Perempuan yang Menyimpan Bara Api di Dalam Dadanya

Perempuan yang Menyimpan Bara Api di Dalam Dadanya

Karier dan Obsesi

Sebagai seorang perempuan dewasa, bisa dibilang saya tak punya kehidupan. Dunia kepenulisan dan desain yang tadinya hanya hobi berubah menjadi karier … dan obsesi. Banyak hal yang ingin saya buktikan kepada orang-orang, kepada mereka yang dulu mencibir dan meragukan kemampuan yang saya miliki. Tapi, lebih jauh lagi, saya ingin membuktikan kepada diri sendiri bahwa keputusan saya untuk keluar dari kantor bertahun silam itu bukan keputusan yang sia-sia. Saya juga ingin membuktikan kepada diri sendiri bahwa memertahankan kandungan ketika ayah dari anak saya lari entah ke mana adalah keputusan yang benar.

Tapi sebuah obsesi harus dibayar dengan mahal.

Empat tahun terakhir ini, karier kepenulisan dan desain yang saya tapaki bisa dibilang membuahkan hasil. Saya yang empat tahun lalu pengangguran dan hidup sendirian bersama janin yang tengah saya kandung, menjadi saya yang hari ini lebih banyak menolak pekerjaan. Pertama karena Aksa (2,7 tahun) sudah mulai menyita begitu banyak perhatian. Kedua, karena tak banyak tenaga tersisa untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan.

Hidup saya berpusar dari deadline ke deadline.

Ritme kerja saya nyaris seperti robot: 20 jam kerja, 4 jam istirahat. Tak jarang jam istirahat itu dipangkas. Sering lupa makan, lupa tidur, dan lupa yang lainnya. Pembatas waktu halaman hidup saya hanyalah Aksa. Kalau dia tidak meminta saya bermain dengannya, barangkali seharian saya akan tertanam di hadapan meja.

Dengan ritme kerja seperti ini, saya tahu bahwa perlahan-lahan tubuh saya mulai aus. Punggung saya mulai sering sakit, maag menuju kronis, cedera di pergelangan tangan kanan, mudah flu, dan jangan tanya seberapa sering saya masuk angin.

Kegiatan Sehari-Hari


HERBADRINK_IBU

Ibu

Seperti yang saya ceritakan di atas, saya dan Aksa hanya tinggal berdua, kos di daerah Cimahi. Sudah sekitar enam bulan ini Aksa tak lagi diasuh oleh Bu Yayah, tetangga kosan yang sudah mengasuh Aksa sejak dia berusia 4 bulan. Jadi, sekarang Aksa bersama saya selama 24 jam. Meskipun saya bekerja di rumah, tapi tetap saja, tidak mudah menjadi pekerja kreatif sekaligus menjadi seorang ibu dalam waktu bersamaan.

HERBADRINK_BLOGGER

Blogger

Selain cerpenis, saya juga blogger. Berbeda dengan menulis cerpen yang hanya membutuhkan waktu 1 sampai 2 jam, dibutuhkan waktu dan efforts yang tidak sedikit untuk membuat satu buah blog post, kadang 4 jam, kadang berhari-hari. Sesekali saya juga datang ke event blogger yang diadakan di Bandung atau Jakarta.

HERBADRINK_DESAINER

Desainer

Saya harus menyelesaikan paling sedikit 160 halaman tata letak buku dan 1 buah kover dalam waktu 1 minggu. Bukan, bukan buku semacam novel yang hanya terdiri dari teks, melainkan buku-buku nonfiksi yang penuh dengan ilustrasi, diagram, dan infografik. Siapa yang membuat infografiknya? Ya, saya juga.

RELAWAN_3

Relawan

Detail poin yang ini tak usah saya ceritakan. Yang jelas, satu tahun terakhir ini saya ingin sekali menjadi amuba yang bisa membelah diri menjadi berjuta-juta agar semua pekerjaan bisa selesai. Agar saya bisa berfungsi menjadi apa saja.

Cara Saya Menjaga Kesehatan

“Neng, jangan terlalu banyak begandang.”

“Neng, harus banyak minum, yah.”

“Jangan lupa makan, ya, Neng.”

 

Nasihat-nasihat seperti di atas, yang sering kali dikatakan oleh ia yang konon perhatian, hanya menjadi udara yang masuk ke telinga lalu menguap entah ke mana. Saya selalu menjadikan deadline pekerjaan sebagai dalih untuk “menyiksa” tubuh. Hingga pada suatu hari, tubuh saya menyerah.

 

Waktu itu saya tidak tidur selama tiga hari, hanya makan dua kali, selebihnya hanya mengonsumsi kopi. Anda bisa membayangkan sudah serapuh apa pertahanan tubuh saya. Di hari ketiga saya menyantap masakan Padang dan sukses keracunan. Ditambah lagi, maag saya kambuh. Jadilah saya terkapar tanpa ada satu orang pun yang bisa menolong. Ke kamar mandi saja sampai merangkak.

Yang lebih parahnya, pada saat bersamaan Aksa juga sedang sakit dan rewel luar biasa.

Dari situ saya sadar bahwa jika saya tak mau menjaga kesehatan untuk tubuh saya sendiri, setidaknya saya harus mampu menjaga kesehatan untuk Aksa.

Cara Menjaga Kesehatan

Dengan riwayat kesehatan yang buruk dan gaya hidup yang lebih buruk lagi, saya hanya punya dua pilihan: menjaga kesehatan dari sekarang atau kehilangan kesempatan untuk terus bersama Aksa. Tentu saja saya memilih yang pertama.

Ini yang saya lakukan untuk menjaga kesehatan:

Kurangi Begadang

Tidak tidur selama berhari-hari bisa menyebabkan kematian, FYI aja, sih. Dua bulan belakangan saya membatasi jam begadang. Kalaupun harus terjaga sampai malam atau dini hari, sekitar pukul 8 malam saya tidur dulu, lalu bangun untuk menyelesaikan pekerjaan.

Olah Raga

Kick boxing, lumayan untuk menguras lemak dan emosi. 😀

Banyak Minum Air Putih

Sebagai peminum kopi “brutal” dan jarang minum air putih, ginjal saya bekerja dengan tertatih-tatih. Itu sebabnya mengapa saya jadi lebih sering minum air putih.

Berpikir Positif

Tubuh yang sehat berasal dari pikiran yang juga sehat. 

Selain empat hal di atas, saya juga disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan dan minuman alami yang bisa membantu menjaga daya tahan tubuh, salah satunya adalah jamu. Tapi, mengonsumsi jamu kadang menjadi dilema. Di satu sisi saya perlu manfaatnya, tapi di sisi lain saya tak terlalu suka rasanya. Terlebih lagi, saya agak sangsi dengan jamu-jamu sachet yang dijual oleh mbak-mbak jamu. Hingga pada suatu hari, ketika sedang browsing, saya menemukan bahwa Konimex punya herbadrink yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan sekaligus memecahkan masalah saya. Jadi, ngesotlah saya ke minimarket terdekat. 

Di rak, berderet berkotak-kotak herbadrink dengan berbagai varian. “Eh, busyet, banyak banget jenisnya,” celetuk saya sambil membaca satu per satu manfaatnya. Pilihan utama jatuh kepada Sari Temulawak. Tapi, bukan hanya satu kotak itu yang saya bawa pulang. Saya juga membeli Herbadrink Kunyit Asam untuk membantu melancarkan haid, Sari Jahe untuk menghangatkan badan, dan Wedang Uwuh untuk meredakan gejala masuk angin. 

Sari Temulawak Herbadrink

Saya memercayakan penjagaan kesehatan kepada Sari Temulawak Herbadrink bukan hanya karena rasanya yang bersahabat di lidah, tapi juga karena kandungan alaminya. Seperti yang kita ketahui, herbadrink adalah minuman yang terbuat dari bahan-bahan herbal atau bahan-bahan alami. Ini membuat saya merasa aman.

Manfaat dan Khasiat Temulawak

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) merupakan salah satu tanaman obat yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Memiliki khasiat dan yang tidak sedikit. Seperti yang saya baca dari official web-nya, Sari Temulawak Herbadrink cocok diminum oleh siapa saja. Bagi Anda yang pekerja super sibuk seperti saya, temulawak dapat membantu menjaga fungsi ginjal, hati, dan kadar kolesterol. Kurkumi dalam temulawak juga bekerja sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas oksigen serta memiliki kemampuan sebagai antiinflamasi atau mengatasi radang sendi. 

Kelebihan Sari Temulawak Herbadrink

Herbal

Sesuai namanya, Sari Temulawak Herbadrink merupakan minuman tradisional tanpa bahan pengawet. Ini yang membuat saya tenang ketika mengonsumsinya.

Manfaat

Segala manfaat yang terkandung dalam Sari Temulawak Herbadrink memang sesuai dengan apa yang saya butuhkan.

Aman

Telah mengantongi izin dari BPOM sehingga saya tidak usah khawatir tentang keamanan proses, higienitas, dan -tentu saja- halal.

Rasa

Nah, ini nih yang paling penting. Rasanya antara campuran asam dan manis sehingga lebih menyegarkan.

Praktis

Untuk menikmati secangkir temulawak dan manfaatnya, saya tidak usah riweuh. Tinggal seduh, aduk, dan minum. Pun, saya bisa membawanya ke mana pun saya pergi karena kemasannya yang praktis itu tadi.

Penyajian

Bisa diseduh dengan air hangat, air dingin, atau dicampur dengan bahan-bahan alami lainnya.

Progress

Saya mengonsumsi Sari Temulawak Herbadrink sejak satu bulan yang lalu, juga mengonsumsi herbadrink varian lainnya. Hasilnya tentu saja tidak instan karena seperti kita tahu, setiap orang memiliki reaksi tubuh yang berbeda-beda. So far, keluhan nyeri punggung karena terlalu sering duduk berkurang sebanyak 80%, frekuensi masuk angin yang disebabkan karena sering begadang juga berkurang 95%. Sebagai bonus, wajah saya yang dulu kusam karena jarang mandi terlalu sering abai dengan perawatan juga berangsur membaik. Ini semacam mencerahkan wajah dari dalam. Detail kemajuan yang saya capai bisa Anda lihat dalam diagram di bawah.

SARI TEMULAWAK HERBADRINK_1
SARI TEMULAWAK HERBADRINK_3
SARI TEMULAWAK HERBADRINK_4
SARI TEMULAWAK HERBADRINK_5
SARI TEMULAWAK HERBADRINK_2

Persentase berkurangnya keluhan dan masalah kesehatan

Nyeri punggung
80%
Masuk angin
95%
Masalah pencernaan
60%
Maag
90%
Kebugaran
85%
Kulit wajah
55%

Bara Api yang Senantiasa Ada

Selama ini saya memang kerap abai, kerap menjadikan tubuh saya sebagai benda mekanis, menyeretnya hingga ke titik ambang batas kemampuannya. Maag dan keracunan makanan saja bisa membuat saya terkapar, tak terbayangkan jika kezaliman yang saya lakukan terhadap tubuh sendiri ini terus dilakukan. Bisa jadi kelak saya mengalami masalah kesehatan yang lebih serius. Siapa yang akan merawat saya nanti? Siapa yang akan menjaga Aksa kalau saya tak ada? 

Untungnya saya segera sadar bahwa tubuh bukanlah mesin yang bisa diforsir. Meskipun ada bara api obsesi yang tak jua padam di dalam sini, meski ada beban hidup yang harus saya atasi, toh menjaga kesehatan tetap harus diprioritaskan. Demi saya, juga demi Aksa.

Sari Temulawak Herbadrink adalah minuman sehat yang telah menjadi kawan, membantu saya agar bisa melakukan segala macam aktivitas. Agar api semangat yang selama ini meletup-letup tak lantas padam. Api yang akan senantiasa ada. Senantiasa membara.

 

Blog post ini diikutsertakan dalam:

Herbadrink Blog Compeition: Life Style Story with Sari Temulawak
Grafik & Foto

  1. Langit Amaravati
  2. www.herbadrinknatural.com

Sumber Referensi

  1. www.herbadrinknatural.com

25 thoughts on “Perempuan yang Menyimpan Bara Api di Dalam Dadanya

  1. herva yulyanti Reply

    ish teteh meni sae keren pisan 🙏🏻😂
    btw teh kost palihmana?abi ge sami di Cimahi sapa tau kita bisa meet up ☺️
    sehat2 teh sareng Aksa aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *