Perahu Tanpa Suar

Perahu Tanpa Suar (3)

 

 
Adapun reruntuhan, berbagai macam bangkai kapal, karang, dan ikan-ikan yang tewas berjejalan di ingatanmu adalah para penjahat waktu. Mereka mungkin pernah ada, mereka mungkin pernah nyata, mereka mungkin sempat menenggelamkanmu ke dalam palung paling hitam. Tapi itu bukan alasan kenapa aku tak bisa bersandar. Kenangan buas sekalipun hanya bisa utuh sebagai kaca-kaca ingatan;jejak reruntuhan dari sebuah perjalanan. 
 
Dermagaku…
Aku perahu yang tidak butuh diyakinkan dengan dalih potongan buih masa lalu. Sebab aku pun membawa perih yang tak ingin engkau tahu.
 
Matahari pagi yang kau bilang itu hanya ada di lagu-lagu para nelayan yang bosan berlayar.
 
Jangan lagi meracau bahwa sakit yang dihantar laut tak bisa disembuhkan. Lihat! Jutaan dermaga yang lebih kilau berjejer di sepanjang pantai. Mereka yang senantiasa akan menerima tubuh ringkihku yang kian masau.
 
Tapi aku hanya ingin menujumu…
Jangan tanya mengapa, sebab arah angin tak harus memiliki alasan dari setiap hembusannya.
 
(Cibiru, 31 Januari 2012)

Leave a Reply