Puisi tentang Pelayaran

: ibu pertiwi

Akan dibawa kemana perahu bobrok ini?

jika para kapten dan ABK-nya selalu berebutan untuk
menjadi nakhkoda? layar sudah terlanjur dibentangkan
berpuluh tahun silam; dan setiap tahun kian camping
Sedangkan samudera dan gelombang tak memiliki jiwa
pengampun seperti Tuhan
para penumpang pun tak punya niat tulus untu sampai;
ribut berkelahi di geladak, menimbun bekal, atau pingsan
di anjungan
Lautan luas memang bukan tandingan bagi jiwa-jiwa
pengecut dan serakah
maka terombang-ambinglah sudah kita semua

Leave a Reply