

“Kamu hebat, Sayang. Selamat,” satu kecupan di kening dari David.

“Bunda kereeennn!” Hope terlonjak-lonjak gembira dan menghambur ke pelukan ibunya.

Senyum tak henti-hentinya terbit di bibir Mia, perempuan berusia 35 tahun dengan kepala plontos itu. Rambutnya tidak pernah tumbuh dengan benar sejak proses kemo yang dilaluinya beberapa tahun silam. Maka ia memutuskan untuk tak pernah membiarkannya panjang. Ia ingin itu menjadi simbol perjuangannya melawan kanker.

Mia masih tertawa ketika dua orang lain yang begitu berarti dalam hidupnya bergabung, Papah dan Maia. Di tengah-tengah gegap gempita tawa dan perayaan itu, jemari Mia menyentuh pergelangan tangannya, menyusuri jalinan Kain Pelangi Jumputan. Gelang yang dinamai Gelang Harapan. Gelang yang mengingatkan ia kepada tahun-tahun suram di belakang ketika sel-sel kanker menyerbu daya tahan tubuhnya. Gelang yang mengingatkan ia bahwa harapan akan selalu ada.

“I believe that every dream can be turned into reality. I believe …” gumam Mia.

– T A M A T –
Ending seperti fragmen di ataslah yang saya harapkan dari I am Hope the Movie. Akhir yang bahagia untuk Mia dan orang-orang di sekelilingnya. Saya ingin pada akhirnya Mia sembuh dari kanker, menikah dengan David, punya anak yang diberi nama Hope. Saya ingin Mia terus menulis skenario, bukan hanya untuk pertunjukan teater, tapi juga skenario film-film yang menginspirasi banyak orang di Indonesia. 

Dalam perjalanannya melawan kanker dan menggapai mimpi, yang saya bayangkan adalah bahwa tokoh Mia juga aktif berbagi dengan para cancer survivor. Berbagi inspirasi dan berbagi motivasi.#BraceletofHope yang selalu ia pakai, dibagi-bagikannya kepada banyak orang sebagai simbol untuk mengikat harapan. 

Iya, karena proses kemo yang dijalaninya rambut Mia tidak lagi tumbuh sempurna. Maka dengan kesadaran penuh ia memutuskan untuk tidak pernah memanjangkan rambut sebagai simbol solidaritas, juga ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kanker tidak akan pernah meruntuhkan harapannya. 

Saya ingin ending yang bahagia untuk Mia dan para pasien kanker lain di luar sana.


Fragmen di atas adalah ending untuk film I am Hope, film yang diangkat dari kisah nyata ini hanyalah satu dari banyak kasus di Indonesia. Ending yang hanya ada di kepala saya, tentunya. Karena film ini baru akan dirilis serentak pada tanggal 18 Februari 2016 nanti. Film ini bercerita tentang Mia (Tatjana Saphira) yang bermimpi untuk membuat sebuah pertunjukan teater. Namun, di tengah-tengah proses, Mia divonis kanker dan harus menjalani kemo. Anda bisa menonton trailernya di sini:

Juga mendengarkan soundtrack-nya di sini:
Dan tahukah Anda bahwa dengan menonton film ini berarti Anda telah menyalakan harapan bagi mereka yang tengah bertarung melawan kanker? Sebesar 25% dari keuntungan film ini akan disumbangkan untuk yayasan-yayasan kanker di seluruh Indonesia. Juga akan diberikan bantuan langsung kepada para cancer survivor dan keluarganya. 

Dengan menonton film ini, Anda tidak sedang menghibur diri, melainkan juga berbagi motivasi, berbagi nyala api. Bukan itu saja, Anda juga bisa menyediakan nyala yang lebih terang. Caranya mudah sekali, berikut info yang saya dapatkan dari uplek.com:
PRE SALE 

  • @IAmHopeTheMovie akan tayang di bioskop mulai 18 februari 2016. 
  • Dapatkan @GelangHarapan special edition #IAmHope hanya dengan membeli pre sale ini seharga Rp.150.000,- (untuk 1 gelang & 1 tiket menonton) di http://bit.ly/iamhoperk 
  • Dari #BraceletOfHope 100% & sebagian dari profit film akan disumbangkan untuk yayasan & penderita kanker sekaligus membantu kami membangun rumah singgah.
Gelang Harapan

Silakan follow akun berikut agar tidak ketinggalan info-info lebih lanjut:

  • Twitter @Gelangharapan dan @Iamhopethemovie
  • Instagram @Gelangharapan dan @iamhopethemovie
  • Twitter @infouplek dan Instagram @Uplekpedia

Dan jangan lupa hastag-nya:

#GelangHarapan 
#IamHOPETheMovie 
#BraceletofHOPE 
#WarriorOfHOPE 
#OneMillionHOPE 
#SpreadHope”

Kanker telah merenggut banyak orang dari kita. Ada banyak Mia-Mia lain di luar sana. Mia-Mia yang tengah berjuang dengan hidup mereka. Tugas kita bukan berbagi rasa kasihan, melainkan berbagi harapan. Berbagi motivasi agar Mia-Mia yang lain dapat menggapai mimpi.

Salam,
~eL

9 Comments

  1. February 5, 2016 at 5:31 pm

    wahahahah emang ya kliatan banget kalo yang udah sering buat cerpen. jadi ngalir gitu bacanya.
    kalo ane mah ngandelin di twist endingnya aja wakakak

    kesimpulan dari baca artikel ini
    pasti buatnya ngebut nih 😀

  2. February 5, 2016 at 5:34 pm

    Setengah jam, Mas Bro. Bwahahaha.

  3. February 5, 2016 at 11:00 pm

    suka endingnya 🙂 goodluck yah

  4. February 6, 2016 at 1:14 am

    Baca review ini dimaana mana jadi pingin nonton filmnya

  5. February 6, 2016 at 5:12 am

    Pokoknya aku mau ending yang bahagia. 😀

  6. February 6, 2016 at 5:13 am

    Nonton yuk, Teh. Sekalian beli gelangnya juga 😀

  7. February 9, 2016 at 5:58 am

    ane telat mau ikutan lombanya, versi ane, si doi meninggal namun apa yang dia buat dilanjutin sama si david, dan sukses besar, meskipun doi meninggal, karya tersebut menjadi legend

  8. February 13, 2016 at 11:51 pm

    filmnya mesti sedih ya, tapi semoga endingnya seperti yang uchan bilang, jangan mati harus hidup harus happy ending soalnya bibi saya tidak happy ending setelah perwatan kemo karena kangker rahim T_T

  9. February 15, 2016 at 8:15 am

    wah, kemarin sempat liat trailernya, agak pesimis sih sama jalan ceritanya, kirain bakal kayak film-film lainnya yang ceritanya juga tentang tokoh utama yang punya penyakit kanker.

Leave a Reply