Ia, perempuan itu, mengatai saya sebagai si bibir monyong dan orang utan kerena kulit saya memang legam. Ia dan teman-temannya haha-hihi di Twitter seolah-olah fisik seseorang pantas dijadikan bahan lelucon. Yang lebih menyakitkan, suami saya membelanya, lebih tepatnya meninggalkan saya dan anak yang tengah saya kandung demi dia: perempuan yang lebih muda dan (mungkin) lebih cantik.    

Saat itu, tiga setengah tahun lalu, saya bukan hanya kehilangan suami, tapi juga anak. Saya keguguran. Tak ada perempuan yang bisa bertahan ketika membaca pesan-pesan berisi rayuan dan janji pernikahan suaminya dengan perempuan lain. 

Pasca perpisahan yang begitu menyakitkan, saya memiliki satu obsesi: tampak cantik di media sosial. Saya mempelajari segala macam teknik photo editing, mengambil foto dari berbagai sudut untuk mencari “the best of me”. 

Tapi lama-kelamaan saya lelah.    

Cantik adalah kata yang selamanya memiliki arti relatif. Kulit putih, badan bak gitar spanyol, rambut lurus panjang terurai, bibir tipis berwarna merah muda, dan lainnya hanya klausul tak tertulis tentang arti cantik. Klausul yang setiap detiknya berubah, mengikuti selera orang-orang dan perkembangan zaman.

Pun, dengan frasa “terlihat cantik”. Frasa ini tidak pernah memiliki definisi konkret, semua definisi yang ada selalu diikuti dengan “tergantung kepada”. Dari zaman penciptaan manusia pertama hingga hari ini, tidak pernah ada yang berhasil merumuskan apa definisi sebenarnya, karena memang tidak perlu.  Untuk apa? Toh selera setiap orang tidak pernah sama.

Ironisnya, ketika kamera smartphone semakin canggih, ketika mengambil foto sendiri dilabeli dengan kata “selfie”, ketika saya tak perlu lagi software desain karena aplikasi demi aplikasi yang membuat foto tampak lebih cantik dapat diunduh gratis di Google Store, saya tak lagi ingin tampak cantik untuk memuaskan siapapun. Karena saya memiliki definisi sendiri tentang itu.

Akhirnya saya memasang foto profil hanya agar wajah saya dikenali, lainnya tidak. Saya memilih foto hanya atas dasar kepantasan: pose sopan, resolusi memadai, tone warna matching dengan foto sampul, hal-hal semacam itu. Tapi, saya paham selfie strategy karena itu sudah menjadi pengetahuan dasar bagi kebanyakan perempuan. Saya juga paham bagaimana menggunakan aplikasi-aplikasi kamera dan photo editing. 

Saya bisa membuat wajah saya yang biasa-biasa saja jadi tampak seperti Sophia Latjuba KW. 9, sekadar untuk bersenang-senang. Seperti foto di bawah ini.

Atau mirip Sandrina Malakiano.

Tapi tahukah Anda bahwa untuk membuat foto seperti itu saya membutuhkan 3 layer photo editing? Iya, 3 macam aplikasi. Pertama untuk mengedit brightness dan warna, kedua untuk memperbaiki tekstur kulit, ketiga untuk filter. Kalau dengan jerih payah seperti ini saya bisa mendapatkan bonus Ariel Noah sih tidak masalah, lah ini? Yang komen emak-emak doang, kok. *sedih

SELFIE EXPERT

Masalah selfie dan kecantikan ini akhirnya membawa saya ke dunia baru: fotografi. Menurut Madam Vivera Siregar, fotografer pro, fotografi itu bukan tergantung gear, tapi tergantung the man behind. Sebaliknya, selfie justru tergantung gear. Jadi, kalau ada smartphone selfie terbaik yang membuat foto saya tampak pantas dan tidak usah capek-capek mengedit, saya sih akan dengan senang hati meng-uninstall semua aplikasi tambahan itu. 

Sebetulnya, smartphone dengan kamera selfie tanpa jerih payah sudah lama menjadi isu fenomenal di kalangan perempuan. Oke, saya sebut saja langsung, OPPO Cameraphone. Dan yang paling terbaru: OPPO F1 Selfie Expert. 

Benar kata orang, kadang kita tidak pernah tahu akan bertemu siapa kita hari ini. Ketika timeline penuh dengan foto-foto Isyana Sarasvati dan Rio Haryanto yang sedang selfie berdua dan terus terang membuat iri, eh saya bertemu Madam. Lho? Apa hubungannya? Ada, dong.

Kemarin malam, saya dan Madam janjian untuk ngobrol-ngobrol soal infografis di sebuah kafe di Cibeureum. Setelah setengah jam ngobrol, Madam mengeluarkan smartphone berwarna gold dengan maksud minta difoto. Radar saya langsung menyala.

“Madam, itu OPPO, ya?” 

“Iya,” jawabnya.

“Tipe berapa?”

“F1,” Madam menjawab tanpa prasangka.

“Aaaakkk … nyobain selfie, dong,” saya yang tadinya kaleum berwibawa berubah jadi agak norak. Maksud saya, selfie bagian dari fotografi, kan? Anggap saja fotografi kontemporer dan sebagai fotografer mualaf, saya tentu harus tahu.

“Nggg … iya, boleh, boleh,” jawab Madam dengan suara pelan dan senyum dikulum.

Jadi, Madam menghibahkan waktu untuk saya agar bisa mencoba OPPO F1. Tadinya saya sempat ragu karena saat itu malam hari dan penerangan di kafe tidak mencukupi. Selfie siang hari di dalam atau di luar ruangan mungkin tidak masalah, tapi malam hari? 

  
Saya mengambil foto dengan dua kamera smartphone berbeda di tempat yang sama dengan pencahayaan yang sama. Hasilnya seperti ini:

1. MODE NORMAL 

 

Dua-duanya tidak memakai flash, hanya kamera depan biasa, tidak pula diedit. Tolong abaikan ekspresi wajah di sebelah kanan, sulit untuk tampak seperti Sophia Latjuba atau Isyana tanpa kamera memadai. 

2. BEAUTY 3.0

 

Foto kedua diambil menggunakan fitur Beauty 3.0 sedangkan yang di sebelah kanan dengan fitur kamera biasa karena memang tidak ada fitur beauty. Tanpa flash, juga tanpa diedit. Mohon maaf kalau wajah saya agak berminyak, tapi tolong perhatikan tekstur kulit dan lingkaran hitam di bawah mata. Di foto sebelah kiri, lingkaran hitam di bawah mata sama sekali hilang, flek hitam sama sekali tidak tampak, dan kulit saya betul-betul tampak seperti aslinya, bahkan lebih cerah. Ini sudah seperti foto before-after. Sebentar, OPPO F1 ini smartphone atau produk kecantikan, sih? Kok tiba-tiba saya ingin jadi beauty blogger, ya? *dilirik sinis ama Aprijanti & Putri KM    

3. FOTO HITAM PUTIH

 

Saya selalu suka foto B/W, sayangnya ketajaman warna, kontras, dan saturasi yang pas jarang bisa didapat. Jadi, biasanya saya mengambil foto berwarna lalu mengeditnya. Kali ini tidak, saya langsung mengambil foto B/W, hasilnya seperti yang Anda lihat di atas. 

4. VARIOUS FILTERS

Sebetulnya saya ingin sekali pamer semua filter yang dimiliki oleh OPPO Cameraphone dengan cara mengunggahnya satu per satu, bukan dibuat kolase seperti ini. Mmmhhh … tapi saya khawatir Anda akan mimpi buruk jika terus-menerus terpapar foto selfie saya. FYI, kamera depan OPPO F1 memiliki fitur Various Filters. Ada 8 filter yang bisa Anda gunakan langsung ketika mengambil foto. 

5. DOUBLE EXPOSURE

Ini contoh foto yang diambil dengan fitur Double Exposure, maksudnya Anda bisa menggabungkan dua foto dalam satu frame dengan dua kali shoot. 

6. SELFIE SIANG HARI


Sayangnya untuk selfie di siang hari saya hanya punya contoh 1 foto karena waktu itu saya buru-buru akan berangkat ke Bekasi dan si empunya smartphone juga buru-buru akan berangkat ke kota lain.

KAMERA BELAKANG

Walaupun ini artikel tentang selfie sempurna setiap saat, tapi saya kira perlu juga membahas tentang kamera utamanya. OPPO F1 memiliki kamera utama 13 MP yang dilengkapi dengan teknologi Pure Image. Berikut foto-foto yang saya hasilkan.

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

A photo posted by Langit Amaravati (@langit_amaravati) on Mar 26, 2016 at 8:31am PDT

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

 

HARGA SEBUAH KECANTIKAN

Di kafe malam itu bukan pertemuan pertama saya dengan OPPO F1, dua minggu yang lalu saya sudah pernah bertemu dan mencoba kamera belakangnya dan satu kali mencoba kamera depan. Pemiliknya adalah … siapa lagi kalau bukan dia yang namanya tidak boleh disebut? Tapi, ketika bersama dia saya tidak berani selfie banyak-banyak. Waktu itu saya hanya berani bertanya berapa harga smartphone OPPO F1 yang dia miliki. Sayangnya dia tidak menjawab, hanya senyum-senyum.

Padahal, mudah sekali kok mencari harga sebuah smartphone, di Blibli juga ada. Saya juga curiga kalau dia pre-order di sana karena Blibli.com adalah e-commerce pertama yang bekerja sama dengan OPPO untuk memasarkan F1. 

Kalau saya pribadi ditanya kenapa harus membeli OPPO F1 di Blibli.com, saya punya beberapa alasan:

1. HEMAT WAKTU, TENAGA, DAN UANG

Meskipun freelancer, saya tidak punya banyak waktu untuk “berkeliaran” di toko elektronik. Lagi pula, OPPO official store yang terdekat dari Cimahi hanya ada di Bandung dan hanya ada di satu mal. Sayangnya, setiap kali ke mal itu saya selalu nyasar karena eskalator turun di mana, eskalator naik entah di mana, itu alasan pertama. Alasan kedua, karena sulit sekali untuk menetapkan hati. Berada di belantara gadget akan membuat perhatian saya terdistorsi. Ketiga, karena letaknya berada di belakang toko buku dan ini akan memicu alarm untuk membeli buku, padahal saya tidak perlu membeli buku karena buku yang ada saja belum semua dibaca. 

Jadi, membeli di Blibli.com adalah solusi untuk menghemat waktu, tenaga, dan tentu saja uang. Ongkir? Kan gratis ongkir. *senyum-senyum

2. BISA DICICIL

Hanya di Blibli.com yang menyediakan opsi pembayaran cicilan, ada dua pilihan pula: 6 dan 12 bulan dengan bunga 0%.

3. TESTIMONI

Lagi-lagi, hanya di Blibli.com yang ada testimoni dari pembeli. Menurut saya ini penting karena walau bagimanapun, sebagai seorang calon pembeli, saya tentu ingin mendengar pendapat pembeli lain. Sesimpel itu.

4. DIKIRIM OLEH OPPO OFFICIAL STORE

Tentu saja ini juga menjadi pertimbangan. OPPO F1 akan dikirimkan langsung oleh OPPO Official Store sehingga saya tidak perlu khawatir soal kredibilitas store-nya. Jadi kalau ada apa-apa, mudah sekali melakukan klaim. 

5. KETERIKATAN BATIN

Oke, poin ini mungkin agak drama. Beberapa bulan lalu saya pernah berurusan dengan staf Blibli.com terkait pengiriman barang. Staf mereka, saya lupa jabatannya, yang jelas dia ramah sekali. Ternyata dia urang Sunda, karena tahu saya tinggal di Cimahi dan urang Sunda juga, maka waktu itu kami ngobrol memakai basa Sunda. Bagi saya itu poin plus. Maksudnya, meskipun masalahnya bisnis, tidak berarti harus kaku.

SPEK

Informasi ini sebagai catatan saya dan bahan referensi tambahan untuk Anda. Namun, jika Anda ingin info lebih detail mengenai OPPO F1, Anda bisa mengunjungi website OPPO atau ke Blibli.com. Anda juga bisa mengikuti media sosial mereka. 

 

“Neng, kamu kelihatan kayak Isyana ya di foto itu? Tapi menurut Akang itu lebih karena pengaruh kamera Selfie Expert-nya OPPO F1, deh.” *emot senyum

Sampai artikel ini selesai dibuat, pesan yang ia kirimkan masih berseliweran di kepala. Pesan yang kerap membuat saya senyum-senyum sendiri. Selfie strategy dan kamera depan smartphone memang penting untuk menjadi seorang selfie expert sehingga foto yang dihasilkan tampak pantas, baik untuk koleksi pribadi atau untuk menjadi foto profil di media sosial. 

Tapi yang lebih penting dari itu, saya sedang bersama seseorang yang membuat saya selalu merasa cantik. Seseorang yang saya yakin melihat saya sebagai perempuan utuh, bukan hanya sebentuk tubuh. Tak peduli bibir saya tebal, tak peduli kulit saya legam, tak peduli tubuh saya tidak berbentuk seperti gitar.   

Seperti yang ia katakan, dia bersama saya karena saya sehat, cerdas, menyenangkan, dan percaya diri. Maka itulah definisi cantik menurut saya, perempuan yang percaya diri. Perempuan yang percaya dirinya cantik. Terserah perempuan lain bilang apa, terserah apa yang dikatakan dunia. Karena cantik atau tidak, toh hanya perkara selera.

Salam,
~eL


Sumber referensi dan foto:

  1. Koleksi pribadi
  2. Blibli.com
  3. Oppo.com
  4. Oppo Community

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

51 Comments

  1. April 9, 2016 at 8:55 am

    Hmmm… Gara-gara fitur beauty itulah, temen-temen aku tuh kalo ketemu aku malah yang ditanya “mba,selfie dong. Hape lu kan keren banget” huuufftt. Sekali pinjem bisa puluhan kali selfie. Emang OPPO itu Bener-bener dah. Good luck teh buat lombanya, wish you luck deh pokonya.

  2. April 9, 2016 at 8:57 am

    Eh tapi iya lho teh, di foto selfi yg pertama emang mirip ama sophia latjuba. Serius nih teh!

  3. April 9, 2016 at 9:02 am

    Ah iya, waktu di Bekasi juga mau minta selfie sih, tapi akunya malu. Hahaha.

  4. April 9, 2016 at 9:03 am

    cantik untuk saya mah yg penting calm.. gk tahu ngapa saya suka cewek calm.. intinya calm dan bening.. hahaha..

    oh iya, memang santer itu hape katanya bagus untuk selfie, aku mah belom nyoba.. belom ada duit..

    salam kenal..

  5. April 9, 2016 at 9:03 am

    Semoga Ariel tidak melihat foto saya. Bwahahah.

  6. April 9, 2016 at 9:04 am

    Nah, kan. Cantik itu emang relatif, tapi kalau selfie tetep butuh kamera bagus. 😀

  7. April 9, 2016 at 9:08 am

    Jadi pengen nyobain selfie pake OPPO biar bisa mirip Sophia Latjiba & Isyana….mungkin ga, mereka berjilbab wkwkwkwkwk.

  8. April 9, 2016 at 9:11 am

    Bisa, Sophia dan Isyana edisi syariah. 😀

  9. April 9, 2016 at 9:28 am

    Jadi, selfie malam-malam itu ini jadinya? Cuantik tuenan….
    Menang deh pokoknya

  10. April 9, 2016 at 9:43 am

    Aku udah pernah coba nih oppo selfie. Dan memang mantap hasilnya

Leave a Reply