PEREMPUAN DAN SEBATANG ROKOK

Disulut terburu-buru
mulut asam butuh tamba segera
dihisap perlahan-lahan
nikmatnya ditelan, asap pahit diuarkan
dipegangi penuh kemesraan
dibakari merindu abu

Slurp…
segelas kopi jadi temanan
oh, dunia. tertinggallah jauh di belakang

Paling enak jika cuaca dingin
selimut tebal tak perlu lagi
sebatang saja cukup redakan nafsu
Bila abu penuh di asbak
rokokpun tinggal sebuku
‘ssshhh…’ isapan terakhir, ucapkan selamat tinggal
pes! puntung pun dimatikan

Sedang gelas kopi masih setengah berisi
tak usah sedih!
masih ada batang yang lain

-Skylash-
Nagoya, 27 Pebruari 2009

Leave a Reply