One Day Trip with Aksa

SITU CIBURUY_2

Yang sering dirasakan oleh ibu-ibu bekerja adalah rasa bersalah. Rasa yang menghantui karena kita tidak punya cukup banyak waktu untuk bersama anak-anak. Tapi dilihat dari sisi mana pun, kadang kita memang tidak punya pilihan. Yang bisa kita lakukan hanya berdamai, menanamkan dalam pikiran bahwa manusia memang tidak bisa mendapatkan setiap hal yang diinginkan.

Meski bekerja di rumah, tapi saya tidak bisa setiap saat bersama Aksa karena dia diasuh oleh tetangga dari mulai pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore. Kalau sedang banyak deadline atau jika saya harus ke luar kota, Aksa bahkan terpaksa menginap. Saya banyak kehilangan saat-saat berharga. Satu hari dia belum bisa menunjukkan yang mana mata yang mana tangan, ketika pulang dia sudah bisa menunjukkan mata, mulut, hidung, tangan, kaki, perut. Siapa yang mengajari? Jelas bukan saya, melainkan pengasuhnya. Itu hanya kejadian dalam satu hari. Bayangan berapa ratus saat-saat berharga yang saya lewatkan. Sedih? Iya, sedikit. Menyesal? Tidak, karena penyesalan untuk hal-hal seperti ini hanya akan berujung kepada rasa depresi.

Saya tidak bisa menempatkan diri sebagai pesaing, tidak bisa menanamkan pikiran karena saya ibunya maka sayalah yang harus mengajarkan Aksa segala hal. Itu tidak adil bagi Aksa, bagi saya, dan pengasuhnya yang sudah banyak membantu. Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah tetap membangun bonding antara saya dan Aksa, mengefektifkan waktu ketika kami bersama.


ONE DAY TRIP

SITU CIBURUY_4

Duduk manis di pangkuan itu mainstream

Aksa senang sekali naik mobil. Jika sedang rewel saya hanya perlu membawanya naik angkot bolak-balik Cimahi-Leuwi Panjang. Jadi ketika kemarin dia libur karena pengasuhnya sakit, saya pikir kenapa kami tidak jalan-jalan keliling kota sekaligus untuk membangun kedekatan?

Saya memutuskan untuk jalan-jalan dengan bus Damri jurusan Alun-Alun – Situ Ciburuy. Pagi-pagi saya menyiapkan barang-barang yang akan dibawa:

  1. Baju ganti + selimut
  2. Diapers + sanitasi (tisu basah, tisu kering, sabun cair, antiseptik)
  3. Susu (termos air panas, air dingin, susu bubuk, botol susu)
  4. Bekal makanan (makan siang, kue kering, dan buah-buahan)
  5. Mainan (pilih yang kecil, bawa satu buah saja)
  6. Payung
  7. Kamera

Tip:

  • Saya sarankan membawa bagpack alih-alih tas bayi atau slingbag karena bagpack lebih mudah dibawa.
  • Pakai sepatu keds karena melakukan trip bersama batita yang sedang aktif-aktifnya akan membuat kita banyak bergerak.
  • Jeans dan kaos adalah outfit favorit saya ketika mengajak Aksa jalan-jalan.
  • Sediakan ongkos dan simpan di saku celana agar tidak ribet mengambil dompet ketika di perjalanan.
  • Bawa makanan dan minuman secukupnya, ini one day trip di perkotaan, bukan ke hutan belantara.
  • Tidak, tidak usah membawa kompas atau sleeping bag.

Bus Damri Jurusan Alun-Alun – Ciburuy

Kami hanya menunggu bus selama 15 menit di Jalan Cibabat karena bus Damri unitnya banyak. Waktu naik saya sudah deg-degan, takut tidak dapat tempat duduk. Untunglah ada bapak-bapak baik hati yang menyerahkan tempat duduknya kepada kami. Makasih ya, Pak. *sungkem

Oh ya, Anda yang tinggal di Bandung pasti  ngeh kalau sistem transportasi publik di Bandung sudah mengalami banyak kemajuan. Bus kota yang sudah uzur perlahan-lahan ditarik dan digantikan dengan bus yang lebih baru.

Ada beberapa hal yang saya sukai dari bus-bus Damri baru ini:

  1. Ongkosnya murah. Tarifnya berbeda-beda untuk setiap jurusan. Dari Cibabat ke Situ Ciburuy hanya 6 ribu rupiah. Kalau naik transportasi jenis lain mungkin akan memakan dana 5 kali lipatnya.
  2. Bersih & nyaman. Ini yang penting. Membawa anak jalan-jalan dengan transportasi publik memang harus memikirkan kebersihan dan kenyamanan. Ada AC-nya juga sehingga tidak takut “kekesangan”. 😀
  3. Papan petunjuk arah. Di depan ada panel petunjuk, jadi kita bisa tahu sudah sampai mana, berapa jarak berapa jarak ke tujuan berikutnya. Selain itu ada juga panel rute di tengah-tengah bus. Untuk yang sering nyasar dan tidak tahu harus turun di mana seperti saya, ini sangat berguna.

Selama di perjalanan saya bercerita bahwa kami sedang naik bus kota, kendaraan “raksasa” yang selalu ia teriaki “mbin” setiap kali melihatnya di jalan. Selama di perjalanan selera makannya juga meningkat, berhasil ngemil beberapa keping biskuit dan satu buah pisang. Yeay, saya senang.

SITU CIBURUY

SITU CIBUUY_1

Situ Ciburuy adalah salah satu situ (danau) bersejarah bagi masyarakat Jawa Barat. Terletak di Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Sekitar 25 km dari pusat Kota Bandung.

Hanya diperlukan waktu sekitar 40 menit dari Cibabat ke Situ Ciburuy, atau mungkin kurang, saya agak lupa melihat jam.

Begitu sampai ke tepi situ, yang pertama kali diteriakkan Aksa adalah, “Airrr!”.

Saya berjongkok di samping Aksa, bercerita dengan pelan-pelan bahwa air super banyak yang sedang ia lihat adalah danau. Bahwa benda berwarna-warni yang terapung di tepi danau adalah perahu. Dia antusias sekali sampai berkali-kali akan turun. Tidak, kami tidak naik perahu. Membawa anak seusia Aksa ke tengah danau bagi saya yang tidak bisa berenang sama saja dengan mengundang bahaya. Nggg … jujur sih, sebetulnya saya memang takut naik perahu. Kami hanya duduk-duduk di tepi danau, makan siang, dan main kejar-kejaran. Maksudnya, ini tempat baru bagi Aksa, artinya harus dijelajahi dengan saksama dan saya bertugas mengawal.

Situ Ciburuy ini sebetulnya bisa dijadikan tempat wisata yang lumayan jika dikelola dengan baik, mungkin Pemkab Bandung Barat belum tergerak hatinya. Yaaa … segitu juga udah uyuhan.

Catatan:

  1. Aksesnya mudah. Tempat perhentian bus Damri berada tepat di depan situ.
  2. Masuk ke sini gratis.
  3. Kurang bersih. Meski tidak terlalu banyak sampah yang berserakan seperti di Alun-Alun Bandung, tapi tempatnya memang kurang bersih. Saya tidak menemukan satu pun tempat sampah di kawasan pengunjung.
  4. Ada saung-saung yang menjual makanan dan minuman, sayang kondisinya tidak memadai bagi saya yang “geuleuhan”. 
  5. Tidak ada toilet.
  6. Harga sewa perahu 20-70 ribu.
SITU CIBURUY_3

Perahu yang bisa disewa untuk mengelilingi situ

SITU CIBURUY_5

Tersedia bangku-bangku beton seperti ini untuk tempat duduk. Abaikan muka memberenggut bayi ganteng di atas, dia tidak senang karena diminta diam.

Kami menghabiskan waktu sekitar 2 jam di sini. Lagi-lagi saya bahagia karena selera makan Aksa meningkat secara drastis meski saya harus menyuapinya sambil main kejar-kejaran.

Perjalanan Pulang

SITU CIBURUY_6

Saya sudah memintanya untuk tersenyum ke arah kamera, tapi dia bersikeras untuk memasang pose kondektur sambil ngemut jempol.

Karena bus kota masih kosong, Aksa memiliki kesempatan untuk menjelajahi si “mobil raksasa”. Agak-agak norak bergembira sih, tapi ya biarkan saja, namanya juga anak-anak. Selama perjalanan pulang, Aksa mengisi waktu dengan ngemil pisang, menunjuk sana-sini, lalu tidur setelah minum sebotol susu.


 

SELFNOTE

Tadinya saya agak segan membawa Aksa jalan-jalan atau berkunjung ke tempat baru, takutnya dia rewel atau bagaimana. Tapi ketakutan saya itu ternyata tidak beralasan, Aksa cuma rewel sejadi-jadinya kalau diajak ke rumah Ibu, entah kenapa.

Ada beberapa hal yang saya jadikan catatan. Yang memerlukan perjalanan berdua seperti ini ternyata bukan hanya Aksa, tapi juga saya. Seharian, saya sama sekali tidak menyentuh ponsel, bahkan tidak tergoda untuk mengunggah foto ke Instagram. Untuk apa? Live report? Nggak penting. Foto Aksa baru saya posting hari ini, sekadar menjaga Klout score. #eh

Sudah berhari-hari Aksa rewel, ketika dibawa jalan-jalan dia fine-fine saja. Hanya merengek meminta susu ketika mengantuk, selebihnya ya excited dengan setiap hal yang dia lihat, dengar, dan alami. Dia bahkan tidak menyentuh mainannya sama sekali. Mungkin selama ini dia bosan terkungkung di kamar kos dengan ibu yang lebih bonding dengan notebook daripada dengan dirinya.

Perjalanan seperti ini juga bukan hanya membangun kedekatan, tapi juga membuat saya sadar. Sekeras apa pun saya bekerja, siang dan malam, hal itu tidak akan berarti banyak kalau saya “kehilangan” anak-anak. Mencari uang itu mudah, yang sulit adalah mencari keluarga.

Salam,
Mommy eL

21 Comments

  1. March 26, 2016 at 6:20 am

    Senang membacanya, membayangkan saya pernah ada di fase menyempatkan diri utk bonding dengan anak2 dengan one day trip. Kadang sekedar di Jakarta atau menjauh dikit ke Bogor menggunakan mass transport.
    Kebiasaan ini masih kami lakukan sampai sekarang. Menyenangkan…

    • March 26, 2016 at 6:37 am

      Next trip mau nyoba kereta api ah, pasti dia seneng banget. 😀

  2. March 26, 2016 at 6:45 am

    Nah..pas banget nih, besok aku juga mau one day trip sama krucils ku yang ada 3..(banyak ya)

    • March 26, 2016 at 6:51 am

      Nggak kebayang rempongnyaaaa. 😀
      Tapi pasti seru, have fun ya.

  3. March 26, 2016 at 7:05 am

    Kadang aku juga ngerasa takt-takut males kalau keluar berdua aja sama Arya. Tapi, kalau dituruti terus takut-malesnya, kapan bisa bonding sm anak? Eh, tau-tau dia dah mau TK. Nyesel deh ujung-ujungnya

  4. niaharyanto-Reply
    March 26, 2016 at 7:09 am

    Yeay… Aksa soleh. Ayo, sering-sering ajak ibu main. Kasian, butuh sering piknik. Hehehe….

  5. March 26, 2016 at 7:32 am

    Suka baca pengalamam seru ibu dan anak ini. Aku sudah melewati fase itu. Baca ini jadi ingat masa-masa riweh tapi excited saat anak-anakku masih seumur Aksa. Btw, itu pose berdiri sambil ngemut jempolnya bikin ngikik ih. Hihihi

    • March 26, 2016 at 9:44 am

      Ini pertama kalinya kami trip berdua dan kayaknya akan ada trip-trip berikutnya. 😀

  6. March 26, 2016 at 11:07 am

    Mommy eL, you’re fab!

    Jadi terharu baca kisah quality time antara ibu-anak ini. Hikk… Aksa pasti belajar banyak di situ itu, ya!

    Jadwalin jalan2 lagi!

    Btw, kisah ibuprofen & paracetamol udah diposting kah? nungguin
    😀

    • March 26, 2016 at 11:16 am

      Kisah tentang DBD itu belum sempet nulisnya karena pasti puanjang. Hahaha.
      Nanti ya.

  7. March 26, 2016 at 1:13 pm

    Aksa lucu.. cakep pula :*
    Kapan-kapan kita kopdaran yuk Aksa hehehehe

    • March 29, 2016 at 5:02 am

      Aih, jauh kali kalau harus ke Lombok, Mak. Tapi mudah-mudahan bisa ke sana sih. 😀

  8. March 27, 2016 at 5:22 am

    seneng baca yg plg akhir.. momy El hehe

  9. March 27, 2016 at 3:57 pm

    aku jg suka bayangin gt mbk el, takut si ken rewel kalau diajak ke tmpt baru, eee ternyata nggak, hepi2 aja dianya, cm yaaaa emaknya kudu punya tenaga ekstra hahayy. tak apolah yah, demi si kecil.
    iyak ngetrip pakek kereta bakal seru bgd mbk, aseli,

    • March 29, 2016 at 4:59 am

      Ngejar-ngejar anak itu sama dengan nge-gym 3 jam. Hahaha.

Leave a Reply