RENDEZVOUS

Semesta mematri suaramu dalam gendang telinga langitku

Layakkah cinta bergantung bak lembayung?

Aku tercipta dari rusuk kirimu wahai, adam!

Dekat di hati dan jantungmu

Terjaga selalu di ruang jiwamu

Kosong yang kini kau sapa hanya sapuan masa

Ijinkan aku menepi barang sedetik

Agar hitam tak lagi merajam mataku

Sepi yang mengantarkan giris

Bersabarlah sejenak

Sampai tiba saatnya kau memagutku dalam takwa

Cinta yang diridhoi Maha Kuasa

Pemilik cinta itu sendiri

Akhi, terima kasih telah memberi saya perhatian

Mengingatkan apabila saya berbuat kealpaan

Selalu menghibur di kala pedih

Ikut bahagia bila saya tertawa

Namun, kini dunia akhi layaknya pusaran prahara tanpa jendela

Meliuk-liuk dengan benteng angkuh,

Hanya tersisa sedikit ruang untuk nama-Nya

Rangkaian huruf yang seharusnya menghabiskan

Inbox memory di benak akhi. A L L A H…

Walaupun akhi mengatakan bahwa saya cinta pertama,

Namun sungguh, saya tak merasa tersanjung akan hal itu!

Sebab saya sama sekali tak berhak atasnya

Maka, relakan saya tak dimiliki siapa-siapa!

Tidak pula oleh akhi

Ijinkan saya melapal cinta hanya untuk Sang Pemilik Cinta
Biarkan saya berkasih hanya dengan kekasih-Nya

Leave a Reply