PEREMPUAN DAN SEKANTONG BAWANG MERAH

Pelan-pelan saja
tak usah terburu-buru begitu
nikmati uar perih dari setiap helaiku

ya, cacah dan preteli aku dengan jarimu
biarlah minyak panas di sebelah menggelegak
belum waktuku bersatu dengannya

mengapa pisaumu bergeletar?
sudah kubilang,
cacahlah aku dengan jarimu

apa yang kau rasa sekarang?
matamu pedas?
buku-buku jarimu kebas?
hidungmu berair-air deras?

aku bau, itu katamu
aku nikmat, pasti begitu

tidak, jangan berhenti
kupaslah aku hingga tak bersisa
lupakan esensi
kau tak akan temukan apa-apa jika memaksa
setelah kau tuntas telanjangi aku,
maka irislah helaiku satu demi satu
jangan tergesa
laparmu kan terpuaskan
segera

==
Nagoya, 5 Maret 2009

Leave a Reply