Tahun 2006 lalu aku pernah membuat sebuah resolusi, isinya kira-kira seperti ini:

TARGET 5 TAHUN KE DEPAN:

  1. Menikah [lagi] dan punya anak laki-laki
  2. Ngambil gelar sarjana yang sempat tertunda
  3. Menerbitkan novel best seller
  4. Menerbitkan sebuah buku antologi puisi

sekarang dua tahun pun berlalu dan satu per satu target-target besar itu tercapai, secara tidak sengaja sebenarnya.


Menikah: Sudah.

Punya anak laki-laki: sebelum hamil sudah request sama Allah, tapi kata Allah aku belum boleh punya anak laki-laki.

Dapat gelar sarjana: udah punya yang lebih dari sarjana: PHD [Permanent Head Damage]. Ok, mungkin tahun depan udah bisa kuliah lagi.

Menerbitkan novel:yang ini adalah resolusiku sejak sepuluh tahun lalu, dan sampai sekarang belum kesampaian. Tentu saja, gimana novelnya mau terbit kalo ditulis aja kagak? Bodoh!

Menerbitkan buku antologi puisi: sok-sok kenal dengan Bang Hasan, Bang Nizar, bahkan sempat komporin orang-orang di eska untuk buat antologi bareng, tapi belum ada titik terang. Tanya-tanya ke pernerbit juga nggak ada hasil, kebanyakan hanya menerima kumpulan cerpen dan naskah novel. Katanya karena buku puisi kurang menjual. Halah! Demi mewujudkan ini, setiap hari aku membuat minimal satu puisi. Bahkan ketika sedang di kamar mandi. Bener kan kalau aku ini seniman, di kamar mandi aja bisa nulis puisi. Hebat nggak? [@_@]!!!

Pada akhirnya semua resolusi yang kubuat jadi basi. Nggak menarik lagi untuk dijadikan sebuah cita-cita atau target yang harus dicapai dalam waktu lima tahun ke depan. Mungkin ini semacam aliran sesat, tapi nikmatilah hidup apa adanya. Lapar ya makan. Haus ya minum. Ngantuk ya tidur.

Jangan membebani pundak dengan satu ton cita-cita kalau masih ingin nyenyak tidur. Resolusi itu tetap kutempel di buku harian [mungkin nanti dipasang di papan], tapi aku tak akan mematok diriku sendiri padanya. Ok, mungkin lima tahun dari tahun 2006 aku tak berhasil menerbitkan satu buku pun, tapi kan masih ada lima tahun lagi.

Kalo setelah itu belum berhasil juga? Easy, masih banyak tahun-tahun yang lain. Kalo tetep nggak berhasil? Common, hidup toh cuma sebentar. Masa sih aku harus ngurusin resolusi yang udah basi itu sepanjang hayat? Kalo nggak berhasil terus ya udah, yang penting udah berusaha sekuat tenaga.

Prinsip hidupku: 100% ikhtiar + 100% tawakal = hasil maksimal dan tidak ada penyesalan atau kekecewaan di belakang.

Leave a Reply