Kami sekeluarga; aku, Salwa, dan si Kungkang punya favorit film yang sama. Bertiga kami bersiap di layar kaca, bertiga kami saling bercanda, bertiga kami tertawa. Tawa yang tidak dibuat-buat ataupun sandiwara. Tawa yang biasanya dibagi di antara keluarga.

Salwa sudah lama diboikot dari sinetron ataupun infotainment. Kegiatan menonton tivi-nya sangat terbatas. Aku sebagai orang tua bisa dibilang over protektif. Ya memang, melindungi putriku dari bahaya televisi adalah kewajiban bagiku.

Tidak mudah, karena susah menawarkan tontonan pengganti bagi Salwa. Lagipula, aku tak bisa memaksanya untuk terus menerus membaca buku ataupun bermain lego.

Maka Shaun si domba adalah solusi yang bisa sama-sama kami nikmati. Mula-mula memang ada Bernard, tapi Bernard si beruang sial itu lama-lama jadi ajang kekerasan. Cut! Aku mencabut akses Salwa kesana. Lalu ada si Monk. Hampir sama ternyata; kekerasan dan persaingan tak sehat. Oke, ternyata itu adalah film untuk orang dewasa. Menurutku, anak seusia Salwa tidak akan menemukan lucunya dimana.

Well, kalau penasaran, silakan tonton di MNC setiap hari pukul 18.30.

Leave a Reply