Sayang, Bulan Madu ke Mana Kita?

Dear kamu,

“Entahlah, menikah itu hanya buang-buang waktu.”

Itu yang aku katakan dulu, ketika kita pertama kali bertemu. Kata-kata yang hanya kautanggapi dengan tawa dan sorot mata biasa saja. Sebab kau sendiri tidak percaya dengan institusi apa pun, terutama pernikahan. Namun cinta adalah setapak yang kelokannya tidak pernah bisa kita terka. Kita tak pernah tahu di kelokan keberapa akan terjerembap dan terperangkap. Yang aku tahu, beberapa bulan kemudian kita membicarakan pernikahan dengan cara yang jauh berbeda. Aku tak lagi sinis dan kau tak lagi apatis. Kita berubah menjadi dua orang yang dimabuk asmara, berusaha menggubah kisah pernikahan paling indah dan bahagia versi kita sendiri. Meski, tentu saja, belum ada satu tanggal yang kita sepakati.

“Aku juga heran, kenapa tiba-tiba aku percaya dan ingin sekali menikah?” tanyamu di sela-sela percakapan kita.

Aku tak punya jawaban untuk pertanyaanmu yang satu itu. Yang jelas kita sadar bahwa membiarkan sebuah hubungan tanpa ikatan seperti melepaskan balon udara penuh helium, ia akan mengembara ke mana saja, menjelajah dan singgah di mana saja. Di satu sisi kita ingin lepas merdeka, tapi di sisi lain kita tak siap kehilangan cinta.

“Pernikahan seperti apa yang kamu inginkan?” kau mengajukan pertanyaan yang berbeda.

Nah, kalau yang ini aku tahu persis apa jawabannya. Ada dua macam klausul: jangka pendek dan jangka panjang. Yang jangka panjang akan aku jelaskan nanti, klausul jangka pendek akan aku jelaskan di sini, hari ini.

[big_heading centered=”no”]PESTA PERNIKAHAN[/big_heading]

Aku tak ingin pesta meriah di gedung megah. Kumpul keluarga sudah cukup bagiku. Tapi, tolong catat kata-kataku, untuk satu hari itu aku ingin menjadi perempuan paling cantik. Ada satu kebaya yang ingin kupakai di hari istimewa, kebaya berwarna hitam, warna favorit kita berdua. Kau tidak pernah melihatku memakai pakaian seformal ini, bukan? Nah, ini akan jadi yang pertama.

[big_heading centered=”no”]MALAM PERTAMA & BENEFIT BULAN MADU[/big_heading]

Belum apa-apa aku sudah mendengarmu tertawa. Malam pertama? Untuk pasangan yang setiap kali bertemu selalu ngobrol soal suhu politik atau hal-hal yang sama sekali tidak romantis? Oke dengar, bulan madu adalah starting point yang bagus, setidaknya ada beberapa benefit dan alasan kenapa kita perlu melakukannya.

1.ADAPTASI

Sebuah pernikahan adalah ruang bertekanan tinggi, kita bisa bertengkar untuk hal sepele macam apa pun. Meskipun kita sesekali bertemu, tapi tinggal satu atap jauh berbeda dengan menghabiskan waktu beberapa jam di kafe atau sekadar ngobrol di kamar kosku.

Sebelum menghabiskan waktu bersama seumur hidup, kita perlu saling menyesuaikan diri. Bulan madu adalah masa adaptasi itu. Tubuh dan hati kita akan dikompresi agar terbisa dengan kehadiran satu sama lain.

2. REKREASI

Selama 40 tahun hidupmu, setengahnya kauhabiskan untuk belajar dan berkarya. Berada di sengkarutnya ibukota; Jakarta yang kaucintai sekaligus kaucaci setiap hari. Selama 34 tahun hidupku, aku menghabiskan untuk mengejar cinta yang sia-sia. Menghabiskan waktu berdua di tempat yang kita suka sama seperti mengisi tenaga agar kita siap mengarungi kehidupan rumah tanggga.

3. EKSPLORASI DAN NEGOSIASI

Meski selama ini kita selalu jujur satu sama lain, tapi tetap saja ada hal-hal yang akan muncul ke permukaan setelah menikah, entah itu hal baik atau hal buruk. Dengan berbulan madu, kita akan punya kesempatan untuk lebih saling mengenal. Iya, aku tahu bahwa aku tidak menikah dengan masa lalumu, melainkan dengan masa depanmu. Tapi tetap saja, masih ada hal-hal yang ingin kuketahui tentangmu dan aku yakin ada banyak pertanyaan yang juga ingin kau ajukan kepadaku.

Sayang, kita tak harus berubah menjadi orang lain hanya untuk membuat pasangan kita senang. Di Bali nanti, ketika kita memiliki banyak waktu untuk berdua saja, kita bisa membuat semacam “negosiasi”, berdamai dengan kekurangan dan mengakui kelebihan masing-masing. Dengan begitu kita akan bisa saling melengkapi, bukannya saling menjajah.

[big_heading centered=”no”]PAKET HONEYMOON TRAVELOKA[/big_heading]

Ya, ya, ya, aku tahu kamu bukan tipe lelaki yang senang merencanakan perjalanan dan mengurus tetek bengek tiket pesawat atau hotel. Jadi biar aku saja yang mengurus semuanya. Kamu? Kamu cukup menyerahkan kartu debit dan PIN-nya. #eh

Aku sudah memutuskan Bali sebagai destinasi malam pertama kita. Kenapa Bali? Karena kita sama-sama menyukai pulau ini. Karena seperti katamu, Bali adalah “surga” bagi para seniman sepertimu. Oh, kau harus lihat hotelnya. Resort degan kamar luas dan tempat tidur besar, teras sendiri, juga kolam renangKau boleh melukis atau membuat komik sepuasmu, meski aku yakin kau akan disibukkan dengan hal-hal lain.

Untuk “tujuan mulia” itu, aku sudah hunting tiket pesawat dan hotel. Iya, sih, aku sempat keliling-keliling ke berbagai travel agent untuk membandingkan harga dan fasilitasnya agar kamu tidak perlu bangkrut di bulan pertama pernikahan kita. And you know what? Ternyata di Traveloka ada fasilitas Paket Honeymoon Traveloka ke Bali. Paket ini mencakup tiket pesawat pulang-pergi dan biaya hotel selama kita menginap di sana.

Oh jangan takut soal harga dan hal lainnya. Sebagai calon menteri keuangan, izinkan aku memberikan gambaran benefit yang lebih spesifik juga alasan mengapa aku memilih Traveloka:

1.MUDAH DAN HEMAT WAKTU

Kita bisa memilih penerbangan dan hotel dalam satu kali booking sehingga menghemat waktu. Cara booking-nya pun mudah, kok. Sama seperti ketika booking bisasa, cuma ya kalau paket wisata booking tiket pesawat dan hotel hanya diperlukan satu langkah. Pun, tidak ada batasan pilihan maskapai dan hotel. Kita bisa memilih jenis maskapai, waktu keberangkatan, hotel, dan sebagainya. Gunakan fitur filter untuk menemukan tiket dan hotel yang sesuai dengan kebutuhan kita.

2. LEBIH MURAH

Selisihnya lumayan, lho, antara booking terpisah dengan booking paketan. Sebagai gambaran, untuk 2 tiket penerbangan pulang pergi dan biaya hotel selama 5 malam, jatuhnya hanya 5,6 juta rupiah. Lebih hemat 1,65 juta jika dibandingkan booking terpisah. Itu sudah termasuk pajak, service fee, dan lain-lain pula. Kecuali mungkin boarding pass, ya. Aku belum tanya sih apakah itu sudah termasuk boarding pass atau belum. Kalaupun belum rasanya tidak masalah karena boarding pass, kan, enggak mahal-mahal amat.

Yang paling bikin saya shock adalah biaya hotelnya. Untuk tipe kamar deluxe suite special package room, kita hanya dikenakan biaya sebesar 2,28 juta untuk 5 malam. Kira-kira 380 per malam. Lebih murah 600 ribu jika booking terpisah dan lebih murah berjuta-juta jika booking hotel di tempat lain. Sssttt … harganya bisa lebih murah lagi, lho, kalau kita booking via aplikasi. Coba, deh, kamu lihat komparasi harga ini, pasti kamu akan tercengang.

3. METODE PEMBAYARAN

Selain benefit yang saya ceritakan di atas, benefit lainnya adalah metode pembayaran yang mudah. Banyak pilihan metode, bisa pakai kartu kredit, debit, tranfer via ATM, bahkan bisa membayar via Indomaret atau Alfamart.

Jadi bagaimana? Kau setuju dengan proposal paket bulan madu yang aku berikan? Tunggu dulu, kau harus lihat hotelnya.

Hey, sudah kubilang, cerita malam pertama kita akan sedemikian menyenangkan. Kita bisa mulai membuat rencana akan pergi ke mana saja nanti dan apa saja yang akan kita lakukan di sana. Sekali lagi, tak usah khawatir soal biaya, percaya padaku, dengan ini sudah honeymoon package Traveloka adalah yang termudah dan termurah. Selisih biayanya bisa kita tabung atau dipakai untuk hal lain.

Kalau kau sudah setuju, aku akan segera check out agar tagihan bisa dikirimkan ke alamat email-mu. *senyum manis

Warm regards,
~eL

 

21 thoughts on “Sayang, Bulan Madu ke Mana Kita?

  1. Traveloka nih lagi gencar banget ya, Chan.
    Duh, jadi pengen bulan madu lagi deh gara2 baca kisah ini.

  2. aduh, jadi pingin honeymoon euy, belum pernah sejak nikah. malah curcol=)

  3. Wahh jadi pengen honeymoon lagi, dulubpas ke Bali saya yang nyusun rencana, Suami tinggal transfer aja ke Traveloka, soalnya jadi lebih hemat dan puas^^ tfs Teh

    1. Kuy, honeymoon lagi. 😀

  4. Aku pun, belom keturutan ke Bali sama suami. Sendirian mulu akunya haha.
    Sip lah kalo mo honeymoon tinggal ceki-ceki Traveloka ^^

Leave a Reply

%d bloggers like this: