PEREMPUAN DAN SEBUAH HATI


Entah kemana kubuang hatiku
dahulu

kucari di tumpukan buku di atas kardus mie
ia tak ada di situ

mungkin di bawah kasur
yang sudah lama tak kutiduri
ia juga tak ada

barangkali ia bersembunyi
enggan menampakkan diri
takut-takut jika kubuang lagi

Hati, kembalilah kemari
kali ini kau tak akan kucampakkan
melainkan kubakar di atas tungku paling panas
biar kau jadi abu dan debu

PERCUMA SAJA MEMILIKIMU

Nagoya, 5 April 2009

Leave a Reply