Saat ini, kebahagiaanku tak lagi penting. Semestaku berhenti berotasi di satu poros. Kini aku memutari gugusan-gugusanmu bagai satelit timpang dan bingung. Sebab segala sesuatunya tertuju ke satu delta, yaitu kamu.
Pernahkah kau rasakan? Bagaimana udara bisa menginduksi sedihmu jadi partikel lain yang menyusup ke celah-celah selku. Pedihmu membelah diri di dalamku, beranak pinak menjadi ribuan bahkan jutaan di dalamku. Dan sialnya, kau tak tahu itu.
‘Aku mencintaimu…!’ haruskah kata-kata ganjil itu kuteriakkan di hadapan semua orang? Atau di gendang telinga istrimu yang tak pernah mau berbagi.
Andaikan rahim bisa ditransplantasi seperti jantung, kurelakan rahimku untuknya, untuk wanita yang setiap malam kau tiduri. Sebab aku tak yakin akan jadi ibu dari anak siapapun, kecuali anakmu. Tapi, apakah itu berarti banyak?
Sebuah catatan kutinggalakan di setiap helai daun ketapang di sepanjang Jalan Akasia….”



Lima paragraph di atas adalah penggalan cerita bersambung yang aku garap sejak tahun 2007. Masih stuck di 30 halaman. Nggak bisa maju, nggak bisa mundur. Aarghhhhh….
Aku punya banyak draft yang tak pernah kelar sebab nggak istiqomah nulis. Sekarang malah sok-sokan merambah essay, artikel, resensi, dan lain-lain. Hhhhh…. mesti banyak-banyak sabar sama diri sendiri nih.

7 Comments

  1. Skylashtar-Reply
    April 30, 2009 at 7:40 am

    Cuti? Justru kalau cuti malah nggak ada ide. Sebab inspirasi biasa bermunculan saat aku di kantor :D, benar-benar karyawan ‘teladan’ ya?

  2. April 30, 2009 at 6:04 am

    Penggalan ceritanya cukup mearik sayang kalo tidak diteruskan. Cuti aja biar bisa kelarin buku itu…. hehehehehe….

  3. May 6, 2009 at 3:03 pm

    Aduh kak,gw juga mau bikin novel.But,malah bikin cerpen.Eh kak gw punya ide loh kemaren baru dapet haha.Jadi kita sebagai penulis bikin dulu masalah utama,n dimasalah itu kita bagi per bab.Misal ada 5 bab,kita tentuin di bab 1 : Pengenalan permasalahan,Bab 2 : Konflik,Bab 3 : Tempat baru,Konflik makin besar,Bab 4 : Si Anu mati,Si Itu Hidup,Konflik makin gede,Bab 5 : Penyelesaian konflik.Atau kakak udah pernah baca Totto-chan belum? Disitu bab per bab,kecil-kecil aja.Nanti juga jadi.Kalau gak jelas bilang aja,susah ngejelasinnya kalau gak langsung.Nanti kalau novelnya udah jadi dan diterbitin kirim ke gw ya kak! Hehehehe gw juga mau buat novel.Inspirasi banyak,waktu juga,tapi malesnya itu lohhhhh… 😀

  4. Skylashtar-Reply
    May 8, 2009 at 5:05 am

    Thanks Ga tipsnya.Tapi sampai sekarang belum dicoba tuh :D, sibuk euy di kantor.Tak ada ruang untuk inspirasi, wong sampai rumah aja udah ngos-ngosan. Yuk, bikin deadline! Tahun ini harus bisa merampungkan sedikitnya satu novel. Diterbitkan atau tidak, yang penting selesai.

  5. Skylashtar-Reply
    July 24, 2009 at 3:59 am

    Fat, masalahnya adalah, aku suka nggak konsisten dalam menggarap cerita. Jadi semua draft itu hanya menggantung begitu saja. Nggak ada lanjutan, terus biasanya aku pindah ke draft yang baru. Begitu seterusnya sampai aku punya tumpukan draft yang nggak pernah selesai (mungkin belum)

  6. July 24, 2009 at 3:05 am

    tips yang monoton tuh dari powerrangga kalau maw jadi power rangger adlah dengan improfisasi dengan tdak saja mengacu dengan hal yang umum telah dipakai namun skylasthar memiliki sebuaah cerita yang masih belum tpat waktunya untuk mengukirnya di kertas di hadapan publik.

  7. July 24, 2009 at 3:07 am

    perubahan hanya masalh waktu begitu juga dengan sebuah tugas yang memerlukan waktu untuk selesai dan waktunya adlah sediki-demi sedikit menjadi bukit

Leave a Reply