Pada saatnya nanti, cinta pasti akan memilih untuk pergi. Secara diam-diam atau lari tunggang langggang. Aku tahu, ia ingin sekali tinggal namun tak tahan merasa terkekang. Ia ingin sekali terbang tapi tak kuasa mengepak sebab sayapnya patah berkeping-keping dan tersayat-sayat. Ia tak memiliki kekuatan apa pun. Lagi.
Cinta memilih aku pada suatu hari. Menjadikan aku budaknya pada satu waktu. Namun, pada akhirnya ia tak lagi menjadi sekutu melainkan seteru. Apa yang bisa aku andalkan dari sesuatu yang bisa datang dan pergi kapan saja? Apa yang bisa aku harapkan dari sesuatu yang sulit tumbuh tapi bisa menghilang sekejap mata? Tak ada.
Aku pun tak bisa, tak mampu untuk mencegahnya agar tak pergi. Untuk apa? Menahannya sama saja dengan mengungkung diriku sendiri dalam teralis tanpa pintu dan kunci. Aku tak sanggup. Aku tak siap.
Jadi, biarlah ia pergi.

One Comment

  1. massjabrik-Reply
    February 6, 2010 at 1:34 am

    sipp

Leave a Reply