SEKUMPULAN RENUNG

Bebatu berjanji
Perangi Yahudi hingga mati
Pohonan bergumam
Heran, kenapa manusia hanya bisa diam
Segara pun ngotot
Keukeuh dalam aksi boikot
Debu-debu berseru
Ajaki tanah untuk membantu
Bukit-bukit mengernyit
Seakan ikut menahan sakit
Angin dan badai gemuruh
Pegangi dada sebab terenyuh
Lembayung memerah
Kali ini ia begitu marah
Langit mendung tumpahkan gerimis
Manusia serakah membuatnya menangis
Rumputan tengadah berdoa
Meminta manusia-manusia dzolim itu dibakar di kerak neraka
Selamanya
Pegunungan merenung
Perih luka hingga ke relung
Binatang-binatang mencibir
Dibandingkan dirinya, ternyata manusia lebih pandir

Manusia-manusia buruh pergi bekerja
Derita Palestina adalah cerita biasa

Manusia-manusia di pesta larut dalam tawa
Pedih saudara sendiri hanya gaung semata
Manusia-manusia kaya berbelanja di mall
Yang dibantai di Gaza itu seakan isapan jempol
Manusia-manusia miskin renungi perut
Lapar saudara sendiri tak sampai di otak yang carut marut
Manusia-manusia pejabat disibukkan pemilu
Agresi Israel dan perdamaian dunia ditunda dulu
Manusia-manusia pedagang kutuki harga
Lantak dan puing Ramallah biarlah tetap di sana
Manusia-manusia mahasiswa sibuk berdemo
Palestina di samping dulu, yang penting turunkan harga sembako
Manusia-manusia petani menanam padi
Saudara sendiri dibakar di Jenin, petani pikir pupuk tak terbeli
Manusia-manusia tentara sibuk berlatih
Gaza masih jauh dan lama, Indonesia saja masih tertatih-tatih
Manusia-manusia entah siapa, lari tak peduli
Sibuk cari selamat sendiri
Nagoya – Batam
20 Januari 2009

Leave a Reply