Perempuan yang Paling Bersedih, Maria …

Engkau menjadi perempuan yang paling bersedih, ketika matahari disarungkan dan renjana bersiap di hadapan. Malam kemudian menjadi ritual; doa-doa tentang air mata dan tukak di dada. Sujud-sujud lama di lantai jalan dan trotoar, ditemani lampu helium dan papan iklan serta angin yang menikam-nikam. Kakimu pincang, sudah!
Matamu, yang akan makin lamur ditebas umur geragapan mencari pertanda, mencari wajah-wajah dalam tawa. Mencari wajahmu sendiri di antara deretan manekin dan sepatu para pelancong yang berjalan terburu-buru. Tak kau temukan, tidak satu pun.
Maria ….
Doa tidak hanya disematkan di atas bebahu jalan, apakah kau tahu? Doa adalah ia yang berdeguk di kerongkonganmu, adalah ia yang berdegup di kedalaman jantungmu. Doa adalah dengus yang keluar dari dan ke hidungmu. Yang berdesir-desir, mengalir di seluruh sel-sel dan nadimu.
Maka berdoalah, Maria. Berdoalah.

Leave a Reply