PEREMPUAN DAN IBUNYA

Ibu,
menyesalkah kau lahirkan aku?
anakmu yang hitam kelam serupa jelaga di tunggu

Ibu,
wajahwmu itukah yang selalu berada di ambang jendela?
mengintipku lucuti kain demi laki-laki liar yang dahaga

Ibu,
kapankah kita terakhir bertemu?
sebelum aku diculik raksasa, ataukah sesudah itu?

Ibu,
pernahkah terbersit dalam hatimu sebuah rindu?
padaku, seorang lacur yang tak pernah pulang karena malu

Ibu,
dimana kau letakkan kuburanmu?
aku tak berniat ziarah, hanya ingin tahu

Ibu,
bulan depan mungkin aku pulang
saat itu, tolong sambut aku datang
Siapkan sehelai kafan dan tanah makam
jasadku sudah berupa abu dan sekam

Nagoya, 24 April 2009

3 Comments

  1. July 22, 2009 at 4:05 am

    Jangan menangis lagi, bahligai yang drsakn pelacur sedang menagis2, sudahlah, jangan menangis lagi, dengarlah kekasih aku disini, lupakn masa lalumu peluklah tbuh Sang Maha Esa, Allah Maha Pengampun

  2. Anonymous-Reply
    August 12, 2009 at 4:10 pm

    Emotion sickness, Bahasa kuat mengalirkan rona merah api di setiap denyut lidah hatimu.

  3. Anonymous-Reply
    August 12, 2009 at 4:14 pm

    Emotional sickness, Bahasa kuat mengalirkan rona merah api di setiap denyut lidah hatimu. Satu dari tak banyak orang mengalami hal ini. Mungkin….

    ^Rhomdoni^

Leave a Reply