Soundtrack=Inspirasi

Sebuah lagu adalah pematang kenangan yang bisa menstimulasi otak untuk mengingat, mengenang, dan memintal kembali benang-benang cerita yang pernah terlupakan.
Saya terbiasa memilih lagu yang tepat sebelum aku memulai menulis. Untuk apa? Karena dengan begitu, ketika telinga tertutup dari suara-suara dari luar dan hanya diisi oleh nada-nada dari lagu, otak saya  mulai dibanjiri tentang kesan, tentang ingatan, tentang segalanya yang mungkin pernah  saya lupakan.
Lagu juga berguna untuk menciptakan mood menulis.  Lagu yang tepat untuk cerita yang tepat bisa mendongkrak feel sehingga tulisan kita mengalir lancar.  Menulis menggunakan perasaan hasilnya akan berbeda dengan menulis yang hanya menggunakan pikiran. Pokoknya, feelnya dapet deh.
Mungkin tidak semua penulis menggunakan metode seperti ini hanya untuk mencari mood. Tapi saya sendiri memang kadang bergantung pada sebuah lagu untuk menstimulasi perasaan.
Contoh, tulisan saya ‘UNTUK KAMU, BE’ itu ditemani “CRY’-nya Rihanna. Sampai termehek-mehek waktu nulis itu, dan hasilnya alhamdulillah tidak mengecewakan.
Tulisan saya ‘NIKAH PISAU’ di dalam buku BINGKAI RINDU SAMARA yang mewarnai kesusastraan Indonesia dengan segala cinta itu ditulis ditemani lagu ‘TERUSKANLAH’ dan ‘MATAHARIKU’ dari saudara kembar saya Agnes Monica. And it success tembus sebagai nominator.
Well, karena metode ini tidak bisa saya telaah secara ilmiah, maka hak penemuan ini tidak sempat saya patenkan ^^
Akhir kata, selamat menulis! Semoga catatan ini berguna.
PS: Tolong jangan pilih lagu-lagu yang bisa  memecahkan telinga seperti lagu Kangen Band 
atau semacamnya. *tring


Ilustrasi dipinjam dari: yenxavier.wordpress.com

Leave a Reply