Perempuan yang Selalu Bermusuhan dengan Dapur

Semua orang tahu, saya adalah perempuan yang selalu bermusuhan dengan dapur. Memasak adalah dunia yang jauh dari jangkauan. Sekuat apa pun saya berusaha, sebanyak apa pun resep yang pernah saya coba, setepat apa pun takaran saya eja, hasil masakan saya selalu berakhir di satu muara: gagal. 

Di keluarga besar saya, nyaris seluruhnya memiliki usaha di bidang kuliner. Ada yang membuka warung makan masakan Sunda, nasi kuning, lotek, batagor, kue-kue, dan penganan lainnya. Ibu dan Nenek saya lebih “mengerikan” lagi, mereka berdua selalu di-hire menjadi tukang masak jika ada hajatan di kampung. Saya adalah anomali, satu-satunya orang yang berkarier di bidang kreatif, seniman yang nyasar di keluarga besar para pengusaha kuliner. 

Satu-satunya keahlian yang bisa dibanggakan dan sering dipuji oleh Bapak hanyalah racikan kopi saya. Bapak selalu berkata bahwa seorang perempuan dikatakan perempuan jika ia bisa membuat secangkir kopi dengan takaran yang pas. Maka sejak kecil, sayalah yang selalu bertugas membuatkan Bapak kopi di pagi dan sore hari. 

Dengan “keistimewaan” saya itu, setiap kali menjelang bulan Ramadhan, saya selalu gelisah. Memikirkan ibadah dan dosa-dosa? Oh bukan, hal-hal seperti itu adalah urusan pribadi saya dengan Tuhan, rasanya tidak pantas jika dibagi-bagikan kepada khalayak ramai. 

Saya gelisah karena setiap kali Ramadhan yang lebih sering saya habiskan di rumah Ibu, ada semacam pembagian tugas membuat hidangan. Ibu bertugas untuk membuat hidangan berbuka, adik perempuan saya membuat hidangan makan sahur, dan saya kebagian membuat takjil. 

Maka, mulai sekarang saya sudah mulai browsing-browsing berbagai resep minuman. Untuk membuat minuman takjil, saya tidak mau sembarangan. I mean, Ibu punya masalah dengan kolesterol dan Bapak tidak suka makanan atau minuman yang terlalu manis. Pun, di rumah banyak anak-anak yang memang tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan, MSG, atau zat pewarna yang tidak baik untuk kesehatan.

BAHAYA PEMANIS BUATAN

Menurut stylecraze.com, salah satu situs kesehatan popular di Amerika, terlalu banyak mengonsumsi pemanis buatan atau aspartam akan membahayakan kesehatan. Ada 10 poin bahaya aspartam.

  1. Sakit kepala
  2. Depresi
  3. Menyebabkan kanker
  4. Obesitas
  5. Nyeri sendi
  6. Pikun
  7. Mudah cemas
  8. Mudah lesu
  9. Tidak baik untuk kesehatan mata
  10. Sakit perut

MENU TAKJIL SEHAT

Nah, agar takjil yang saya buat aman untuk dikonsumsi oleh orang tua dan anak-anak, ada beberapa menu yang saya siapkan. 

1. BANANA ROSE SYRUP



Bahan-Bahan:

  1. 1 gelas/250 ml CNI Sehati Syrup Banana Rose
  2. 7 gelas air dingin

Cara Membuat:

  1. Larutkan 1 gelas CNI Sehati Syrup Banana Rose dengan 7 gelas air dingin.
  2. Tambahkan es batu jika suka. 
  3. Sajikan.

Tip:

  1. Jika suka rasa sirup yang lebih manis, tambahkan beberapa sendok makan sirup.
  2. Jika ingin menambahkan gula, gunakan gula cair. Caranya, larutkan beberapa sendok makan gula pasir ke dalam beberapa sendok air. 
  3. Jika tidak suka menggunakan es batu, masukkan sirup ke dalam lemari es sebelum disajikan agar lebih dingin. 

Testimoni:

Meski judulnya berperisa mawar dan pisang susu, aroma dan pisang susunya nge-blend sehingga menciptakan aroma dan rasa serta kesegaran baru. Karena saya tidak terlalu suka minuman yang terlalu manis, takaran seperti di atas cukup bagi saya. 


2. RED DRAGON


Resep minuman untuk buka puasa


Bahan-Bahan:

  1. Buah naga
  2. Nata de coco
  3. Biji selasih
  4. CNI Sehati Syrup Banana Rose
  5. Air
  6. Es batu

Cara Membuat:

  1. Potong buah naga.
  2. Masukkan buah naga, nata de coco, dan selasih ke dalam gelas.
  3. Masukkan CNI Sehati Syrup Banana Rose yang sudah dilarutkan dengan air. 
  4. Masukkan es batu.
  5. Sajikan.

Tip:

  1. Ada beberapa jenis buah naga: merah, putih, dan kuning. Pilih buah naga sesuai selera. 
  2. Anda bisa mencampurnya dengan susu jika suka, sayangnya kesegaran sirup akan berkurang dan red dragon akan lebih mirip dengan es buah. 🙂

Testimoni: 

Rasanya “sederhana”, dalam arti tidak terlalu banyak campuran buah membuat sirupnya lebih terasa.

3. VANILLA ROSE

Bahan-Bahan:

  1. Eskrim vanilla low fat
  2. Buah naga
  3. CNI Sehati Syrup Banana Rose

Cara Membuat:

  1. Masukkan dua skop eskrim vanilla ke dalam gelas atau wadah.
  2. Masukkan buah potong.
  3. Siram dengan sirup sesuai selera.

Tip:

  1. Sirup tidak perlu dilarutkan dengan air terlebih dahulu.
  2. Topping buah bisa diganti dengan jenis buah lain.
  3. Saya tidak menyarankan untuk menggunakan eskrim dengan varian rasa lain karena nanti akan “tabrakan” dengan buah dan sirup.
  4. Untuk sajian berbuka puasa, sembunyikan dari pandangan mata anak-anak sebelum bedug Magrib berkumandang.  

Testimoni:

Rasa buah naga ini tidak nge-blend jika dipadukan dengan eskrim, mungkin saya harus mencari buah lain atau tidak memakai buah sama sekali, hanya eskrim dan sirup. (Ini gimana sih yang ngasih resep? 😀 )

Nah, dengan adanya sirup yang sehat, segar, dan bisa diolah menjadi berbagai macam minuman seperti ini, saya kira saya akan siap menghadapi bulan Ramadhan tahun ini. Yaaa … walaupun masih tidak bisa memasak, setidaknya saya bisa menjadi Langit Amaravati si penyaji takjil kawakan dan calon istri salehah. *C.C. Akang

Sekian bagi-bagi resep sehat kali ini. Semoga bermanfaat dan selamat menyambut bulan Ramadhan.

Salam,
~eL

Please feel free to share

37 Comments

  1. June 6, 2016 at 8:20 am

    Udah dicobain blom, Madam? 😀

  2. May 30, 2016 at 9:50 am

    cobain aaah buat bulan puasa ntar….

  3. May 30, 2016 at 7:39 am

    Bisa banget, Mas. Mareee, coba. 😀

  4. May 30, 2016 at 7:39 am

    Jadi pengen nyari yang seger-seger, yak? 😀

  5. May 30, 2016 at 7:38 am

    Wuih, kalau urusan bikin sambel mah aku jago, Teh. Masak yang lain itulah yang parah. Hahaha.

  6. May 30, 2016 at 7:37 am

    Boleh banget. Tapi nggak usah bawa oralit kok, Teh. Ini minuman aman bagi kesehatan. Hahaha.

  7. May 30, 2016 at 7:36 am

    Ah, saya juga bisa bikin es cingcau, lhooo.

  8. May 30, 2016 at 7:35 am

    Satu sirup sejuta resep. 😀

  9. May 30, 2016 at 4:46 am

    sangat sederhana resepnya, bisa do coba nanti dirumah,.hemb 🙂

  10. May 29, 2016 at 3:10 pm

    Duh, malem-malem ke postingan yang ini kayaknya kesalahan besar. -___-

  11. May 28, 2016 at 7:21 pm

    Di keluargaku menganggap perempuan yang pas dijadikan istri itu adalah yg bisa bikin sambel enak. Dan aku paling benci bikin sambel. Doyan makannya doang. Parah deh…

  12. May 28, 2016 at 5:34 pm

    ahaai..ntar pas puasa mau mampiir ke rumah aahh
    mau minta menu takjil ini..

  13. May 28, 2016 at 12:52 pm

    kalo dikeluarga saya biasanya bikin minuman atau takjil sendiri yang bener-bener dibuat tanpa bahan kimia, salah satu contohnya yaitu es cincau hijau. Nah es cincau ini dibuat menggunakan daun cincau yang dihancurkan kemudian airnya/sirupnya dibuat dari campuran santan dan gula merah cair. 😀

  14. May 28, 2016 at 12:43 pm

    seger banget kelihatannya~
    satu sirup bisa dijadikan banyak variasi ya mbak. 😀

  15. May 28, 2016 at 10:57 am

    Uh yeah, berhasil bikin resep minuman a la-a la. Horeeee. Hahaha.

  16. May 28, 2016 at 10:57 am

    Akangnya lagi pergi, pergi ke hati perempuan lain. #eh

  17. May 28, 2016 at 10:56 am

    Siap, Bu. Sekitar 1 jam sebelum azan Magrib, yak?

  18. May 28, 2016 at 10:56 am

    Aku akan share postingan ini pas tengah hari bulan puasa biar makin segerrrr. *eh jail

  19. May 28, 2016 at 10:55 am

    Saya, Langit Amaravati, siap dicarter untuk jadi fotografer panggilan. Hahaha.

  20. May 28, 2016 at 10:54 am

    Aku baru tahu kalau memasak bisa memakai rumus kimia. Apa perlu juga aku pake ilmu layout, ya? Hahahaha. Anyway, thank you, aku jadi tercerahkan bahwa memasak itu urusan harga diri, eh, percaya diri.

  21. May 28, 2016 at 10:53 am

    Selamat menyambut Ramadhan, selamat menyambut berseliwerannya resep-resep tajil. Hahahaha.

  22. May 28, 2016 at 10:51 am

    Mareee cobain resep saya. 😀

  23. May 28, 2016 at 10:51 am

    Tahan sampai bulan puasa yak, Teh. Biar makin seger aja sirupnya. 😀

  24. May 28, 2016 at 8:07 am

    Wih..pinter bikin es campur gini, lho..hihi

  25. May 28, 2016 at 5:15 am

    ayo mana nih akangnya, buruan, biar puasanya rame, hehe

  26. May 28, 2016 at 4:24 am

    Tolong ya Teh, postingan ini dipajang waktu puasa aja. Biar makin ngiler pas buka puasanya 😀 😀

  27. May 28, 2016 at 4:16 am

    Adduuhh…, jam segini habis melantai terus liat sirup itu rasanyaaaaa…

  28. May 28, 2016 at 4:12 am

    Can, pang potokeun masakan urang, Can. Eta keren potona <3

    Aku kesengsem sama red dragonnya. Cobain, ah! 😉

  29. May 28, 2016 at 3:31 am

    Simpen resepnya. Hahaha.

  30. May 28, 2016 at 3:25 am

    Aku tunggu resep dari Teh Ida ya, siapa tahu bisa dicontek 😀

  31. May 27, 2016 at 9:05 pm

    Hihihi…jadi inget pas pertama kali masak waktu SMA di asrama, teh. Saya dan teman-teman pada nggak bisa masak. Alhasil saya putar otak. Nekat masak, menunya sesuai yang ada di pikiran. Agar masakan rasanya enak, atau minimal masih layak dikonsumsi, saya mengeluarkan ilmu biologi, kimia dan fisika, dari teori-teori yang saya dapat di kelas.

    Hasilnya? Secara mengejutkan, anak-anak asrama justru suka, karena menunya tak biasa, saya juga bingung itu namanya apa. Yang jelas kunci penting dalam memasak itu, percaya diri dulu dan yakin kalau masakan kita, minimal layak dikonsumsi, entah hasilnya akan jadi apa. Kalo grogi, hasil masakan kita emang jadi kacau, teh. 😀

  32. May 27, 2016 at 11:49 am

    Ini mendekati Ramadhan udah bau-bau sirupp aja nihh, syegerrr.

  33. May 27, 2016 at 9:33 am

    hmmm, sangat menggoda. segerrr

  34. May 27, 2016 at 8:40 am

    Slurrrppppp segernyaaa

  35. May 27, 2016 at 7:55 am

    Wah, segar banget pas buat puasa nanti

  36. May 27, 2016 at 7:47 am

    Aiih keren…. kreatif abiz 🙂

Leave A Comment