[TIP] Mendapatkan Penghasilan dari Blog? Why Not?

Yang saya maksud dengan penghasilan di sini bukan hanya berupa materi yang nominalnya bisa diukur dengan angka, tapi juga penghasilan lain yang tidak kalah berharga: ilmu, teman, pengalaman, keahlian baru, dan jodoh. *ehgimana?

Dunia blog semakin hari semakin riuh, semakin banyak para blogger yang ingin mendapatkan keuntungan berupa materi dalam waktu singkat, padahal belajar menulis saja baru kemarin sore. Memang tidak salah karena itu manusiawi, tapi seperti yang dikatakan bos baru saya, kitalah yang menentukan posisi kita di muka bumi ini, bukan orang lain. Jadi, segala sesuatunya tergantung Anda.

Saya pribadi lebih senang menetapkan keseimbangan antara idealisme dengan realitas. Maksudnya, saya tidak keberatan menggunakan blog untuk mendapatkan materi, tapi bersamaan dengan itu saya tidak lantas menjual idealisme. Contoh, setiap placement article yang masuk ke blog ini akan di-screening dan diedit baik itu dari sisi teknis maupun konten. Karena saya tahu, meloloskan artikel mereka tanpa uji kelayakan sama saja dengan mempertaruhkan karier kepenulisan yang sudah saya bangun sejak 21 tahun silam. Itu sebabnya mengapa sebelum menyetujuinya, saya selalu bertanya apakah artikelnya boleh diedit atau tidak.

Kalau kualitas artikelnya “parah” sekali, biasanya saya akan menolak. Songong? Uang bisa dicari, Mas, Mbak. Brand datang dan pergi. Tapi standar kualitas dibangun dengan berdarah-darah, naif kalau saya menghancurkannya begitu saja. It is my blog, my rule. End of conversation. *ditabok

CARA MENDAPATKAN PENGHASILAN DARI BLOG

Konon, ada 1001 cara untuk mendapatkan penghasilan dari blog. Ada cara-cara elegan, ada pula yang brutal. As I said before, segala sesuatunya tergantung kepada Anda. Oke, tanpa banyak prakata lagi, begini cara saya mendapatkan penghasilan dari blog:

1. Lomba Blog

Ikut lomba blog itu seperti melemparkan dadu, kadang menang, kadang kalah. Tapi, saya yakin semua blogger juga tahu bahwa lomba blog adalah “ladang” yang cukup menggiurkan. Jika menang, jumlah penghasilan berupa materi biasanya cukup besar, tergantung lombanya. Sampai hari ini, hadiah lomba paling besar yang pernah saya dapat adalah 5 juta rupiah, lebih dari itu belum pernah. Jika Anda ingin tahu bagaimana rasanya mendapatkan hadiah lomba sebesar puluhan juta, coba tanya Mbak Arin atau Mbak Ira Guslina.

Keuntungan lain dari ikut lomba blog adalah melatih keahlian menulis. Ini yang tidak bisa dinilai dengan uang. Selama ikut lomba blog, saya sudah pernah mencoba berbagai gaya dan posisi. Pada saat bersamaan, saya juga melatih keahlian mendesain.

 

2. Sponsored Post

Sponsored post atau postingan berbayar tentu sudah Anda kenal. Pengertian mudahnya sih, Anda diminta untuk menulis tentang sebuah topik berdasarkan syarat dan ketentuan brand dan Anda dibayar untuk itu. Placement article dan endorse saya masukkan ke dalam kategori sponsored post juga. Bayarannya bisa berupa produk, uang, voucher, atau gabungan beberapa di antaranya.

Penghasilan yang berupa materi tentu berbeda-beda, tergantung kepada tarif setiap blogger. Ada yang ratusan ribu, ada pula yang sampai jutaan rupiah. Para blogger militan biasanya sudah punya ratecard atau daftar tarif tersendiri, sementara blogger mualaf seperti saya kadang masih suka-suka menentukan tarif.

Dari mana mendapatkan sponsored post? Sponsored post bisa datang dari berbagai sumber. Ini beberapa sumber yang saya tahu:

  • Grup/komunitas. Beberapa grup atau komunitas biasanya memposting informasi tentang job review. Tentu saja disertai dengan syarat dan ketentuan. Misalnya, jumlah follower Twitter sekian, Alexa rank sekian, Klout Score sekian. Cara apply-nya pun tidak begitu sulit, biasanya hanya diminta nama, nomor telepon, email, dan URL blog.
  • Brand. Ada beberapa brand yang lebih senang menghubungi blogger secara langsung. Itu sebabnya mengapa laman “About Me” yang dilengkapi dengan kontak sangat penting. Agar brand bisa dengan mudah menghubungi Anda. Jangan lupa pula untuk mencantumkan kontak (email, nomor telepon, or whatsoever) di profil media sosial yang Anda miliki. Dari mana brand mendapatkan informasi blog Anda? Dari banyak sumber. Dari daftar pemenang lomba blog, misalnya.
  • Rekomendasi. Have I told you bahwa membangun jaringan dengan sesama blogger itu sangat penting? Kadang, ketika seorang blogger di-hire untuk sponsored post, brand juga meminta rekomendasi blogger lain. Jadi, baek-baeklah kepada blogger yang sering dapet job, siapa tahu direkomendasikan. *eheum
  • Agensi. Siapa bilang cuma artis yang punya agensi? Kita para blogger juga punya agensi, banyak malah. Fungsi agensi adalah menghubungkan brand dengan influencer atau blogger dan mereka mendapatkan fee untuk itu. Keuntungan tergabung dengan agensi adalah kita tidak perlu kukurilingan mencari job karena sudah tersedia di situs web agensi. Caranya juga mudah, Anda hanya perlu mendaftar, mengisi profil, mengajukan proposal penawaran kepada brand jika ada job posting. Contoh: Sociabuzz.
Sociabuzz
  • Tip: Buatlah sebuah sponsored post yang se-soft selling mungkin. Karena blogger “menjual” manfaat, bukan produknya.
  • Contoh sponsored post soft selling: “Selamat Tinggal Anyang-Anyangan!”

 

3. Reportase

Anda sudah pernah datang ke event-event yang diadakan oleh brand? Sudah pernah merasakan mendapat “uang transport”? Well, harap diingat bahwa saya tidak menyarankan Anda untuk hanya pergi meliput ke event-event yang menyediakan uang transport. Saya hanya sedang mengatakan bahwa ya, ada beberapa event yang memberikan benefit berupa materi.
Apakah dengan menerima bayaran seperti ini artinya Anda adalah blogger mata duitan? Nope. I called it rational. I mean, emang kalau ada orang ngasih duit karena Anda datang ke acaranya dan menulis liputan terus Anda akan menolak? Pamali menolak rezeki teh, aikamu. Saya sendiri kerap menganggap itu sebagai “sponsored post terselubung”.
  • Tip: Setiap kali datang ke event, dibayar atau tidak, pastikan Anda tetap menulis reportase. Biar disayang brand? Bukan, tapi untuk belajar dan mengasah teknik-teknik jurnalistik.
  • Bacaan lanjutan: “How to Be a Bloggerpreneur.”

4. Buzzer

Perlukah saya menjelaskan poin yang ini? Saya yakin deh, pasti Anda sudah pernah menjadi buzzer dari brand atau campaign tertentu. Buzzer biasanya bergerak di berbagai media sosial, paling banyak sih di Twitter.
Tarif buzzer juga bervariasi, dari mulai 50 ribu/twit sampai jutaan rupiah. Tergantung jumlah follower dan seberapa berpengaruh si buzzer. Jutaan? Seriously, konon tarif Agnez Mo sekitar 8 juta untuk satu kali retweet. Dari mana pekerjaan buzzer ini berasal? Sama seperti sponsored post, ada yang dari komunitas, brand, agensi, dan rekomendasi.

 

  • Tip: Ketika Anda sedang menjadi buzzer dari brand A, pastikan Anda tidak menjadi buzzer atau menghadiri event dan livetweet untuk brand kompetitornya. For the God sake, be a professional, will you?

5. Jual Diri

Aha. Ini poin yang paling menarik kalau menurut saya. Sebetulnya, jual diri tidak berhubungan langsung dengan blog yang Anda kelola, melainkan dengan keahlian yang Anda punya. Misalnya, Anda kerap membuat postingan atau tutorial fotografi. Pembaca akan notice kalau Anda adalah fotografer, bukan? Nah, ketika ada pembaca yang sedang membutuhkan jasa fotografer, bukan tidak mungkin dia akan menghubungi Anda.

Setiap blogger, yang pemula maupun yang militan, tentu ingin menghasilkan sesuatu dari blognya. Entah itu sekadar pembaca, pengetahuan, teman, atau materi. Namun, selama saya berkecimpung di dunia blogging, ada satu hal yang saya pahami, bahwa tidak ada seorang pun yang sanggup menetapkan batas antara realitas dengan idealisme kecuali saya sendiri.

Karena uang adalah benda penuh paradoks. Uang bisa mengubah siapa saja, termasuk saya, termasuk Anda. Uang bisa pula membuat seseorang menggadaikan idealismenya, mempertaruhkan kualitas penulisannya.

Sekali lagi, mau memonetisasi blog atau tidak, segala sesuatunya tergantung Anda. Pesan saya cuma satu: kalau ada brand yang meminta rekomendasi blogger berdedikasi, you know where to contact me. #eh
Cheers,
~eL

39 Comments

  1. August 3, 2016 at 10:52 am

    Wohoho bagis banget sist, ane jadi tau ternyata banyak juga jalan monetisasi blog. Jujur aja selama ini anemcuma baru make yang point no 1 aja ^_^
    Oke deh mulai sekarang anemcoba tuk ke,bangin lagi. Tngkiu inponya

  2. August 3, 2016 at 11:00 am

    Suka banget sama tulisannya. Networking emamg perlu banget. Beberapa kali dapat job juga karena rekomendasi teman. So, jangan ragu buat gabung sama komunitas.

  3. August 3, 2016 at 11:54 am

    Ciyehhh…. bagian closingnya …. manis bangett euyy

  4. August 3, 2016 at 11:59 am

    suka bacanya 🙂

  5. August 3, 2016 at 12:14 pm

    Closingnya bikin hahahihi. Tapi aku stuju smua poinnya. Sayangnya aku newbie utk urusan monetisasi jd blm bisa nentuin tarif hiks

  6. August 3, 2016 at 1:09 pm

    Pilihlah lomba yg anda sukai bukan yg bikin frustasi, wekeke, keren teteh petuahnya, tau aja eike sering frustasi dg riuh nya lomba yang sdg digelar hehe

  7. August 3, 2016 at 1:43 pm

    Setuju teh, job akan datang seiring meningkatnya kualitas kita. Jangan mau instant, semua pembelajaran pasti akan ada bayarannya.

  8. August 3, 2016 at 2:24 pm

    setuju banget… ngeblog emang bisa jadiin orang banyak duit. bisa di buat sampingan kerja juga. salam blogger…

  9. August 3, 2016 at 3:20 pm

    Suka banget teh, dan aku masih belum termasuk didalam semuanya. Kumaha atuh ieu teh nya

  10. August 3, 2016 at 3:30 pm

    Ini Fian? Typo parah gitu komen lu. Hahaha.

Leave a Reply