“Teh, ilmu mah teu beurat mawana.”

Itu yang selalu dikatakan Ibu. Bahwa ilmu tidak berat dibawa, bahwa ilmu bisa dicari di mana saja, bahwa ilmu layaknya udara yang bertebaran di alam semesta. Yang perlu saya lakukan hanyalah mengosongkan gelas di dalam kepala agar bisa diisi oleh ilmu baru yang belum saya tahu.

Maka hari itu, Minggu, 12 Juni 2016, berangkatlah saya ke Jakarta. Lebih tepatnya ke Casadina Kitchen & Bakery di Kuningan untuk menjemput ilmu baru. Bukber Blogger dengan tema “How to Be a Bloggerpreneur”, begitu acara ini dinamai. Bukber blogger ini diinisiasi oleh CNI, brand yang sudah familiar sejak belasan tahun silam dan diisi oleh dua orang blogger senior sekaligus dua orang yang selalu saya anggap sebagai mentor: Teh Ani Berta dan Kak Haya Aliya Zaki.

Bukan hanya ilmu dan materi yang saya “kejar” saat itu, melainkan juga silaturahmi dengan blogger-blogger lain yang tidak bisa setiap hari saya temui. Sebuah kesempatan yang jarang sekali terjadi mengingat saya sendiri tinggal di Cimahi, sedangkan mereka tersebar di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

HOW TO BE A BLOGGERPRENEUR

Acara dimulai pukul 16.30. Saya sendiri sudah berangkat dari Cimahi sejak pukul 12.03, menumpang kereta seperti biasa. Materi pertama disampaikan oleh Teh Ani Berta, tentang bagaimana menjadi seorang bloggerpreneur. Saya kurang paham awal mula sebutan ini berasal, yang jelas saat ini blogger adalah sebuah profesi yang bisa dibilang nyaris sama dengan wirausaha.

Yang pertama disampaikan adalah bahwa semua orang, dengan profesi apa pun, bisa menjadi seorang bloggerpreneur. Baik itu pekerja kantoran, profesional, penulis, pelajar, atau profesi lain. Yang diperlukan adalah skill, blog, dan sumber daya lainnya.

Skill apa saja yang harus dimiliki seorang bloggerpreneur? Tentu saja skill menulis, lainnya adalah pengetahuan tentang teknologi, dan skill lain yang mendukung. Fotografi, desain, membuat video, adalah tiga skill lain yang diharapkan dimiliki oleh seorang bloggerpreneur.

Lalu, bagaimana caranya agar bisa menjadi bloggerpreneur? Setidaknya ada 5 poin yang mesti kita lakukan:

  1. Membangun pondasi
  2. Membangun interaksi
  3. Memperluas jaringan
  4. Marketing dan portofolio
  5. Action

Detailnya bisa Anda dapatkan di livetweet yang kami lakukan dengan hastag #BukberCNI.


Dari materi yang disampaikan oleh Teh Ani, setidaknya ada beberapa poin yang saya garis bawahi dan dengan senang hati saya bagi:

1. Skill Pendukung

Keahlian selain menulis adalah investasi jangka panjang untuk seorang bloggerpreneur. Hari ini, seperti yang kita semua sadari, sebuah blog bukan hanya media tulisan, melainkan juga media komunikasi baik itu visual maupun audio visual. Itu sebabnya mengapa keahlian seperti desain, fotografi, dan videografi diperlukan jika ingin menjadi seorang profesional.

2. Niche yang Unik

Di tengah jutaan website yang tersebar di seluruh dunia, keunikan sebuah blog semacam seseorang yang memakai baju merah di lautan orang yang memakai baju biru: mudah ditemukan dan -ini yang paling menyenangkan- mudah dicari oleh brand.

3. Peluang

Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak sekali peluang di dunia blogging. Sebelum datang ke acara “Bukber CNI”, saya hanya tahu bahwa peluang di dunia blog adalah lomba, sponsored post, content writer, dan afiliasi. Ternyata nih, peluang yang ada tidak terbatas hanya itu. Kita juga bisa menjadi content planner, buzzer, social media specialist, dan sebagainya.
Anyway, sebagai blogger yang juga merangkap desainer, job-job berbau desain sudah pasti ikut menjadi peluang, lho. Jasa modifikasi template blog, misalnya. Atau jasa pembuatan infografik. #ehem

4. Kartu Nama

Kartu nama itu penting untuk networking. Meski semua kontak nyaris dikover oleh teknologi, tapi kartu nama sebagai frontline “jual diri” konvensional masih harus tetap dimiliki oleh para blogger. Jadi, bawalah kartu nama setiap kali ke event blogger agar menang doorprize, eh, agar dapat digunakan untuk membangun networking.
Apakah networking ini hanya sebatas dengan brand? Oh, tentu tidak, Marisol! Membangun jaringan sama seperti ibadah: vertikal dan horizontal. Selain dengan brand, kita juga disarankan untuk membangun jaringan dengan sesama blogger. Benefitnya apa? Ini pengalaman pribadi sih, kenal dan menjaga hubungan baik dengan sesama blogger berfungsi sebagai sumber testimoni dan referensi. Misalnya, ketika seorang blogger di-hire oleh brand lalu si brand meminta rekomendasi blogger lain, bukan tidak mungkin kalau nama dan kontak kitalah yang diberikan kepada brand.

5. Narsis Prestasi

Pamer prestasi di media sosial selalu menjadi pro dan kontra di kalangan blogger. Ada yang menyebutkan bahwa terus-menerus memamerkan prestasi adalah sebentuk krisis eksistensialisme, ada pula yang menyebutkan bahwa itu adalah sebagian dari personal branding. Saya sendiri setuju dengan apa yang dikatakan Teh Ani, bahwa mengabarkan sebuah pencapaian positif di media sosial adalah salah satu langkah untuk menjadi seorang bloggerpreneur. Tapi, harus tetap memerhatikan caranya karena walau bagaimanapun media sosial adalah media komunikasi lisan yang dituliskan dan memiliki kans salah interpretasi.

6. Parameter Prestasi

Salah satu klausul dalam “How to Be a Bloggerpreneur” adalah membuat proyek kecil-kecilan. Misalnya, membuat kelas pelatihan atau sharing session. Tapi, sebelum melakukan aksi, ada parameter yang harus dipenuhi. Yaitu telah berkontribusi terhadap orang banyak dan menguasai apa yang akan disampaikan dalam pelatihan. Jadi, kalau misalnya ada blogger yang tiba-tiba membuat pelatihan tentang bagaimana memenangkan lomba blog sementara dia sendiri baru menang di satu-dua lomba, ini patut dicurigai. Setidaknya, sang blogger pantas diberikan cermin agar ia lebih tahu diri. #eh
Lalu bagaimana kalau ada blogger yang sering jadi “bintang tamu” dalam pelatihan desain berbayar? Jika blogger itu adalah perempuan keren berambut pendek dengan ciri-ciri memakai jeans (kadang bolong kadang tidak), kaos abu-abu, dan kemeja flannel, ikut saja pelatihannya. Meski ilmu desainnya masih setitik debu, ia akan dengan senang hati membagikannya kepada Anda. (Paragraf ini mengandung unsur promosi)

GET OPPORTUNITIES FROM WRITING HEALTH CONTENT

Sesi kedua yang sempat terpenggal oleh acara buka puasa ini disampaikan oleh Kak Haya Aliya Zaki. Dewasa ini, hidup sehat sudah menjadi semacam lifestyle, itu sebabnya mengapa menulis konten kesehatan adalah sebuah kesempatan yang sayang sekali jika dilewatkan.

Apakah hanya mereka yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang kesehatan yang bisa menulis ini? Tentu saja tidak, blogger mana pun bisa menulis konten kesehatan asalkan memiliki passion di bidang ini.

Poin-poin yang disampaikan oleh Kak Haya nyaris sama dengan yang disampaikan oleh Teh Ani di sesi sebelumnya. Ada beberapa yang saya garis bawahi:

1. Passion

Untuk menulis konten kesehatan, bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Tidak perlulah membahas masalah-masalah kesehatan yang jauh dari jangkauan karena walau bagaimanapun menulis konten kesehatan tetap membutuhkan referensi yang valid.

Yang saya simpulkan dari poin ini adalah bahwa sebagai blogger, yang kita bagikan adalah pengalaman, bukan rujukan ahli. Ya kecuali Anda memang ahli di bidang yang sedang Anda bahas.

2. Personal Branding

Ngomong-ngomong, apa sih personal branding itu? Personal branding adalah hal yang diingat oleh orang-orang ketika Anda tidak sedang berada satu ruangan dengan mereka. Berkaitan dengan konten kesehatan, tunjukkan gaya hidup sehat di media sosial. Misalnya, seperti Mbak Widyanti Yuliandari yang konsisten dengan food combining-nya. Atau Kak Zata dengan ngangkat tabung gas olahraganya.

Saya sendiri, meskipun masih jadi vegan kafiran, sudah beberapa kali menulis konten bertema kesehatan seperti “Perempuan yang Selalu Bermusuhan dengan Dapur” atau “I am Beautiful No Matter What They Say”.

3. Volunteer

Menjadi volunteer atau sukarelawan adalah salah satu cara untuk berkontribusi terhadap kemanusiaan. Sukarelawan di sini maksudnya Anda tak harus menjadi aktivis yang turun ke jalan atau harus bergabung dengan NGO-NGO. Bisa juga dengan cara menulis konten untuk website-website yang memang memberikan manfaat untuk hajat hidup orang banyak.

Saya sendiri, sebagai personal social responsibility, memang aktif sebagai relawan di Indorelawan.org. Sampai hari ini berkontribusi di dua kegiatan. Selain itu, menjadi co-founder Komunitas Nyala, sebuah komunitas yang berkegiatan di isu-isu pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Menjadi sukarelawan bagus untuk personal branding, tapi jangan menjadikan ini sebagai modus belaka. IMHO, di tengah gempuran monetesasi blog, melakukan kerja-kerja sosial adalah sebuah tali kekang agar saya terus diingatkan bahwa ada hal-hal yang tidak bisa dinilai oleh uang.

4. Networking

Lagi-lagi, networking dibahas. Di pembahasan kali ini, Kak Haya lebih menekankan kepada how to communicate with client. Untuk tujuan jangka panjang, membangun komunikasi dengan klien tidak sebatas ketika ada job. Saling menyapa di media sosial, mengirimkan e-mail ucapan di hari raya, atau mengucapkan selamat ketika klien mendapatkan achievement adalah langkah-langkah bijaksana untuk membangun jaringan.

5. Engagement

Seterkenal apa pun seorang blogger, ia tetap bukan siapa-siapa tanpa para pembacanya. Sempatkanlah waktu untuk membalas komentar-komentar di blog, apalagi jika komentar itu berupa pertanyaan. Mengapa ini penting? Sponsored post atau bukan, blogger yang rajin membalas komentar di blognya akan mendapat nilai plus di mata brand.

Blogwalking itu penting, tapi membalas komentar di blog sendiri juga penting.

6. Diksi Sederhana

Ketika menulis konten kesehatan, kita selalu tergoda untuk menggunakan istilah-istilah asing. Sebagian karena istilah-istilah kesehatan memang sulit dicari padanan katanya, sebagian karena hanya ingin pamer biar dikira cerdas. Mohon maaf, kadang saya juga begitu. Nah, karena pembaca blogpost memiliki latar belakang wawasan yang berbeda-beda, pilihlah kata-kata atau istilah yang sederhana. Jika terpaksa menggunakan istilah asing atau istilah medis yang belum familiar, gunakan penjelasan di dalam kurung atau deskripsi singkat.

7. Softselling

Jika Anda sedang menulis konten kesehatan yang berupa sponsored post, gunakan teknik softselling atau sesuai brief yang diberikan klien. Pastikan bahwa konten Anda tidak ditujukan untuk menjual produk, tapi manfaatnya. Because bloggers sells stories, not products.

OLEH-OLEH DARI CNI

Sebetulnya, yang dibahas oleh Teh Ani dan Kak Haya jauh lebih banyak daripada yang saya sampaikan di dalam blogpost ini. Kak Haya bahkan membahas teknik wawancara dengan pasien sebagai narasumber. Sayangnya, tidak bisa saya jabarkan seluruhnya karena akan memakan dua ribu scroll down. (Oke, yang ini lebay)

Karena keterbatasan waktu, acara harus diakhiri sekitar pukul 20.00, agak molor dari jadwal yang seharusnya pukul 19.30. Seperti biasa, ada pengumuman lomba livetweet dong, dan tumben-tumbenan saya jadi salah satu pemenangnya. Sssttt … ini kali pertama saya menang lomba livetweet, lho. Yeee … dapet stok Up Hot Chocolate dan Ginseng Coffee, yeee. (norak lu, Chan)

Sudah menjadi semacam kebiasaan, setiap kali pulang dari acara blogger, biasanya saya bagi-bagi buah tangan kepada tetangga atau keluarga, sekadar berbagi rasa bahagia. Pun kali ini. Saya tinggal sendiri, meski nyaris setiap hari saya mengonsumsi teh, kopi, dan cokelat, toh stok sebegitu banyak tidak akan habis dalam waktu dua minggu. Lagi pula, jikapun habis, saya bisa dengan mudah membelinya kembali.

Untuk membeli Up Hot Chocolate favorit saya atau Up Green Tea yang membantu diet dan melancarkan metabolisme, saya bisa berbelanja online di www.geraicni.com. Langkah-langkahnya pun cukup mudah:
  1. Pilih produk.
  2. Klik “View Cart”.
  3. Checkout jika sudah selesai berbelanja (klik “Belanja lagi” jika Anda masih ingin membeli produk lain).
  4. Login (atau register bagi Anda yang belum memiliki akun).
  5. Akan ada pertanyaan “Apakah Anda member CNI?”. Jika “Ya”, klik lalu masukkan nomor N Anda, tanggal lahir, dan nomor telepon. Jika bukan, just simply klik “Bukan”.
  6. Masukkan alamat pengiriman.
  7. Pilih metode pengiriman.
  8. Pilih metode pembayaran.
  9. Lakukan pembayaran.
  10. Konfirmasi.
  11. Selesai.
That’s it, saya tinggal menunggu produk dikirim ke rumah. Atau jika Anda tertarik untuk berbisnis bersama CNI, caranya juga sama mudahnya, Anda bisa memanfaatkan fitur afiliasi. Seperti apa sih fitur afiliasi? Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa baca-baca di sini.

HAL-HAL LAIN YANG TAK KALAH SERU

Oh iya, malam itu kami juga kedatangan bintang tamu, penyanyi cantik Windy Ghemary yang baru mengeluarkan single terbarunya “Masih Mencintamu”. Windy sempat juga mengutarakan niatnya untuk menjadi blogger yang tentu saja saya sahuti dengan, “Nggak usah, Wind. Kita udah cukup punya banyak saingan.” 😀

Well, selain segudang ilmu yang saya dapat, saya juga bisa bertemu dengan blogger-blogger lain yang sebelumnya belum pernah bertemu. Aprie sempat membuka kelas kilat how to apply eyeliner like a real beauty blogger. Sayangnya, dengan Kak Zata cuma sempat foto selfie, tidak sempat minta tip bagaimana berolahraga secara istiqomah. Sempat pula bertemu dengan Kang Matahari Timoer yang ternyata seorang blogger senior meski wajahnya sudah jauh berubah dari terakhir kali kami bertemu di Bogor beberapa tahun lalu sampai-sampai saya tidak mengenalinya kalau beliau tidak menyapa duluan. Maaf ya, Kang, saya emang lebih mudah mengingat mantan daripada teman. #eh

Acara berakhir, kami saling berpamitan. Saya pulang membawa ilmu baru dan semangat yang semakin menyala. Bahwa ilmu selalu memiliki pintu untuk dituju. Bahwa menjadi seorang blogger adalah ruas jalan penuh kesempatan dan pelajaran.

Salam,
~eL

20 Comments

  1. June 13, 2016 at 10:07 pm

    waaaah seru acaranya ya Uchaan, bener2 menjemput ilmu bermanfaat banget.

    Aku suka banget apa yg dikatakan Mba Haya, Blogwalking itu penting, tapi membalas komentar jauh lebih penting, Mantaab!!

    Plus ketemu Blogger n Windy dan Om MT, ahh makin seruu Networking..Networking maning..

    Makasiih sharing2nya eeeaa

  2. June 13, 2016 at 11:11 pm

    Because bloggers sell stories not products.

    Noted!
    Harus belajar banyak ttg softselling nih.
    TFS, Chan.
    Asli seru tuh acaranya apalagi pulang2 bawa hadiah. 🙂

  3. July 4, 2016 at 10:10 pm

    Makasih Uchan sudah hadir, kapan2 ngopi bareng ya hehehe

  4. July 5, 2016 at 2:03 am

    Kapan ya kita bisa ngumpul-ngumpul lagi biar networking? Hahaha.

  5. July 5, 2016 at 2:05 am

    Maunya sih pulang-pulang bawa jodoh. #eh

  6. July 5, 2016 at 2:05 am

    Asyeeekkk, ngopi bareng lagi. o/

  7. July 5, 2016 at 3:06 am

    seneng banget deh bisa dateng di acara ini, ketemu Uchan pula, yay!. Seriusan loh, abis denger presentasinya teh Ani dan mba Haya langsung makin semangat ngurusin blog ;p

  8. July 5, 2016 at 9:12 am

    Huahaha.. I'm not that pro kok, Teh El. :p

    Reportasenya lengkap m/

  9. July 7, 2016 at 10:38 am

    Aku juga, udah banyak yang aku praktikkan biar bisa jadi bloggerpreneur beneran. 😀

  10. July 7, 2016 at 10:39 am

    Well, at least, udah bisa kan apply liquid eyeliner? Hahaha.

Leave a Reply