Tadi malam, lagi asyik-asyiknya baca ‘Time Line’ nya Michael Crichton [baca yang ketujuh belas kali], aku terganggu oleh suara-suara langkah kecil dan kepakan sayap. Aku berusaha mencari asal suara. Oh…kecoak. Biarin aja lah. Mahluk kecil mungil nan lucu itu kembali merayap-rayap di atas rak.
Lalu dia terbang ke sana kemari, hinggap di kakiku dan berusaha masuk ke dalam daster, nah aku mulai nggak toleran lagi. Dibiarin malah ngelunjak. Dasar cucunguk! Pas aku mau usir dia dari kamar, aku kaget en takut en ngeri. Ternyata itu kecoak nggak single fighter, tapi rame-rame gitu. Ada satu, dua, sekitar dua puluh ekor. Belum lagi yang malu-malu nongol di bawah pintu. Hiyyy…
Terpaksa kubangunin Si Aa, karena aku nggak sanggup ngusir kawanan itu sendirian. Si Aa pun bangun sambil marah-marah, tapi marahnya hilang karena di kamar dan ruang tamu dah banyak kecoak. Lalu pertempuran pun berlangsung. Obat serangga berhamburan di dalam ruangan. Nggak mempan. Akhirnya pake cara tradisional; sapu dan gebukan nyamuk.
Mereka pun berhasil diusir dari habitat kami. Ye, siapa kuat, dia dapat tempat. Tapi aku nggak bisa tidur. Takut. Takut mereka datang lagi bawa kawan-kawan yang lebih banyak karena dendam. Takut mereka terkontaminasi zat kimia atau semacamnya lalu jadi punya intelegensi layaknya manusia dan bertekad merebut rumah kami dan membuat sarang. Takut mereka nggak terima diusir, lalu melaporkan kami ke komnas HAB [Hak Asasi Binatang]
Mungkin aku kebanyakan nonton film monster, tapi yang jelas aku takut. Hey, itu bisa saja terjadi kan? Siapa yang tahu apa yang dimakan mereka sehari-hari? Bisa jadi limbah nuklir ato apa gitu. Tahu nggak apa yang sebenarnya menakutkan? Karena mereka datang secara bersamaan dalam jumlah banyak. Kalo cuma satu ekor sih cetek. Kalo dah koloni kayak gitu? Mahluk teratas dalam rantai makanan seperti kita pun surut. Akhirnya, aku pun tertidur sambil memakai celana panjang berlapis dan pake jilbab. Ketika ditanya Si Aa kenapa aku tidur sambil pake jilbab, aku cuma jawab: “Supaya kalo ada apa-apa, langsung bisa lari.” Dia pun tertidur sambil berpikir nggak akan membiarkan istrinya nonton film lagi.
Pelajaran moral dari kejadian tadi malam:
  1. Jangan pernah tidur memakai daster tanpa celana lapisan di dalamnya
  2. Jangan gunakan terlalu banyak obat anti serangga, karena mereka malah jadi kebal
  3. Jangan menyimpan bahan-bahan beracun dan berbahaya di dalam rumah, karena bisa saja dimakan tikus atau serangga dan membuat mereka bermutasi jadi monster [serius!]
  4. Berhenti menonton tivi dengan cerita serangan mahluk asing, monster dan semacamnya yang pemainnya mati semua
  5. Jangan remehkan kekuatan binatang-binatang kecil [penting], karena kalo mereka datengin kita tengah malem dalam jumlah ratusan, dijamin akan membuat trauma

2 Comments

  1. Anonymous-Reply
    April 27, 2016 at 8:06 am

    berjam-jam baca tulisan teteh akhirnya nemu yang ini.
    jadi komentator pertama nich, hihi.

  2. Aireni-Reply
    November 9, 2016 at 4:29 pm

    Dari beberapa postingan yang sudah dibaca, gak nahan untuk tidak berkomentar di tulisan ini. Komnas HAB? LoL
    Ngakak, Teh, bacanya.

Leave a Reply