SEKERANJANG SIANG


Sebuah siang di gurun gersang tanpa sehelai pun tumbuh ilalang
embun dikelantang, tetes air hanya merupakan fatamorgana dan bayang-bayang
tanah retak terpanggang bola merah tua yang menggantung nyalang
sesaat aku rindu harum rumput dan desau akasia di halaman belakang
ah, mungkin sebaiknya aku pulang

*
Jodoh, 15 Oktober 2009

One Comment

  1. January 16, 2010 at 3:11 pm

    jodoh wae yeuhh,.. hhehe
    mampir2 ke blog baru gw nape hhe

Leave a Reply