Perempuan yang Dikutuk Untuk Setia


Perempuan ini, memang sudah dikutuk untuk setia. Berkali-kali, ia berusaha untuk pergi, tapi kemudian selalu menemukan jalan untuk kembali. Kepadamu ….
Di dalam hidupku yang penuh badai, engkau menjadi satu-satunya tempat pulang yang membuatku tak gentar, kerap berdiri tegar. Maka apa lagi yang bisa kupinta kecuali seremah tempat di jantungmu, tak lebih. Tak mungkin lebih. 
Kekasih …
Peta di dadaku tak menunjukkan jalan ke mana pun kecuali menujumu. Aku sudah memutuskan, bahwa engkaulah akhir dari seluruh perjalanku. 
Ada doa yang kupanjatkan diam-diam, meminta kau diberikan yang terbaik oleh Tuhan. Tak ada hadiah istimewa yang bisa aku berikan kecuali membersamaimu selama aku bisa. Selama engkau rela. 
Sayang, usia memang hanya angka, yang kelak menjadikanmu lebih bijaksana. Di setapak jalan kita berdua, engkaulah muara dari segala doa. Di balik lengkung punggungmu, aku akan senantiasa menjadi perempuan yang menyalakan bara api. Di rengkuh hangat pelukanku, jangan ragu bahwa kau masih bisa menjadi kanak-kanak yang tak bosan bergelung di situ.

Maka sampailah kau pada hari ini; titik stasi jam pasirmu sendiri. Selamat hari jadi yang ke-33. Tetaplah menjadi lentera paling nyala, menjadi lelaki yang namanya kurapal dengan rela. Dengan setia.

One Comment

  1. March 26, 2014 at 4:37 am

    selamat bertambah usia ^_^

Leave a Reply