TAPI KEMANA?

Desau angin dibuat-buat
Desah kita berebut tempat
“Jangan kemana-mana” rengekmu
ada yang terasa ngilu
memangnya aku siapa?
Seseorang tanpa rumah tak bisa pulang kemana-mana*

Sejenak kuletakkan buku
Kemudian menidurimu
Gaung rindu pun berlalu
Kota itu mangabur dalam labirinku

Kilau lampu di ruang tamu
Nafas tidurmu di samping kiriku
Gemerisik tirai jendela
Aku terjaga sebab dahaga
Serentak limbung disergap kecewa
Rumah ini bukan rumahku ternyata
Kasur ini bukan pula kasurku
Tempat ini sudah jelas bukan tempatku
Engkau kini bukan milikku
Aku ingin pulang
Tapi kemana?

*Rumah Kenangan, Nenden Lilis Aisyah

Nagoya, 4 Pebruari 2009

Publish at Kompas Cyber Media, Friday, Feb 13 2009

Leave a Reply