Pronomina 
Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina (kata benda) atau frasa nomina. Contohnya adalah saya, kapan, -nya, ini.


Penggolongan
Cara pembagian kata ganti bermacam-macam tergantung rujukan yang digunakan. Berikut adalah salah satu cara penggolongan pronomina. 

KATA GANTI ORANG. 
Terbagi tiga dan dapat bersifat tunggal maupun jamak. 

kata ganti orang tunggal Jamak
pertama saya
aku
Kami,
kita
kedua Kamu,
engkau,
kau,
Anda
kalian
ketiga Dia,
beliau
mereka


CARA PENULISAN DALAM KALIMAT 
Kata ganti orang ditulis terpisah (diberi spasi) dari kata yang mengikuti atau mendahuluinya.
Kata ganti ‘Anda’ ditulis menggunakan huruf awal kapital. Ini sudah baku.

CONTOH:
Aku menghadiri seminar di Bali bersama mereka.
Engkau tidak pernah bilang bahwa dia adalah seorang penulis.
Seharusnya kalian memberitahu aku sebelum kalian pergi untuk menjenguk dia.
Kami tidak pernah merasakan kekurangan sejak beliau kerap memberikan bantuan.
Sebaiknya kita segera pergi dari sini sebelum mereka datang.
Apa yang sedang Anda lakukan di sini?

PENTING:
a) Kesalahan yang sering dilakukan oleh para penulis sekarang ini adalah seringkali menggunakan kata ganti yang tidak tepat guna sehingga konteks kalimat menjadi rancu. Misal, menyebut ‘aku’ sebagai ‘kami’ atau ‘kita’. Kesalahan penggunaan kata ganti dalam cerpen bukan hanya membuat kalimat menjadi rancu, tapi juga merusak tatanan cerpen secara keseluruhan karena akan membuat pembaca bingung.

Contoh penggunaan kata ganti yang benar:
Aku masih menyimpan cincin yang kau berikan dulu. Cincin yang menjadi kenangan masa-masa indah kita sebagai sepasang kekasih.

See? Tokoh aku seolah-olah tengah berbicara dengan tokoh kamu, maka kata ganti jamak menjadi ‘kita’, bukan ‘kami’, bukan ‘kalian’, bukan juga ‘mereka’

Bedakan dengan yang ini:
Aku masih menyimpan cincin yang dia berikan dulu. Cincin yang menjadi kenangan masa-masa indah kami sebagai sepasang kekasih.

Bedakan juga dengan yang ini:
Ia masih menyimpan cincin yang Seno berikan dulu. Cincin yang menjadi kenangan masa-masa indah mereka sebagai sepasang kekasih.

Catatan: nama Seno sebetulnya bisa saja diganti menjadi ‘ia’ atau ‘dia’ juga, tapi karena ini beresiko membuat pembaca bingung juga, jadi sebaiknya gunakan nama.

b) Kesalahan lain adalah inkonsistensi kata ganti atau sudut pandang. Sebentar memakai ‘aku’, sebentar memakai ‘saya’, eh tiba-tiba malah menjadi ‘dia’. Ini akan membuat pembaca lebih bingung lagi. Sebelum menulis cerpen, sebaiknya ditetapkan dulu sudut pandang yang akan diambil sehingga inkonsistensi seperti ini tidak terjadi.

Apabila Anda ingin menggunakan dua sudut pandang yang berbeda, misalnya di bagian satu memakai ‘aku’ (sudut pandang orang pertama) kemudian akan berpindah menjadi ‘dia’ (sudut pandang orang ketiga), maka sebaiknya bagian sudut pandang orang pertama dicetak miring sehingga hanya akan jadi cuplikan dan pembaca tidak akan bingung.

Djenar, dalam cerpennya ‘Jangan Main-main (Dengan Kelaminmu)’ menggunakan beberapa sudut pandang. Bagaimana cara mengolahnya? Silakan baca cerpen yang bersangkutan.

2. KATA GANTI PEMILIK
Misalnya: -ku, -mu, -nya, ku-, kau-

CARA PENULISAN; 
DITULIS SERANGKAI DENGAN KATA YANG MENGIKUTI ATAU KATA YANG MENDAHULUINYA (kecuali untuk kau-)

CONTOH:
Jangan menggunakan sikat gigiku, aku tak suka jika kau melakukannya.
Ini baju punyamu? Bagus juga.
Aku sudah memberitahunya mengenai hal itu.
Kurangkai kata-kata indah ini khusus untukmu.

3. KATA GANTI PENANYA
Kata ganti penanya berfungsi menanyakan benda, waktu, tempat, keadaan, jumlah, dsb.
Misal: apa, kapan, mengapa, siapa, bagaimana, berapa, dimana, kemana.

CARA PENULISAN: 
DITULIS TERPISAH DENGAN KATA YANG MENGIKUTI ATAU YANG MENDAHULUINYA.

CONTOH:
Apa kabarmu hari ini, Bang?
Kapan kamu akan datang ke Bandung?
Siapa dia sebenarnya?
Bagaimana kau melakukan itu, Pak?
Berapa harga sandal ini, Mas?
Dimana dia berada sekarang, Mbak?
Kemana kamu akan pergi, Mia?

CATATAN: PERHATIKAN TANDA KOMA (,) SEBELUM KATA SAPAAN.

4. KATA GANTI PETUNJUK
Kata ganti petunjuk berfungsi menunjukkan benda-benda atau peristiwa.
Misal: ini, itu.

CARA PENULISAN: 
DITULIS TERPISAH DENGAN KATA YANG MENGIKUTI ATAU YANG MENDAHULUINYA.

CONTOH:
Ia duduk di teras rumah, memandangi taman yang ditumbuhi berbagai macam bunga. Kemudian ia beranjak dari rumah itu menuju jalan. (Kata ‘itu’ menunjukkan rumah, bukan bunga, bukan taman)

“Kamu mau aku menjual ini?” tanya Hikma sambil mengacungkan sebuah ponsel. (Kata ‘ini’ menunjukkan ponsel)

CATATAN: 
Saya sering menemukan cerpen dengan hujan kata tunjuk ‘ini’ dan ‘itu’. Hal ini membuat deskripsi narasi sebuah cerpen menjadi ‘miskin’

Tanpa menggunakan kata tunjuk yang berlebihan, sebuah alinea yang dibangun dengan satu ide tidak akan membuat pembaca berpikir kemana-mana, pembaca akan tetap fokus meski Anda menggunakan sesedikit mungkin kata tunjuk. Misal, Anda sedang berbicara mengenai sebuah rumah yang dihuni oleh banyak sekali orang. Tanpa Anda menyebut ‘itu’ pun, pembaca akan tahu bahwa Anda sedang membicarakan rumah tersebut, bukan kapal antariksa

So, be wise dalam menggunakan kata petunjuk.

5. KATA GANTI PENGHUBUNG

Kata ganti penghubung berfungsi untuk merangkai satu frase dengan frase lainnya, berfungsi juga untuk menegaskan atau menjelaskan sesuatu dalam konteks kalimat. Kata ganti penghubung juga berfungsi untuk menghubungkan objek/subjek dengan predikat. (Tolong koreksi bila saya salah)

Misal: yang

CARA PENULISAN: 
DITULIS TERPISAH DENGAN KATA YANG MENDAHULUI DAN KATA YANG MENGIKUTINYA

CONTOH:
Saya menyeduh kopi yang dibelikan Arman kemarin.
Ia adalah istri Arman yang dinikahinya bulan lalu.
Yang mana punyamu?

6. KATA GANTI TAK TENTU
Disebut tidak tentu karena subjek tidak dijelaskan secara fokus.
Misal: barang siapa

CARA PENULISAN: 
DITULIS TERPISAH DENGAN KATA YANG MENGIKUTI ATAU MENDAHULUINYA

CONTOH:
Barang siapa yang melanggar peraturan lalu lintas, maka bersiaplah ditilang oleh polisi.

Well, sampai di sini saja pembahasan saya. Semoga bermanfaat. Apabila ada kekeliruan atau penjelasan yang kurang tepat, mohon tambahkan di kolom komentar supaya kita bisa sama-sama belajar. Thank you and keep writing, guys!

Salam
~eL


Disarikan dari berbagai sumber
contoh dan catatan oleh penulis

One Comment

  1. May 9, 2012 at 4:42 am

    jadi penulisan kau- itu dipisah ya?
    ya ya ya…

    makasih mba'ee…
    🙂

Leave a Reply