PURPLE MANIAC


Selain buku, segala sesuatu yang berwarna ungu adalah kegemaranku. Kata temen, ungu itu ribet. Lha memang aku orangnya ribet. Mo gimana lagi? Sayangnya nggak ada blog template keren yang warna ungu, coba kalo ada. Ih..nggak ah aku udah betah sama yang ini.

Kamarku di Bandung dulu dicat dengan warna ungu muda. Sprei warna ungu tua. Bantal besar warna ungu dan maroon. Karpet warna indigo. Pokoknya kayak berada di kapal selam atau kamar luar angkasa gitu deh.

Saking maniaknya peralatan sekolahku juga warna ungu. Dari mulai barang-barang segede upil kayak penghapus, pensil, klip kertas, dll. Sampe tas, kaos kaki, dan sepatu. Jadilah aku sering dikejar-kejar ama guru BK yang tukang razia itu. Jaman-jaman aku sekolah dulu kan nggak boleh pake sepatu selain item, itupun harus yang murahan. Untuk menghindari kecemburuan sosial, katanya. Hebat banget ya SMK Negeri I Bandung ini?

Purple addict-ku ini kadang suka bikin sebel. Gimana nggak, coba. Aku sering beli barang-barang karena warnanya, bukan karena fungsinya. Pernah beli t-shirt warna ungu muda. Manissss banget. Eh, pas dipake ternyata ketat banget sampe nggak bisa nafas. Ya udah, t-shirt itu kusimpen aja. Kosmetik juga. Kalo beli parfum bukan karena wanginya, tapi karena warna kemasannya. Tapi emang, wangi ma kemasan cocok di seleraku. Aku curiga kalo itu cuma minded ku aja. otak ==> mata ==> otak ==> hidung. Yeah, i get a point here.

Aku nggak tahu apakah warna favorite ada hubungannya dengan psikologi atau nggak. Tapi emang ada yang bilang kalau warna ungu itu berkesan misterius. And yes. Hidupku memang misterius. Nggak banyak orang yang tahu. Orang-orang dekat pun paling cuma tahu sepotong-potong [aku menamainya kepingan].

Di dunia ini, nggak ada satu orang pun yang tahu apa yang benar-benar terjadi dalam hidup aku secara keseluruhan. Even my mom. Mungkin itu sebabnya sering beredar isu-isu hasil olahan pikiran orang kurang kerjaan tentangku. Halah, sok nyeleb! Makanya, aku ini suka warna ungu. Dan warna ungu itu misterius, karena begitu juga aku.

note: jangan anggap aku ini kunti lanak atau semacamnya saking misteriusnya aku.

One Comment

  1. Aireni-Reply
    November 9, 2016 at 5:02 pm

    Saya juga maniak warna, Teh. Tapi bukan ungu, melainkan biru. Dan iya, kalau beli sesuatu mesti pertimbangan utamanya adalah warna, setelah itu baru model atau lain-lainnya. Pernah juga beli barang karena warna bukan fungsi, seperti gelas, padahal sudah punya yang warna biru, tapi suka gak nahan untuk beli lagi kalau liat gelas biru dengan model berbeda. Hihi.

Leave a Reply