[REPORTASE] Public Speaking for Business Woman

Foto: Yasinta Astuti
Inti dari public speaking adalah kepercayaan diri.
– Atalia Praratya

Begitu banyak perempuan yang pandai berbisnis, beromzet jutaan, puluhan juta, bahkan ratusan juta, memiliki ide-ide brilian dalam usaha, namun ketika harus berbicara di depan umum mereka gagap luar biasa. Itu hanya contoh kecil, masih banyak contoh lain, rekam jejak para pembicara yang gagal menyampaikan pesan hanya karena kurang ahli dan tidak mengetahui teknik-teknik public speaking. Untuk itulah seminar bertajuk “Public Speaking for Business Woman” ini diadakan. Agar para perempuan baik yang sudah punya bisnis ataupun yang baru merintis mampu berbicara di depan umum tanpa gugup atau terdengar membosankan.

Seminar ini diselenggarakan oleh Indiscript Training Center, pada hari Minggu, 24 Juli 2016, di Hotel Harris, Festival City Link, Bandung. Dua pembicaranya, Teh Indari Mastuti dan Teh Atalia Praratya, menyampaikan poin per poin kepada sekitar 50 orang perempuan yang mengikuti seminar.

Apa Itu Public Speaking?

Public speaking adalah cara berbicara atau menyampaikan gagasan yang efektif dan efisien. Kalau bisa berbicara 5 menit kenapa harus berbicara 50 menit? Begitu yang disampaikan Teh Iin, nama panggilan Teh Indari Mastuti.

Sepenting Apakah Public Speaking?

Public speaking tidak hanya diperlukan oleh para pebisnis, melainkan oleh semua orang dari berbagai profesi. Bahkan, ketika berkomunikasi dengan suami, anak, atau tetangga pun kita tetap memerlukan teknik public speaking.

Apakah Public Speaking Hanya Berbicara di Depan Umum?

Menurut Teh Iin, public speaking adalah keahlian komunikasi antara komunikator dengan komunikan, tak peduli jumlah audiens atau komunikannya. Mau 10 orang, mau 2 orang, tetap dinamakan public speaking.

HAL-HAL SERU KETIKA SEMINAR

Apa yang terjadi ketika 50 orang perempuan pebisnis yang sebagian besarnya belum saling mengenal disatukan dalam sebuah ruangan? Ngobrol? Saling memprospek? Curhat? Mungkin iya, mungkin juga tidak.

Seperti yang saya saksikan sendiri di seminar kemarin, kami malah berkumpul dengan orang-orang yang sudah kami kenal sebelumnya. Padahal nyaris semua dari kami sudah memiliki bisnis, seminar dan bertemu banyak orang seharusnya menjadi kesempatan besar untuk menambah jaringan.

Itu sebabnya Teh Iin meminta kami bertukar tempat duduk agar setiap meja berisi orang-orang yang sebelumnya belum saling mengenal. Sebelum sesi dimulai, kami diminta berkeliling ke seluruh ruangan, saling berkenalan, mengumpulkan sebanyak-banyaknya kontak. Karena saya membawa kartu nama (benda wajib bawa untuk acara-acara seperti ini) saya sih tinggal sebar-sebarin, sayang tidak semua membawa kartu nama sehingga nomor kontak harus dituliskan di kertas dan ini, IMHO, memakan waktu.

Blogger harus siap dengan kartu nama
Foto: Yasinta Astuti
Model: Tantri Kotak, eh Langit Amaravati

Setelah sesi berkenalan, Teh Iin menyampaikan materi, tentu dengan keluwesan luar biasa *euheum. Yaiyalah, beliau mah sudah terbiasa berbicara di depan umum. Eh, tapi jangan salah, keahlian public speaking yang Teh Iin miliki sekarang ini bukanlah keahlian instan, melainkan sudah dilatih selama bertahun-tahun. Jadi begitulah, untuk bisa ahli menyampaikan gagasan di hadapan orang-orang, yang diperlukan adalah latihan, latihan, dan latihan.

15 Teknik Public Speaking untuk Pebisnis

Kelima belas teknik ini tidak dijelaskan sekaligus, tapi dibagi per-3 teknik lalu diselingi dengan praktik. Ini nih yang seru. Setiap meja/grup dipersilakan untuk mengirim perwakilannya maju ke depan dan mempraktikkan teknik yang sudah dijelaskan. Satu orang bertugas untuk merekam videonya agar si pembicara bisa melihat bagaimana ketika ia berbicara di depan publik. Tugas grup lainnya? Memberi penilaian secara objektif.

Setelah satu sesi teori dan praktik selesai, akan dipilih best speaker berdasarkan jumlah penilaian dan diberi hadiah. Ini seru dan menyenangkan. Saya pribadi yang cenderung banyak omong malah degdegan luar binasa ketika berbicara di hadapan publik, pun dengan ibu-ibu lainnya. But, we did it. Karena tekniknya mudah diingat dan dipraktikkan, kegugupan kami berkurang. Meski yaaa … masih harus banyak latihan.

Semua orang di grup mendapatkan kesempatan untuk maju ke depan, menjajal keahlian sekaligus menangani kegugupan. Suasana ruangan menjadi hangat dan meriah ketika sesi praktik ini. Seru pokoknya mah.

Menjadi Sekoci Keluarga

Selain materi public speaking, juga ada presentasi dari Kudo sebagai salah satu sponsor. Kudo menjelaskan bahwa setiap perempuan adalah sekoci di tengah keluarga, sekoci yang bisa menyelamatkan jika kapal terancam karam. Filosofi yang membuat bulu kuduk merinding mengingat selama ini belum semua perempuan mandiri secara ekonomi.

Kami, sebagai para pebisnis dan calon pebisnis kembali diingatkan bahwa memiliki penghasilan sendiri bukan semata-mata karena motif ekonomi atau materi, melainkan karena kami, para perempuan, memiliki hak yang sama untuk berkespresi. Juga memiliki hak yang sama dalam memulai usaha.

Sesi Teh Atalia Praratya

Hal seru lainnya adalah sesinya Teh Atalia Praratya a.k.a si Cintanya Kang Emil. Teh Cinta eh Atalia, menyampaikan materi penuh gizi tentang public speaking. Salah satunya adalah bahwa inti dari public speaking adalah kepercayaan diri.

Materi yang disampaikan Teh Atalia dengan Teh Iin berbeda secara konten, jadi kedua materi mereka saling melengkapi. Kami-kami yang masih sering gugupan ini jadi merasa tercerahkan, walau ketika harus praktik tetap saja gugup. Yaaa … masih harus banyak latihan.

♥♥♥

Seminar yang dimulai pukul 8 pagi ini harus selesai pukul 4 sore. Banyak ilmu baru, banyak kenalan baru, dan tentu saja membawa semangat baru. Oh iya, teman-teman peserta seminar bukan hanya mereka yang berasal dari Bandung, lho. Ada juga yang jauh-jauh datang dari Tasik, Jakarta, Bekasi, bahkan Yogyakarta. Luar biasa, bukan?

Kami yang tadinya hanya berkumpul dengan orang-orang yang kami kenal, lama-kelamaan mulai mencair dan ngobrol dengan peserta lain. Saling bertanya usaha apa, bertukar kontak, dan tidak lupa saling add akun media sosial setelahnya.

Well, sekian cerita saya. Sampai jumpa di acara-acara seru lainnya.

Regards,
~eL

12 Comments

  1. July 28, 2016 at 5:35 am

    Saya ini, yang seringkali masih gugup ngemeng di depan umum. Makasih Teh untuk sharing-nya. Seru banget bisa dengerin sharing dari Teh In dan Teh Cinta 😀

  2. July 28, 2016 at 7:00 am

    Seruuuu banget yaa teh, sayang aku ga ikutan di dalam jadi cm denger sedikit2 hehhe

  3. July 28, 2016 at 8:11 am

    Luv it. Materinya melengkapi punyaku. Iya tuh perlu dicatat soal kartu nama. Btw, saya belum kebagian kartu namamu.

  4. July 28, 2016 at 3:30 pm

    Ah, serunyaa acara ini, makin percaya diri aja setelah keluar dari ruangan itu hahhaa
    Uchan, salam kenal eaaa!! (ngakak)

  5. July 30, 2016 at 10:21 am

    Cakepan kamuh Chan. Dahsyat yaa jepretannya Mba Yasinta. Eh, bttw itu juga dimekapin kah? *kepo

  6. July 30, 2016 at 8:45 pm

    Aslinya, aku belajar banyak tentang how to speak in front of public. 😀

  7. July 30, 2016 at 8:48 pm

    Bisa dibaca di handout-nya, tapi emang lebih seru dan nambah ilmu banget kalau dengerin langsung sih. Makanya, ntar mah jangan jadi fotografer. Hahaha.

  8. July 30, 2016 at 8:49 pm

    Kartu nama aku? Kan kontaknya udah semua punya atuh 😀

  9. July 30, 2016 at 8:50 pm

    Salam kenal teh Nchie. *cipika cipiki 😀

  10. July 30, 2016 at 8:50 pm

    Kagak, itu makeup sendiri dengan bedak yang nggak rata dan eyeliner bleberan. Bwahaha.

Leave a Reply