Dalam mengarungi hidup, saya dikenal sebagai perempuan tanpa rasa takut. Berkali-kali jatuh ke palung paling dalam tapi selalu menemukan jalan untuk bangkit dan merangkak kembali ke permukaan. Namun, tidak begitu halnya ketika memulai usaha, saya justru melakukan banyak sekali perhitungan, berhati-hati ketika melangkah, dan menghindari risiko bisnis yang terlalu besar. Ketika menjalankan online shop eL the Outfit, setiap strategi saya pertimbangkan masak-masak karena saya sadar bahwa berbisnis bukan hanya diperlukan keberanian, tapi juga kesabaran dan harapan. Terlalu fokus kepada hasil besar tanpa perhitungan matang akan membuat usaha saya gulung tikar dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Selama dua tahun ini, ada beberapa strategi bisnis yang terus saya pertahankan:

☞ Fokus kepada produk lokal handmade Bandung
☞ Menetapkan standar kualitas
☞ Strategi marketing softselling
☞ Memanfaatkan media sosial secara maksimal

EVALUASI DAN HAMBATAN BISNIS

Saya sadar bahwa perkembangan dunia digital sudah semakin masif, yang diinginkan calon pembeli bukan hanya kualitas produk, tapi juga rasa aman dan kemudahan akses. Beberapa bulan ini saya melakukan semacam evaluasi atas empat strategi yang saya terapkan di atas, ada beberapa hambatan yang membuat bisnis saya agak sulit berkembang.

1. Media dan Kemudahan Akses

Page yang selama ini saya gunakan memang efektif untuk display produk yang jumlahnya ratusan. Apalagi sekarang sudah ada aplikasi Store, semakin mudahlah display produk ini. Sayangnya, pagesulit diakses di smartphone, sedangkan 66% calon pembeli saya mengakses pagelewat smartphone.


Selain bagi pembeli, mengakses page juga menyulitkan bagi saya pribadi. Banyak sekali notifikasi order yang terlewat. Pembeli memang bisa langsung mengirimkan pesan, tapi –sekali lagi- notifikasi pesan itu kadang ada kadang tidak. Itu sebabnya mengapa komunikasi selalu saya arahkan ke WA.
 
Begitu juga dengan Instagram. Instagram memang cocok untuk berjualan karena displaynya mudah diakses, tapi Instagram hanya cocok untuk online shop yang hanya punya puluhan produk, bukan ratusan seperti eL the Outfit. Lagi pula, di IG tidak ada fitur kategori, semua produk bercampur baur di sana. Untuk mengakalinya, tidak semua produk saya unggah ke IG.

2.Customer Trust

Dalam berjualan, saya selalu berusaha mencari pelanggan, bukan hanya pembeli. Seorang pelanggan didapatkan dari kepercayaan dan pelayanan yang memuaskan. Untuk menjaring calon pembeli yang memang sudah mengenal saya secara pribadi memang cukup mudah, lalu bagaimana jika ingin menjaring calon pembeli dan pelanggan baru? Sulit membangun kepercayaan seorang calon pelanggan yang tidak mengenal saya sebagai penulis dan blogger. Mereka tahunya saya hanya pejuang online shop.

3. Exposure 

Ini sudah lama menjadi kegelisahan saya. Di satu sisi, saya ingin mendapatkan pembeli baru dengan cara memperluas pemasaran, di sisi lain saya harus memperhitungkan efisiensinya.

STRATEGI BISNIS BARU

Agar bisnis saya semakin berkembang, saya pun memutuskan untuk membuat strategi bisnis baru: memperluas jaringan. Tadinya saya pikir akan membuat website, tapi setelah dipikir-pikir, ini tidak cocok untuk jenis bisnis berbasis reseller. Website hanya cocok untuk branding. Lagi pula, dibutuhkan sumber daya yang jauh lebih besar untuk membuat website online shop yang dilengkapi dengan fasilitas transaksi langsung. Terus terang, tidak banyak tenaga yang tersisa untuk itu.
 
Maka saya mulai berpikir untuk bergabung dengan marketplaceatau platform yang bisa memfasilitasi sekaligus menghubungkan antara sellerdengan buyer. Untuk efektivitas, saya tidak bisa begitu saja memilih platform. Berdasarkan demografi engagement di Facebook Page eL the Outfit, 89% perempuan, 10% laki-laki. See? Karena sebagian besar pembeli saya perempuan, maka saya harus memilih platform yang khusus menjual produk-produk yang berhubungan dengan perempuan. Ini namanya melempar produk yang tepat kepada calon pembeli yang tepat.


Maka, beberapa minggu belakangan ini saya “membuka toko” di Coral, sebuah platform yang membantu para pejuang online shop agar berjualan dengan lebih mudah. Please feel free untuk mengunduh aplikasi Coral di android Anda karena khusus untuk pembelian di sana, ada bonus freeongkir ke semua wilayah di Jawa Barat. Cek store @eltheoutfit ya, Sist. #eaaa

Nah, sebagai pejuang online shop yang apa-apa teh dianalisis dari sisi strategi bisnis, rasanya tidak afdol kalau saya tidak membahas aplikasi ini. Ada beberapa hal yang ingin saya bagikan terkait Coral. Plus dan minus, tentunya.

   Plus  

☑ Easy to Use & Easy to Share to Socialink


Dengan kecepatan tangan saya, hanya dibutuhkan waktu sekitar 30 detik untuk mengunggah produk baru ke store. Produk-produk di store pun bisa langsung dibagikan ke berbagai media sosial atau langsung ke aplikasi chat room, bahkan bisa dibagikan ke e-mail. Pembeli yang tertarik akan langsung diarahkan ke form order.

Bukan itu saja, yang menarik adalah produk-produk di Coral bisa dibagikan ke Socialink sehingga pembeli yang tidak memiliki akun atau aplikasi masih bisa memesan. Mengenai Socialink akan saya bahas di poin “Easy to Buy”. 

☑ Easy to Display

Bro, Sist, menjadi pejuang online shop itu tidak semudah memutuskan untuk balikan ke mantan. Dibutuhkan kesabaran militan ketika berhadapan dengan para pembeli yang memiliki macam-macam karakter. Saya sudah kenyang dengan permintaan, “Kirim model sepatu lainnya via PM, dong.”

Ada puluhan bahkan ratusan model sepatu yang saya jual, mau dikirim via PM satu per satu? Believe me, ini menghabiskan waktu. Jadi sekarang saya bisa dengan mudah membalas pesan, “Cek store di Coral aja ya, Sist.”

Oh iya, karena ini khusus menjual produk-produk fashion & beauty, pembeli yang datang pun tentu saja sedang mencari itu. Tidak ada lagi pembeli nyasar. Walau ya, namanya juga perempuan, kadang niat hati ingin membeli minyak goreng, ujung-ujungnya mah beli sepatu. Ada? Adaaa. Banyak. 

☑ Easy to Communicate

Sampai hari ini, saya tidak punya jalur komunikasi khusus untuk online shop. Komunikasi untuk keperluan pribadi, bisnis, dan blogger ya di situ-situ juga. Tidak jarang saya salah kirim pesan yang harusnya ke pembeli ini malah ke adik saya. Belum lagi tentang data pemesanan. Nah, Coral dilengkapi dengan chat room sehingga pembeli bisa langsung menghubungi saya.

Yang lebih asyik nih, selain dibagi per pembeli atau supplier, chat room juga dibagi per produk. Dari sisi ini, penjual dan pembeli sama-sama diuntungkan. Penjual bisa langsung tahu produk apa yang ditanyakan atau dipesan, pembeli pun tidak harus repot-repot mengirim gambar atau kode seperti transaksi yang dilakukan selama ini.

Selain dengan pembeli dan supplier, kita juga bisa berkomunikasi langsung dengan tim Coral melalui fitur Talk to Us. Jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan terkait aplikasi, order, payment, atau hal lain, langsung saja hubungi tim Coral dan akan langsung ditanggapi.

☑ Easy to Organize 

Dengan fitur Smart Dashboard, mudah mengorganisasi order dan invoice. Selama ini, saya melakukan pencatatan manual dan catatan penjualan di Ms. Acces jika ada order, Smart Dashboard yang dimiliki Coral sangat membantu kalau menurut saya. Saya bisa dengan mudah melakukan cross check mana outstanding order, unpaid, atau yang sudah closed.

Order juga akan dikirimkan melalui surel sehingga jika misalnya aplikasi sedang tidak bisa diakses, kita bisa melihat data order di laptop.

☑ Easy to Buy

Sebetulnya, Coral agak berbahaya bagi pejuang online shop kurang iman seperti saya. Ya bagaimana tidak, sedang asyik-asyiknya mengunggah produk eh ada saja godaan untuk kelayapan ke online shop lain yang menjual produk lucu-lucu. Sebagai penjual, saya pun bisa berbelanja di online shop lain.

Jadi, setiap kali masuk ke aplikasi, saya harus memanjatkan doa terlebih dahulu, “Tuhan, lindungi saya dari clutch lucu-lucu, Tuhan. Aamiin.”

Coral menyediakan dua opsi pembelian: member dan non-member. Member artinya mereka yang sudah memiliki akun di Coral, sedangkan non-member adalah mereka yang belum memiliki akun. Bisa belanja tanpa menjadi member? Oh, tentu bisa.

Bagi penjual, ini menguntungkan karena terkadang calon pembeli enggan memiliki akun di marketplace atau tidak mau mengunduh aplikasi. Nah, karena Coral menyediakan beragam opsi pembelian, pembeli bisa membeli via Socialink. Socialink ini bisa diakses via aplikasi di smartphone atau via desktop. Langkah-langkahnya pun mudah, kita hanya perlu memilih produk  chat to buy  beli via Socialink  isi data pengiriman  transfer pembayaran  selesai. 

Tapi, bagi Anda yang senang berkelana di online shop sebelum melakukan pembelian, saya sarankan untuk mengunduh aplikasinya dan membuat akun terlebih dahulu karena dengan memiliki akun di Coral, Anda bisa menggunakan fitur search. Memangnya ada apa sih dengan fitur search? Itu akan saya bahas di poin berikutnya.

☑ Easy to Find

Dilengkapi dengan fitur pencarian sehingga pembeli mudah mencari produk yang diinginkan. Ada 3 macam jenis pencarian: berdasarkan nama, hastag, dan user. Di beranda juga ada 3 macam tampilan yang memudahkan pencarian. Berhubung tidak semua produk termasuk ke dalam featured product a.k.a tampil di beranda, Anda yang sudah mengunduh aplikasi namun tidak memiliki akun tidak bisa melakukan pencarian, produk yang bisa Anda lihat ya yang ada di beranda.

Sekali lagi, bagi Anda yang menginginkan pengalaman belanja yang lebih seru, saya sarankan untuk mengunduh aplikasi dan membuat akun karena itu akan mempermudah akses. Anda bisa memilih beragam produk dari mulai yang lokal sampai impor, dari mulai harga di bawah 50 ribu sampai ratusan ribu.

   Minus  

☑ Minus Instagram

Sayangnya produk tidak bisa langsung dibagikan ke Instagram. Mungkin karena yang dibagikan adalah link, bukan gambar sehingga tidak kompatibel dengan IG. Bagi saya pribadi, ini bukan kekurangan yang esensial sih, karena platformnya jelas berbeda, lagi pula IG tidak dilengkapi dengan link sehingga walaupun bisa dibagikan, transaksi tetap tidak bisa diarahkan ke Coral.

☑ Kategori

Tidak ada fitur kategori. Produk fesyen dan kecantikan untuk perempuan ini kan banyak sekali jenisnya. Ada sepatu, tas, makeup, pakaian, dan lain-lain. Sayangnya, tidak ada pembagian per kategori sehingga agak menyulitkan bagi pembeli juga bagi penjual seperti saya yang tergila-gila dengan sistem kearsipan. Untuk ke depannya, saya berharap Coral bisa melengkapi aplikasi dengan kategori sehingga lebih memudahkan pencarian.

☑ Size & Color

Ketika saya melakukan simulasi order baik itu via aplikasi maupun Socialink, tidak ada pilihan size dan warna di form order. Pun ketika mengunggah produk ke store. It’s kinda weird mengingat saya jualan sepatu dengan berbagai ukuran, belum lagi ada beberapa model yang memiliki dua atau tiga pilihan warna.

Karena form order tidak dilengkapi dengan kolom “note”, jadi saya tidak tahu bagaimana cara mengetahui size berapa dan warna apa produk yang dipesan oleh pembeli. Untuk mengetahuinya, saya harus bertanya dulu ke pembeli di chat room. It’s okay, sih, meski jadi dua kali kerja.

SEPATU DAN HARAPAN BARU


Saya selalu serius ketika melakukan sesuatu. Begitu juga ketika melakukan ekspansi ke media marketing baru. Karena bagi saya, mengerjakan sesuatu secara setengah-setengah sama dengan menghabiskan waktu dan tenaga. Saya tahu, dengan strategi baru ini, artinya saya harus menyediakan modal kerja karena dana akan ditahan Coral sampai oder pembeli dipenuhi. Tapi ada benefit lebih besar yang akan saya dapat:

 Exposure yang lebih luas
 Kepercayaan dari pembeli
☞ Efektivitas dan efisiensi
Hanya menjaring calon pembeli yang serius

 
Selama dua tahun ini, eL the Outfit memiliki arti banyak bagi saya. Meski pada mulanya tak banyak harapan yang saya tanamkan, tapi tanpa saya sadari, online shop ini telah menggariskan takdirnya sendiri di telapak tangan saya. Selama ini, setiap kali mengirimkan sepatu kepada pembeli, saya selalu ingin mengantarkan sekotak kebahagiaan. Sekarang, ketika saya membuka pintu baru, Coral bukan hanya sebuah platform, tapi juga sebuah kesempatan, sebuah harapan.

Salam,
~eL

14 Comments

  1. June 25, 2016 at 5:44 am

    Oooww moga bisnisnya lancar jaya ya Uchan..
    Mau donk ada sepatu bootsnya ga?

    Suka deh kalimat ini:
    “Selama ini, setiap kali mengirimkan sepatu kepada pembeli, saya selalu ingin mengantarkan sekotak kebahagiaan”

    Ahh co cweet banget 😀

    Sukses ya Chan dengan bisninya.

  2. PutriKPM-Reply
    June 25, 2016 at 9:45 am

    Teh Uchan buka toko di CORAL juga? Wah asyik! Nanti aku search yaaakkkk suka sama desain – desain sepatunya soalnya 🙂

  3. June 25, 2016 at 12:17 pm

    Sepatu boots belum diunggah, Teh. Sok atuh download dulu aplikasinya biar bisa lihat-lihat 😀

  4. June 25, 2016 at 12:24 pm

    Cek store kita ya, Sist. Store-nya @eltheoutfit. 😀

  5. June 25, 2016 at 8:20 pm

    apalagi sekarang banyak sekali yang berbisnis online ya jadi kta harus inovatif berubah terus agar gak ketinggalan dalam segala hal termasuk teknologi

  6. June 25, 2016 at 10:49 pm

    Sebenarnya bukan tidak bisa dishare ke Instagram.

    Instagram memang rada beda dengan sosial media lain. Dia hanya bisa diposting melalui smartphone saja. Misalnya aplikasi posting via web, tetap saja ada notifikasi di smartphone terlebih dahulu.

    Ditambah lagi sekarang Instagram semakin memperketat lini API miliknya, sekarang mereka menyeleksi secara ketat aplikasi-aplikasi yang akan berafiliasi dengan mereka.

    Salam,

  7. June 26, 2016 at 1:05 am

    Mengingat Uchan ini adalah wanita tanggung dan pantang menyerah, Insya Allah segala usaha yang diupayakan dalam hidup ini akan sukses. Aamiin.

  8. June 27, 2016 at 2:14 pm

    chat room juga dibagi per produk. Hm, ini yang menarik.
    Ada 1 marketplace yg aku ngefans banget. Tp, aku akui, chat roomnya numpuk2 antara produk satu sm yg lain. Jadinya, agak bingung pas penjual balas chat. Ini balas yg mana?
    Sukses ya, Teh..

  9. June 28, 2016 at 3:45 am

    Iya, Mbak. Harus berinovasi terus, termasuk dalam marketing.

  10. June 28, 2016 at 3:46 am

    Noted. 🙂

Leave a Reply