[Resensi] Memasak Cerpen-Cerpen Damhuri Muhammad


Judul: Juru Masak (Kumpulan Cerpen)
Penulis: Damhuri Muhammad
Penerbit: Penerbit Koekoesan (Maret, 2009)
Halaman: xii+158 halaman
ISBN: 978-979-1442-23-7

Menulis cerpen, bagi saya, seperti meraut sepasang bilah layang-layang. Butuh ketelatenan untuk terus-menerus meraut kedua bilah itu dari pangkal hingga ujung, sampai permukaannya benar-benar halus, dan imbang bila ditimbang.
-Damhuri Muhammad-

Kelebihan cerpen-cerpen Damhuri Muhammad adalah pengolahan dan penyajiannya yang paripurna. Setiap tema, alur, penokohan, bahkan kata per kata seperti dipilih dengan hati-hati dan diracik dengan sempurna.


Seperti dalam kata pengantarnya, Bang Dam (begitu saya kerap memanggilnya) mengatakan bahwa menulis cerpen baginya seperti meraut sepasang bilah layang-layang. Butuh ketelatenan untuk terus-menerus meraut kedua bilah itu dari pangkal hingga ujung, sampai permukaannya benar-benar halus, dan imbang bila ditimbang.


Jika Anda mengikuti perkembangan atau memerhatikan cerpen-cerpen Bang Dam, di berbagai buku kumplulan cerpen atau karya-karyanya yang terserak di berbagai media, Anda akan menemukan kualitas karya yang senantiasa terjaga. Sekarang saya mengerti tentang “pabrikasi” cerpen yang sering beliau sampaikan.


Nah, sebetulnya saya ingin sekali memberikan empat bintang untuk kumcer ini, kalau perlu lima bintang. Karena saya sudah jatuh cinta bahkan sejak membaca kata pengantarnya.


Sayangnya bintang itu terpaksa saya kurangi karena ending di dalam setiap cerpen di dalam kumcer ini. Di setiap awal dan tengah cerpen-cerpennya, alur dan narasi masih terjaga, tapi ketika masuk ke bagian ending, benang layang-layang itu mulai kendor. Entah karena kehabisan tenaga, atau karena memang disengaja. Bukan, bukan ending yang dibuat dengan tergesa, lebih karena ada semacam keterputusan antara konstruksi cerpen; awal-tengah-akhir. 


But overall, cerpen-cerpen di dalam kumcer ini keren.

Leave a Reply