PACAR TELEVISI PART 2


Ketika aku berpacaran dengan televisi,
kencan kami adalah parade reklame
berita penjagalan
deretan panjang sinema buatan
yang membosankan

iklan-iklan makan malam
berakhir dengan saling membenamkan taring
pada bahu masing-masing
tak jelas siapa yang terluka
dan siapa yang merana

sebab air mata berkisar di antara
skenario tanpa koma
bahkan tawa hanyalah aksara yang diguriskan
serampangan tanpa bermaksud benar
membahagiakan

tak ada – di antara kami-
yang serius untuk keluar
dari sandiwara
dramatisasi emosi,
hanya ada di televisi
sebuah hubungan yang sarat imaji,
ILUSI!

=Bandung, 10 April 2011=

Leave a Reply