Secabik Surat Cinta untuk Calon Suamiku, Lelaki yang Entah Ada Entah Tidak

Sumber foto: Foto Wedding Bandung



Dear Akang,

Neng sering mengatakan bahwa penyair adalah ia yang jatuh cinta dan patah hati pada saat bersamaan, berkali-kali. Barangkali itu sebabnya Neng tak pernah berhenti menulis surat cinta seperti ini sejak Neng remaja, surat yang hanya sampai kepada udara atau hanya menjadi gema di jagat maya.

Kang, setelah bertahun-tahun kenyang dikelantang perpisahan, tidak banyak yang Neng harapkan terhadap pasangan ataupun pernikahan. Sebab Neng sadar, Neng bukan perempuan yang diinginkan setiap lelaki. Sebab Neng tahu, masa lalu Neng yang terjal akan selamanya menjadi album foto buram yang membuat lelaki mana pun berpikir ulang.

Tahukah Akang bahwa sejak beberapa bulan lalu Neng kerap memandangi orang-orang yang berlalu lalang ketika berada di keramaian? Berharap bahwa salah satunya adalah Akang. Berkhayal bahwa Tuhan sedang memiliki selera humor tinggi lalu kita dipertemukan dengan cara paling ajaib. Meski ketika Neng pulang ke rumah, harapan itu terasa mengada-ada. Sebab yang setiap hari Neng temui adalah dunia yang sunyi. Dunia penuh gema langkah kaki orang-orang yang pergi. 

Tapi harapan tentang pernikahan yang bahagia akan tetap bara. Akan tetap ada.

Suami Impian

Akang yang baik …

Jika suatu saat kita dipertemukan, semoga Akang adalah lelaki paling tepat. Bukan lagi lelaki yang sebentar datang kemudian hengkang. Bukan lagi lelaki yang meninggalkan Neng dalam keadaan patah hati.

Seperti perempuan lainnya, Neng tentu punya kriteria suami impian. Ih, Akang jangan baper dulu atuh, Neng mah nggak akan minta hafalan 30 juz, kok. Selow aja. *emot senyum

Neng memimpikan suami yang berkenan menjadi teman seperjalanan, bukan suami yang hanya mengambil peran sebagai imam atau tuan. Suami yang mengajak Neng berjalan bersisian, bukan yang menyisihkan Neng ke belakang. Sebab pernikahan sejatinya lautan berarus deras. Terlalu banyak pertentangan akan membuat kita berdua tenggelam diamuk hantam gelombang.

Sudah itu saja. Itu saja? Hmmm … sebetulnya ada beberapa kekurangan yang ingin Neng ceritakan. Semoga Akang berlapang dada dan bersedia menerima.  
  
Kang, Neng tidak pandai memasak. Tapi Neng berjanji, akan ada secangkir kopi setiap pagi, akan ada bekal makan siang dan sajian makan malam yang Neng masak sepenuh hati. Konon, masakan yang dibuat dengan cinta akan bertambah kadar kelezatannya. Kalau suatu saat Akang sudah tidak tahan, silakan lambaikan tangan ke kamera dan kita bisa pergi ke warung masakan Padang.    

Neng juga tidak cantik. Tidak bisa dipamerkan di hadapan teman-teman atau keluarga. Tolong jangan merasa malu, karena Neng berjanji akan selalu berpenampilan baik. Akang tidak akan mendapatkan istri yang masih dasteran dan wajah berminyak ketika pulang kerja. Neng juga berjanji akan selalu menjadi wajah yang menjantera semangat di pagi hari.   

Kang, mohon maaf jika Neng tidak memiliki pendidikan tinggi, hanya perempuan lulusan SMK jurusan Administrasi Perkantoran. Akang mungkin tidak bisa mengajak Neng berdiskusi tentang toeri filsafat atau politik atau situasi ekonomi global atau disiplin ilmu lain yang tidak Neng pahami. Tapi Neng berjanji akan terus menuntut ilmu sebagai bekal mendidik anak-anak kita kelak. Sebab ibu adalah sekolah pertama.  

Kadang-kadang Neng juga menyebalkan, pemarah, dan emosional. Tapi Neng berjanji, akan selalu ada 10 kali ciuman dan pelukan setiap hari. Neng berjanji akan menjadi perempuan yang senantiasa menyulut api agar Akang terus menyala. Sebab kesuksesan seorang suami adalah tanggung jawab seorang istri. 

Kang, Neng bukan berasal dari keluarga kaya. Menikahi Neng tidak akan membuat Akang menerima harta warisan atau aset ratusan juta. Satu-satunya kekayaan yang Neng miliki adalah dua tangan dan kaki. Tangan dan kaki yang selalu siap mendampingi Akang dalam berusaha. 

Keluarga Neng juga bukan keluarga yang berpengaruh. Menikahi Neng tidak akan mendatangkan prestise apa-apa. Tapi tenang saja, Ibu punya obsesi besar untuk memanjakan perut para menantunya. Bapak adalah partner mancing dan bermain sepak bola, setidaknya Akang akan punya alasan untuk pelesiran ke Cirata dengan dalih menemani mertua.

Oh iya, Kang. Neng juga tidak memiliki prestasi apa-apa di bidang pekerjaan. Bukan notaris yang sudah punya kantor sendiri. Bukan pegawai bank. Bukan founder organisasi kemanusiaan. Satu-satunya yang bisa Akang banggakan dari Neng barangkali hanya kegigihan untuk terus belajar dan mengasah keahlian. Semoga Akang tidak keberatan. 

Pesta Pernikahan Impian

Kang …

Impian Neng tentang pesta pernikahan juga tidak muluk-muluk. Neng tidak ingin pesta meriah yang menghabiskan dana puluhan juta. Tidak ingin ada makanan dan dana yang dihabiskan dengan sia-sia. Neng hanya memiliki keinginan yang semoga saja sederhana.

Mahar
Tidak, Neng tidak akan minta hafalan 30 juz, cukup buatkan seribu candi atau bangunkan Taj Mahal. Sebentar, Akang tahu kan bahwa Neng sedang bercanda? Nggak kok, Kang. Neng tidak akan minta hal seheroik itu. Cukup cincin 2 atau 3 gram dan box set Harry Potter edisi bahasa Indonesia. 

Ijab Kabul
Sejak remaja Neng selalu memimpikan menikah di Masjid Al-Ukhuwah seberang Balai Kota Bandung. Kalau memungkinkan, bisakah kita menikah di sana? 

Foto
Meski sudah beberapa kali menikah, tapi Neng tidak pernah punya foto pernikahan. Tidak ada yang bisa dijadikan kenang-kenangan atau album yang bisa disimpan di ruang tamu. Neng ingin sekali punya foto prewedding berbagai tema seperti orang-orang. Coba lihat contoh foto prewedding-nya Foto Wedding Bandung, Kang. Bagus, ya? Nggak, Neng nggak mau difoto di Braga atau di Jalan Asia Afrika. Bagaimana kalau di perpustakaan? Toko buku? Nggg … atau di Palasari? Ah iya, maaf kalau agak membosankan. 

Foto prewedding
Sumber: Foto Wedding Bandung



Pesta
Neng tidak pernah memimpikian pesta besar dengan seribu undangan dan puluhan stand makanan. Neng cuma ingin kumpul-kumpul keluarga, ngopi, berbincang, mensyukuri dan berbagi rasa bagaia dengan cara sederhana.

Souvenir
Buku atuh, apa lagi? Buku berisi surat cinta yang Neng tulis sejak remaja. Surat cinta buat Akang.

*


Kang …

Dari semua mimpi-mimpi tidak esensial tentang pesta dan calon suami, yang betul-betul Neng mimpikan sebetulnya hanya ingin memiliki kawan untuk menghabiskan hari tua bersama-sama. Duduk di beranda sambil minum teh, berbincang dan tertawa, bertengkar tentang siapa yang paling disayangi oleh cucu-cucu kita. 

Jika Akang membaca surat ini, siapa pun Akang, semoga kelak kita dipertemukan dengan cara paling baik. Dipersatukan dengan cara paling baik pula. Untuk saat ini, sebelum Akang datang, Neng akan menjaga diri, berusaha menjadi perempuan yang pantas dijadikan istri, secara bersamaan terus menanam kata semoga. 

Sebab yang abadi dari cinta hanyalah doa. 

Regards,
~eL


Tulisan ini diikutsertakan dalam  Giveaway Pernikahan dan Souvenir


24 Comments

  1. November 2, 2015 at 2:30 am

    Merebes mili bacanyaaaa kak El :'( *ambil tisuuuu

  2. November 2, 2015 at 3:33 am

    Kaaannn … jadi pada sedih kaannn.

  3. November 2, 2015 at 8:49 am

    Semoga akang baca surat eneng inih…hiks..hiks *elap ingus

  4. November 2, 2015 at 9:12 am

    Ini kenapa malah jadi pada sedih?

  5. November 2, 2015 at 10:38 am

    Ceu, ini seperti membaca isi hatimu yang sesungguhnya. Ditulis bari ceurik kah? 🙂
    Sing dipertemukan dengan dia yang ditunggu ya, kalau dirimu memang sedang menunggunya….kalau nggak mah ya jangan. Nanti si akang mau beneran, engkau malah mau kabur….heuheu.

  6. November 2, 2015 at 10:39 am

    Ceu, ini seperti membaca isi hatimu yang sesungguhnya. Ditulis bari ceurik kah? 🙂
    Sing dipertemukan dengan dia yang ditunggu ya, kalau dirimu memang sedang menunggunya….kalau nggak mah ya jangan. Nanti si akang mau beneran, engkau malah mau kabur….heuheu.

  7. November 2, 2015 at 4:03 pm

    Nulisnya sambil cirambay :'(

  8. November 6, 2015 at 10:28 am

    Ais, jleb banget. Bikin meleleh ini. Semoga segera ketemu the true Akang 🙂

  9. November 7, 2015 at 1:18 am

    Amin. 🙂

  10. November 8, 2015 at 6:33 am

    Aduuh…terbawa hingga ke dasar hati ini mah…teh….

Leave a Reply