Tak Ada Mimpi yang Tak Sanggup Saya “Beli”


Saya percaya bahwa setiap mimpi akan selalu memiliki jalan untuk diwujudkan. Saya percaya bahwa harapan yang terus-menerus dilapalkan suatu saat akan direspons oleh semesta. Saya percaya bahwa Tuhan akan senantiasa berbaik hati kepada manusia  yang bersungguh-sungguh berdoa dan berusaha. Saya percaya ….

Ketika membuat blog di awal tahun 2009, satu-satunya yang saya harapkan adalah agar tulisan-tulisan saya dibaca orang, tak lebih. Isinya kebanyakan puisi-puisi dan curhatan terselubung mengenai KDRT yang saya alami. Hidup di perantauan bersama suami tukang siksa dan jauh dari keluarga membuat saya kesepian. Satu-satunya pelarian yang saya tahu adalah menulis. Karena saya tidak punya komputer, nyaris setiap hari saya menulis dalam sebuah buku lalu mengetik dan mempostingnya di kantor. Teman-teman kantor saya tahu bahwa saya penulis, pun dengan atasan saya. Tak ada yang protes jika saya ngeblog asalkan pekerjaan kantor sudah selesai.

Menulis bagi saya bukan hanya pilihan profesi, melainkan takdir yang harus selalu digenapi. Takdir yang membawa saya ke stasi-stasi yang tak pernah saya kira sebelumnya. Bersamaan dengan bergulirnya waktu, ketika cerpen-cerpen saya mulai dimuat di media massa, ketika blog saya mulai sering dikunjungi pembaca, dan ketika saya terjun bebas menjadi fulltime writer, target pencapaian saya pun mulai bertambah.

Banyak sekali mimpi yang ingin saya wujudkan dari menulis blog, materi maupun non materi. Seperti yang pernah dikatakan Mak Winda Krisnadefa a.k.a Emak Gaoel dalam salah satu blogpost-nya, banyak peluang yang bisa didapat dari ngeblog. Selama tujuh tahun si Mak ini membangun brand dari mulai nobody sampai bisa menjadi seleb blog dan mampu menggaet brand-brand besar. Dari orang-orang seperti inilah saya belajar, jika ada mimpi yang harus dikejar, then Go For It. Kejarlah mimpi sampai ke titik paling tinggi.   

*


Ada hal-hal yang tidak bisa dinilai dengan uang. Ada harapan-harapan yang hanya bisa diwujudkan dengan ketulusan, dengan semangat berbagi kebaikan. 


*

Munafik kalau saya mengatakan tak mengharapkan apa-apa dari blog saya. Toh mimpi membutuhkan jalan untuk menuju kenyataan. Itu sebabnya saya tidak pernah main-main ketika mengerjakan sesuatu, termasuk menulis. 


*

Ketika ngeblog, banyak sumber daya yang saya gunakan dari mulai aplikasi online sampai sofware offline. Saya menggunakan Adobe Indesign untuk membuat ilustrasi dan infografis yang Anda lihat dalam postingan ini. Selain itu, ada beberapa aplikasi yang sering saya gunakan. “Untuk mempermudah hidup,” begitu saya menyebut aplikasi-aplikasi ini. Di antaranya:


*

Berbekal rasa percaya itulah, saya mengerahkan seluruh sumber daya yang saya miliki untuk mengejar mimpi. Dulu, saya menganggap bahwa hidup adalah jalan-jalan curam sehingga mustahil bagi saya untuk mewujudkan apa pun yang saya inginkan. Hari ini, hidup adalah sebuah petualangan, tempat mimpi-mimpi ada, tempat harapan demi harapan digaungkan kepada semesta. Hari ini, tidak ada mimpi yang tidak sanggup saya “beli”.

Ketika tangan dan kaki saya sudah bekerja hingga ke titik keringat penghabisan, giliran doa yang menggenapkan usaha.


“Tuhan, terima kasih atau berbagai kesempatan dan kemudahan yang Kau berikan. Terima kasih karena sudah menetapkan jalan yang harus aku tapaki. Kelak, jika aku tiada, semoga tulisan-tulisanku tetap bergaung dan berjejak di benak orang-orang.” 

~eL

*

Tulisan ini diikutsertakan dalam “Blog Competition, Go For It with Blog Emak Gaoel”




35 Comments

  1. November 25, 2015 at 3:10 am

    Sami-sami, Teteh. 😀

  2. November 23, 2015 at 11:03 am

    Gk pernah bosan baca blog teh eL. Selalu kaya ilmu dan hikmah. Danke, teh 🙂

  3. November 14, 2015 at 10:45 am

    Heuheuheu, iya. Terima kasih.

  4. November 14, 2015 at 10:45 am

    Salam kenal 🙂

  5. November 14, 2015 at 10:44 am

    Lama tapi junior saya mah.

Leave a Reply